MerahPutih.com - Massa buruh akan meramaikan perayaan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 yang dipusatkan di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, pada Jumat (1/5).
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) sekaligus Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, menyebut jumlah peserta yang hadir diperkirakan mencapai ratusan ribu orang.
"Jumlah massa KSPI (Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia) 50 ribu orang, sedangkan total massa 200 ribu massa," kata Said Iqbal kepada wartawan, Jumat (1/5).
Ia menjelaskan, keputusan menggelar perayaan May Day di Monas diambil setelah pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto yang berlangsung sekitar 1,5 jam.
Said menyebut bahwa bahwa setelah pertemuan selama kurang lebih 1,5 jam dengan Presiden Prabowo Subianto, KSPI memutuskan untuk mengadakan perayaan May Day di Monas bersama serikat pekerja lainnya.
Baca juga:
May Day 2026 di Monas, 1.400 Petugas Siaga Bersihkan Hingga 150 Ton Sampah
Lebih lanjut, Said Iqbal menegaskan bahwa sebelum tanggal 1 Mei, pihaknya telah mengajukan permintaan waktu untuk bertemu Presiden dan telah dikabulkan.
Pertemuan tersebut berlangsung pada 28 April 2026 dengan agenda menyampaikan 11 isu atau harapan buruh kepada pemerintah.
Menurut Said Iqbal, KSPI berpandangan bahwa perayaan May Day tidak boleh sekadar seremonial. Di berbagai negara, termasuk Indonesia, May Day menjadi momentum penting untuk menyampaikan aspirasi dan tuntutan buruh secara langsung kepada para pemangku kebijakan.
Selain itu, dari 11 isu yang dibawa KSPI, terdapat sejumlah poin krusial yang telah mendapat respons dari Presiden.
"Ada beberapa yang langsung mendapat respons dan penegasan dari Presiden," tegasnya.
Baca juga:
May Day 2026: Hampir 25 Ribu Personel Gabungan Disiagakan, Polda Metro Kedepankan Pendekatan Humanis
Tak hanya di Jakarta, KSPI bersama Partai Buruh juga akan merayakan May Day secara serentak di berbagai daerah. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung di 38 provinsi dan mencakup lebih dari 350 kota di seluruh Indonesia.
Beberapa kota yang menjadi pusat kegiatan antara lain Bandung, Serang, Semarang, dan Surabaya.
Selain itu, perayaan juga digelar di Banda Aceh, Batam, Palembang, Banjarmasin, Makassar, Gorontalo, Morowali, serta berbagai kota lainnya. (Knu)