Kesehatan

Seputar Gondongan pada Anak dan Cara Mengatasinya

Hendaru Tri HanggoroHendaru Tri Hanggoro - Rabu, 10 Agustus 2022
Seputar Gondongan pada Anak dan Cara Mengatasinya

Pembengkakan pada kelenjar air liur dan demam tinggi adalah salah satu gejala gondongan pada anak. (Freepik/User18526052)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

GONDONGAN merupakan salah satu penyakit menular yang sering menyerang anak-anak. Gondongan disebabkan oleh infeksi virus dari keluarga paramyxovirus.

"Virus dapat menginfeksi banyak bagian tubuh, tetapi paling dikenal karena menyebabkan pembengkakan kelenjar parotis yang berada di depan teling, dekat rahan, dan berfungsi membuat air liur (ludah)," tulis kidshealth.org.

Virus penyebab gondongan dapat menyebar melalui percikan ludah dan ingus saat penderita gondongan batuk atau bersin. Penggunaan alat makan yang telah terkontaminasi virus juga bisa menularkan gondongan. Anak dengan daya tahan tubuh yang lemah atau sedang menurun, lebih rentan untuk terkena gondongan.

Baca juga:

Risiko Cacar Monyet pada Anak Masih Rendah

virus gondongan
Gondongan disebabkan oleh infeksi virus dari keluarga paramyxovirus. (Unsplash/Cdc)

Gejala Gondongan pada Anak

Umumnya gejala penyakit gondongan baru terlihat dua minggu setelah anak terpapar virus. Gejala penyakit ini beragam, namun yang khas adalah terjadinya pembengkakan pada kelenjar air liur, baik pada satu atau kedua sisi wajah.

Gejala lain yang mungkin juga dirasakan anak saat mengalami gondongan, di antaranya:

- Kelelahan

- Pegal-pegal

- Sakit kepala

- Demam tinggi

- Kehilangan nafsu makan

- Mulut terasa kering

- Sakit saat mengunyah atau menelan makanan

- Nyeri perut

Baca juga:

Kenali Potensi Alergi Pada Anak

gondongan anak
Istirahat yang cukup dan kompres pada area gondongan dapat mempercepat pemulihan. (Freepik/Pvproductions)


Perawatan di rumah

Gondongan umumnya akan sembuh dengan sendirinya setelah daya tahan tubuh anak berhasil melawan virus penyebab infeksi. Pemberian obat-obatan hanya untuk mengatasi gejala, misalnya paracetamol untuk meredakan gejala demam dan nyeri.

Berikut ini beberapa langkah lain yang bisa dilakukan untuk meredakan gejala dan rasa sakit yang dialami anak saat sedang gondongan :

- Memastikan anak mengonsumsi banyak air putih. Tujuannya untuk mencegah terjadinya dehidrasi akibat demam.

- Mengompres area kelenjar yang membengkak dengan kompres hangat atau kompres dingin untuk meredakan rasa sakit.

- Memastikan anak mendapat istirahat yang cukup.

- Memberikan anak makanan yang lunak dan mudah ditelan, seperti bubur atau sup.

- Hindari memberi anak makanan atau minuman yang asam, seperti jus jeruk, lemon, atau nanas, karena dapat membuatnya semakin kesakitan.

Selain perawatan gondongan pada anak, yang tidak kalah penting untuk diketahui adalah pencegahannya, yaitu melalui pemberian vaksin MMR (mumps, measles, rubella). Anak dapat diberi imunisasi ini mulai usia 15 bulan.

Meski jarang, penyakit gondongan bisa menyebabkan gangguan yang serius, berupa peradangan pada testis (orchitis), radang pankreas, dan radang selaput otak. Oleh karena itu, jika penyakit gondongan pada anak tidak kunjung membaik dengan perawatan di rumah, segeralah periksakan anak ke dokter. (dgs)

Baca juga:

Anak Demam Santai Saja ya

#Kesehatan #Anak
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Hendaru Tri Hanggoro

Berkarier sebagai jurnalis sejak 2010 dan bertungkus-lumus dengan tema budaya populer, sejarah Indonesia, serta gaya hidup. Menekuni jurnalisme naratif, in-depth, dan feature. Menjadi narasumber di beberapa seminar kesejarahan dan pelatihan jurnalistik yang diselenggarakan lembaga pemerintah dan swasta.
Show More

Berita Terkait

Lifestyle
Rumah Cerebral Palsy Dorong Pemerintah Perkuat Dukungan bagi Anak Penyandang CP
Iis R. Soelaeman mendorong dukungan pemerintah bagi anak dengan cerebral palsy melalui akses terapi, kesehatan, pendidikan inklusif, dan fasilitas aksesibel.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 26 Oktober 2026
Rumah Cerebral Palsy Dorong Pemerintah Perkuat Dukungan bagi Anak Penyandang CP
Lifestyle
Mendampingi Anak dengan CP, Rumah Cerebral Palsy Tekankan Pentingnya Support System
World Cerebral Palsy Day 2026 jadi momentum untuk memperkuat dukungan bagi anak dengan CP. Tekankan potensi anak dan pentingnya support system bagi keluarga.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 26 Oktober 2026
Mendampingi Anak dengan CP, Rumah Cerebral Palsy Tekankan Pentingnya Support System
Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Bagikan