Seputar 'Drawing Pen', ATK yang Ramai Dibicarakan Menyusul Lem Aibon

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Kamis, 31 Oktober 2019
Seputar 'Drawing Pen', ATK yang Ramai Dibicarakan Menyusul Lem Aibon

Tak hanya lem aibon, bolpoin pun jadi topik hangat berkat APBD Jakarta (Foto: Pixabay/Free-Photos)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

NETIZEN baru-baru ini dihebohkan dengan kabar anggaran lem Aibon yang mencapai angka Rp. 82,8 miliar. Ternyata anggaran tersebut bukan lah satu-satunya anggaran yang tak masuk akal dalam Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) tahun 2020.

Salah satu anggaran tak masuk akal lainnya ialah bolpoin. Yang mencapai angka hingga Rp. 123,8 miliar. Angka yang cukup fantastis bukan? Anggaran bolpoin ini pun ikut ramai diperbincangkan di berbagai media sosial. Biar sahabat Merah Putih tidak ketinggalan perbincangan tersebut, berikut fakta seputar bolpoin sedang ramai dibicarakan.

Baca juga:

Fakta Unik Lem Aica Aibon, Beli Rp 82,8 Miliar Bisa Disusun Berjajar dari Jakarta Sampai Semarang

Spesifikasi anggaran bolpoin APBD Jakarta

Seputar 'Drawing Pen', ATK yang Ramai Dibicarakan Menyusul Lem Aibon
Halaman situs APBD Jakarta (Foto: Twitter @willsarana)

Dalam situs APBD Jakarta, tertulis bahwa Rp. 123,8 miliar tersebut digunakan untuk membeli 98.322,85 bolpoin setiap bulannya dalam setahun. Bolpoin yang dibeli adalah bolpoin jenis drawing pen 0.1 70,5. Satu bolpoinnya dibeli seharga Rp. 105 ribu.

Jika dilihat secara seksama, jumlah pembelian bolpoin tersebut terasa janggal karena jumlah pembeliannya tidak bulat (terdapat koma di dalamnya). Selain itu, harga Rp. 105 ribu untuk drawing pen bisa dibilang terlalu mahal.

Tim Merah Putih mencari harga drawing pen di berbagai toko online. Kami mendapatkan bahwa satu bolpoin rata-rata dijual dengan harga Rp. 9.000 - 10.000 saja. Sangat berbeda jauh dengan harga drawing pen di APBD Jakarta.

Baca juga:

Soroti Anggaran Aneh APBD DKI Beli Bolpoin Rp124 M, PSI: Siapa yang Usul?

Kelebihan drawing pen

Seputar 'Drawing Pen', ATK yang Ramai Dibicarakan Menyusul Lem Aibon
Drawing pen biasanya digunakan untuk menggambar karena guratannya yang tajam (Foto: Pixabay/creil91)

Ujung drawing pen lebih tipis dan hasil guratannya terasa lebih tajam dibanding bolpoin biasanya. Tebal guratan yang diinginkan pun bisa dipilih, sesuai dengan tipe drawing pen yang dibeli. Kelebihan tersebut lah yang membuat drawing pen dipilih untuk aktivitas menggambar, sesuai dengan namanya.

Bukan berarti drawing pen tidak dapat digunakan untuk menulis. Hasil tulisan dari drawing pen juga lebih baik dari bolpoin pada umumnya. Tapi karena harganya yang lebih mahal dibanding bolpoin biasa, drawing pen jarang digunakan untuk kegiatan tulis menulis. Biasanya drawing pen digunakan untuk menulis dokumen-dokumen penting saja.

Apa yang bisa didapat dengan anggaran tersebut

Seputar 'Drawing Pen', ATK yang Ramai Dibicarakan Menyusul Lem Aibon
Van Cleef & Arpels bersama Montblanc membuat ballpoint termahal (Foto: Pinterest/Raymond Lee Jewelers)

Dengan anggaran tersebut, kita bisa mendapatkan enam pen termahal di dunia. Yaitu Aurora Diamante Fountain Pen yang dijual seharga USD 1,4 juta atau setara dengan Rp 20,6 miliar. Pena tersebut pun dapat digunakan berulang-ulang kali karena tintanya dapat diisi ulang.

Atau kita bisa mendapatkan 12 bolpoin termahal dunia. Yaitu Mont Blanc Ball Point yang dijual dengan harga USD 730 ribu atau sekitar Rp. 10,2 miliar. Bolpoin tersebut dilengkapi dengan perhiasan yang mengelilingi badan bolpoin. (sep)

Baca juga:

Harga Online Aibon Cuma Rp9.500, RAPBD DKI Patok Rp82 M. Lumayan Bedanya!

#APBD DKI #Anggaran Daerah
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Ananda Dimas Prasetya

Penulis, editor, dan praktisi konten digital dengan latar belakang akademis di bidang jurnalistik serta pengalaman dalam penyusunan artikel berita, konten informatif, dan optimasi mesin pencari (SEO). Lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi, Jurusan Jurnalistik, Universitas Padjadjaran (2007–2014) dengan pemahaman mendalam mengenai kaidah jurnalistik, etika media, verifikasi informasi, dan teknik penulisan profesional. Berfokus pada pengembangan konten yang mengutamakan akurasi, relevansi, dan nilai informasi bagi pembaca. Memastikan artikel disusun melalui proses riset, verifikasi sumber, dan pengolahan data cermat guna menjamin kualitas informasi yang disajikan. Berbagai topik yang menjadi perhatian meliputi pemerintahan, ekonomi, pendidikan, teknologi, budaya, hiburan (musik & film), gaya hidup, motorsports, hingga isu-isu sosial yang berkembang di masyarakat.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Kekurangan Gaji 10 Bulan PJLP DKI Jakarta Janji Dibayarkan Akhir Oktober
Persoalan tersebut bermula ketika pembahasan APBD 2026 dilakukan pada 2025. Saat itu, besaran UMP Jakarta 2026 belum ditetapkan
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 14 Oktober 2026
Kekurangan Gaji 10 Bulan PJLP DKI Jakarta Janji Dibayarkan Akhir Oktober
Indonesia
Perubahan APBD DKI 2026 Disepakati Rp79,56 Triliun, Layanan Dasar Tetap Dijaga
DPRD DKI dan TAPD menyepakati Perubahan APBD 2026 sebesar Rp 79,56 triliun. Layanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, dan bansos tetap dijaga.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 23 September 2026
Perubahan APBD DKI 2026 Disepakati Rp79,56 Triliun, Layanan Dasar Tetap Dijaga
Indonesia
Pramono: Pembangunan LRT Manggarai-Dukuh Atas Dimulai Paling Lambat Januari 2027
Gubernur DKI Pramono Anung menargetkan pembangunan LRT Manggarai-Dukuh Atas dimulai Januari 2027 dan rampung pada Agustus 2028.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 17 September 2026
Pramono: Pembangunan LRT Manggarai-Dukuh Atas Dimulai Paling Lambat Januari 2027
Indonesia
Pertama Kali Digelar Tanpa APBD, JITEX 2026 Targetkan Transaksi Rp 16 Triliun
JITEX 2026 akan berlangsung pada 16–19 September 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran.
Yusuf Abdillah - Selasa, 01 September 2026
Pertama Kali Digelar Tanpa APBD, JITEX 2026 Targetkan Transaksi Rp 16 Triliun
Indonesia
Komisi II Gelar Rapat Dengarkan Keluh Kesah Masalah Kepala Daerah, Ada 3 Isu Yang Dibahas
Rapat tersebut memfasilitasi tiga pokok pembahasan, yakni remunerasi kepala daerah dan wakil kepala daerah, sistematika dana bagi hasil, serta peningkatan pendapatan asli daerah.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 30 Juli 2026
 Komisi II Gelar Rapat Dengarkan Keluh Kesah Masalah Kepala Daerah, Ada 3 Isu Yang Dibahas
Indonesia
Pengurangan Dana Bagi Hasil untuk Jakarta Berlanjut hingga 2027
Pemprov DKI dan DPRD Jakarta tetap optimistis hal tersebut tak mengganggu layanan kepada masyarakat.
Dwi Astarini - Selasa, 19 Mei 2026
Pengurangan Dana Bagi Hasil untuk Jakarta Berlanjut hingga 2027
Indonesia
Gratiskan 103 Sekolah Swasta, Jakarta Ambil Duit APBD Rp 253 Miliar
Program ini mencakup jenjang SD, SMP, SMA/SMK, hingga SLB yang tersebar di lima wilayah kota administrasi Jakarta.
Wisnu Cipto - Senin, 27 April 2026
Gratiskan 103 Sekolah Swasta, Jakarta Ambil Duit APBD Rp 253 Miliar
Indonesia
Izin Perjalanan Dinas ASN DKI Jakarta Diperketat demi Efisiensi Anggaran, Bye-Bye SPPD Mewah
Langkah tegas ini selaras dengan instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian melalui Surat Edaran Nomor 800.1.5/3349/SJ
Angga Yudha Pratama - Kamis, 02 April 2026
Izin Perjalanan Dinas ASN DKI Jakarta Diperketat demi Efisiensi Anggaran, Bye-Bye SPPD Mewah
Indonesia
BGN Gandeng Kejaksaan Agung Awasi Anggaran MBG, SPPG Nakal Terancam Ditutup
Anggaran MBG kini akan diawasi oleh Kejagung. SPPG nakal pun terancam bakal ditutup jika ketahuan tak sesuai menggunakan anggaran MBG.
Soffi Amira - Selasa, 17 Maret 2026
BGN Gandeng Kejaksaan Agung Awasi Anggaran MBG, SPPG Nakal Terancam Ditutup
Indonesia
Anggaran Meja Biliar DPRD Sumsel Rp 486 Juta Disorot, Pimpinan Janji Evaluasi
Rencana pengadaan dua meja biliar senilai Rp486 juta oleh DPRD Sumatra Selatan menuai sorotan publik. luasi anggaran tersebut.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 09 Maret 2026
Anggaran Meja Biliar DPRD Sumsel Rp 486 Juta Disorot, Pimpinan Janji Evaluasi
Bagikan