Serikat Buruh Minta Pemeriksaan Medis Menyeluruh terhadap TKA

Zulfikar SyZulfikar Sy - Kamis, 05 Maret 2020
Serikat Buruh Minta Pemeriksaan Medis Menyeluruh terhadap TKA

Tim Medis Rumah Sakit Pertamina Jaya memeriksa suhu tubuh seorang pegawai di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Rabu (4/3/2020). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/wsj.

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengimbau kepada seluruh buruh dan masyarakat Indonesia agar tidak panik dengan adanya virus corona.

“Kita meminta buruh dan masyarakat Indonesia tetap tenang, tidak panik, tidak berlebihan apalagi memborong makanan-makanan secara berlebihan,” kata Iqbal di bilangan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (5/3).

Baca Juga:

Menko Airlangga Klaim Omnibus Law Untungkan Buruh

Ia mendesak kepada pemerintah Indonesia agar terus memantau persediaan kebutuhan pokok termasuk obat-obatan dan masker agar tetap tersedia di pasaran.

“Kami juga meminta kepada pemerintah melakukan tindakan hukum yang sekeras-kerasnya kepada para penimbun barang-barang baik masker, sembilan bahan pokok, atau pun hal-hal lain yang dibutuhkan oleh rakyat atau pabrik-pabrik,” ujarnya.

Ia menyatakan bahwa tidak boleh ada siapa pun yang mencoba-coba mengambil keuntungan pribadi di tengah kondisi seperti saat ini.

“Lakukan tindakan tegas, enggak boleh ada orang yang mengambil keuntungan di balik suatu penderitaan rakyat,” tegasnya.

Ilustrasi - Bahaya virus corona yang mematikan. (Foto : ANTARA/Shutterstock/am).
Ilustrasi - Bahaya virus corona yang mematikan. (Foto : ANTARA/Shutterstock/am).

Selain itu, Iqbal juga meminta dengan tegas kepada Presiden Joko Widodo untuk memerintahkan jajarannya agar melakukan pemeriksaan medis secara menyeluruh kepada para tenaga kerja asing (TKA) khususnya yang berasal dari Tiongkok.

Hal ini diutarakan untuk memastikan mereka bebas dari virus corona. Apalagi, aktivitas mereka juga bersentuhan langsung dengan tenaga kerja Indonesia, jika tidak diantisipasi maka potensi penyebaran Covid-19 rentan masif.

Baca Juga:

Airlangga Minta Buruh Jangan Khawatir Invasi TKA

Pun demikian, upaya preventif itu tetap dilakukan dengan menjaga kondusifitas nasional.

“Kami meminta kepada pemerintah sekali lagi pada Presiden Joko Widodo memberikan perhatian lebih kepada masyarakat yang paling rentan. Kita minta para TKA itu diperiksa secara berkala tanpa menimbulkan kepanikan dan tekanan,” tuturnya.

“Alasannya sederhana, karena interaksi para TKA itu adalah terhadap ribuan orang, bahkan ada yang dalam satu pabrik bisa mencapai 80 ribu orang,” imbuh Iqbal.

Terakhir, Presiden FSPMI ini juga meminta agar BPJS Kesehatan tetap bisa menerima masyarakat yang menjadi suspect maupun yang positif terjangkit Covid-19.

“Kita juga minta agar BPJS Kesehatan meng-cover penderita corona maupun yang kena suspect,” tutupnya. (Knu)

Baca Juga:

Pemerintah Bantah Omnibus Law Menyusahkan Buruh dan Mementingkan TKA

#KSPI #Virus Corona
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Bantah Isu Demo Besar Buruh Agustus 2026, Said Iqbal: Tidak Ada Rencana Aksi
Said Iqbal memastikan buruh KSPI dan Partai Buruh tidak akan menggelar aksi besar Agustus-September 2026. Namun, empat tuntutan ketenagakerjaan tetap diperjuangkan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 06 Agustus 2026
Bantah Isu Demo Besar Buruh Agustus 2026, Said Iqbal: Tidak Ada Rencana Aksi
Indonesia
KSPI Targetkan 50 Ribu Massa, Total 200 Ribu Buruh Hadiri May Day 2026 di Monas
Sebanyak 200 ribu buruh diperkirakan hadir di Monas pada May Day 2026. KSPI ungkap hasil pertemuan dengan Presiden Prabowo dan 11 tuntutan buruh.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 01 Mei 2026
KSPI Targetkan 50 Ribu Massa, Total 200 Ribu Buruh Hadiri May Day 2026 di Monas
Indonesia
Peringatan May Day 2026 di Monas, Buruh Tunggu 'Kejutan' Kebijakan dari Prabowo
May Day 2026 di Monas akan dihadiri ratusan ribu buruh. Presiden Prabowo dijadwalkan hadir dan disebut menyiapkan kebijakan penting.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 30 April 2026
Peringatan May Day 2026 di Monas, Buruh Tunggu 'Kejutan' Kebijakan dari Prabowo
Indonesia
Ribuan Buruh Datangi DPR hingga Monas Hari Ini, Tuntut Penghapusan Outsourcing
Ribuan buruh menggelar aksi di DPR RI dan Monas jelang May Day 2026. Simak tuntutan KSPI dan potensi dampak lalu lintasnya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 16 April 2026
Ribuan Buruh Datangi DPR hingga Monas Hari Ini, Tuntut Penghapusan Outsourcing
Indonesia
Upah Dinilai Tak Cukup untuk Hidup di Jakarta, Bos Buruh: Kami Kerja tapi Tetap Nombok
Buruh menggelar aksi demo menuntut kenaikan UMP DKI Jakarta 2026. KSPI menilai upah Rp 5,73 juta terlalu kecil dan tidak sesuai biaya hidup ibu kota.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Januari 2026
Upah Dinilai Tak Cukup untuk Hidup di Jakarta, Bos Buruh: Kami Kerja tapi Tetap Nombok
Indonesia
Kalah Gede Ketimbang Buruh Panci di Karawang dan Pekerja di Vietnam, Presiden KSPI: Harusnya Gaji UMP Jakarta Rp 6 Juta per Bulan
Saat Gubernur DKI Jakarta hanya memutuskan upah minimum Rp 5,73 juta, menurutnya, hal itu menunjukkan kesenjangan sosial.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Januari 2026
Kalah Gede Ketimbang Buruh Panci di Karawang dan Pekerja di Vietnam, Presiden KSPI: Harusnya Gaji UMP Jakarta Rp 6 Juta per Bulan
Indonesia
Buruh Demo Depan Istana Negara Minta Penaikan UMP 2026, Polisi Ingatkan untuk tak Provokasi
Aksi ini akan diikuti ribuan buruh dari berbagai daerah di Jawa Barat dan Jakarta dengan konvoi sepeda motor.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Januari 2026
Buruh Demo Depan Istana Negara Minta Penaikan UMP 2026, Polisi Ingatkan untuk tak Provokasi
Indonesia
KSPI Tolak UMP Jakarta 2026, Desak Revisi agar Mendekati KHL
KSPI menolak UMP Jakarta 2026 sebesar Rp 5,72 juta. Buruh mendesak Pemprov DKI merevisi UMP agar mendekati 100 persen KHL.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 02 Januari 2026
KSPI Tolak UMP Jakarta 2026, Desak Revisi agar Mendekati KHL
Indonesia
UMP Jakarta 2026 Dianggap Terlalu Kecil, Presiden Partai Buruh: Gaji di Sudirman Lebih Kecil dari Pabrik Panci Karawang
UMP Jakarta 2026 dinilai terlalu kecil. Presiden Partai Buruh, Said Iqbal mengatakan, bahwa gaji di Sudirman lebih kecil dibanding Karawang.
Soffi Amira - Senin, 29 Desember 2025
UMP Jakarta 2026 Dianggap Terlalu Kecil, Presiden Partai Buruh: Gaji di Sudirman Lebih Kecil dari Pabrik Panci Karawang
Indonesia
Aksi Buruh Siap Geruduk Istana dan DPR, Kenaikan Upah Rp 90 Ribu Dinilai Terlalu Rendah
KSPI dan Partai Buruh memprotes kenaikan upah minimum 2026 yang disebut hanya naik rata-rata Rp 90 ribu per bulan. Aksi digelar di Jakarta hingga daerah lain.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 24 November 2025
Aksi Buruh Siap Geruduk Istana dan DPR, Kenaikan Upah Rp 90 Ribu Dinilai Terlalu Rendah
Bagikan