Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Sepi Iklan, Google Batalkan Perekrutan 2.000 Pekerja Kontrak

Raden Yusuf NayamenggalaRaden Yusuf Nayamenggala - Senin, 01 Juni 2020
Sepi Iklan, Google Batalkan Perekrutan 2.000 Pekerja Kontrak

Google Batalkan rekrut 2.000 pekerja kontrak (Foto: pixabay/firmbee)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PANDEMI virus Corona dampaknya sangat merugikan bagi berbagai sektor bisnis. Dari mulai harus merugi besar, mengurangi karyawan, hingga terpaksa gulung tikar akibat pandemi.

Bicara soal dampak pandemi, rupanya perusahaan sekaliber Google pun turut merasakannya. Baru-baru ini Google dikabarkan membatalkan perekrutan ke lebih dari 2.000 pekerja kontrak.

Baca Juga:

Perbarui OS Ponsel Android Agar Terhindar dari Ancaman Baru yang Berbahaya

Menurut laman The New York Times, hal itu lantaran Google berupaya untuk mengurangi pengeluaran baru, karena pandemi terus membuat pendapatan iklan Google merosot.

Karena pendapatan iklan merosot, Google batalkan rekrut 2.000 pekerja kontrak (Foto: pixabay/aymanejed)

Ruth Porat, chief financial officer untuk Google, mengatakan pada April 2020 jika perusahaan akan memperlambat laju perekrutan tahun ini, mengingat bahwa saat ini tengah dihadapkan dengan krisis global dalam tempo waktu yang tidak pasti.

2.000 pekerkan kontrak tersebut awalnya akan ditempatkan di berbagai belahan dunia, dan mereka mewakili sebagian kecil dari tenaga kerja Google. Google sendir dilaporkan memiliki lebih dari 130.000 pekerja kontrak dan 123.000 karyawan.

Bicara soal perlambatan perekrutan, pandemi telah menyebabkan penurunan di pasar perkilanan. Di mana itu merupakan sumber utama Google dalam menghasilkan sebagian besar uangnya.

Baca Juga:

Ribuan Akun WhatsApp Diretas Perusahaan Asal Israel?

Meski pendapatan iklan masih naik untuk kuartal pertama, tetapi pertumbuhannya melambat (Foto: pixabay/simon)

Pendapatan iklan sendiri masih naik dari tahun ke tahun untuk kuartal pertama Google, tetapi pertumbuhannya melambat.

"Seperti yang telah kami umumkan, kami memperlambat laju perekrutan dan investasi kami, dan sebagai hasilnya kami tidak bisa merekrut sebanyak mungkin orang baru, full time dan sementara, seperti yang kami rencanakan pada awal tahun," kata juru bicara Google kepada Times.

Sementara itu, tawaran yang dibatalkan tersebut menimbulkan masalah yang lebih besar bagi orang-orang yang saat ini kehilangan pekerjaan.

The Times melaporkan, bahwa beberapa orang meninggalkan posisi full time, untuk menerima pekerjaan kontrak dengan Google. Karena mereka meninggalkan posisinya secara sukarela, emreka mungkin tak mendapat pesangon. (Ryn)

Baca Juga:

Pengguna Harian Tembus 300 Juta, Zoom Tingkatkan Kapasitas Layanan

#Google #Virus Corona #COVID-19
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Raden Yusuf Nayamenggala

I'm not perfect but special
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Ingat! Hal Ini Yang Tidak Ada Tergantikan Oleh AI
AI pada dasarnya bekerja berdasarkan data dan instruksi yang diberikan manusia sehingga cenderung hanya mampu bereaksi terhadap apa yang dipelajarinya.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 16 Juli 2026
Ingat! Hal Ini Yang Tidak Ada Tergantikan Oleh AI
Lifestyle
Indonesia Masuk Wilayah Tercepat Penggunaan Gemini, Prompt Gunakan Bahasa Lokal
Laporan menunjukkan 75 persen permintaan kepada Gemini di kawasan berasal dari perangkat seluler. Lebih dari 40 persen perintah telah menggunakan masukan multimodal berupa suara, foto, atau video
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 15 Juli 2026
Indonesia Masuk Wilayah Tercepat Penggunaan Gemini, Prompt Gunakan Bahasa Lokal
Indonesia
Pemotor Wanita Tanpa SIM Nekat Terobos Tol Jakarta-Cikampek KM 50, Google Maps Makan Korban Lagi
Beruntung, kesigapan petugas Kepolisian didukung tim layanan jalan tol berhasil menghentikan laju kendaraan sebelum fatalitas kecelakaan terjadi
Angga Yudha Pratama - Rabu, 01 Juli 2026
Pemotor Wanita Tanpa SIM Nekat Terobos Tol Jakarta-Cikampek KM 50, Google Maps Makan Korban Lagi
Tekno
Android 17: Transfer Data iPhone Kini Lebih Mudah
Android 17 hadir dengan fitur transfer data iPhone tanpa kabel, AI Gemini Intelligence, keamanan lebih ketat, multitasking canggih, dan dukungan HyperOS 4 untuk sejumlah HP Xiaomi
ImanK - Jumat, 19 Juni 2026
Android 17: Transfer Data iPhone Kini Lebih Mudah
Indonesia
Uni Eropa Segera Denda Google, Dihitung Berdasarkan Omzet Perusahaan
Google menyatakan bersedia bekerja sama dengan regulator, namun menganggap banyak tuntutan tersebut justru kontraproduktif.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 26 Mei 2026
Uni Eropa Segera Denda Google, Dihitung Berdasarkan Omzet Perusahaan
Fashion
Google Photos Hadirkan Fitur 'Wardrobe', Lemari Digital yang Bisa Mix & Match Outfit
Google Photos akan menghadirkan fitur AI 'Wardrobe' yang mampu mengubah foto menjadi lemari pakaian digital. Bisa mix & match outfit hingga try-on virtual.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 30 April 2026
Google Photos Hadirkan Fitur 'Wardrobe', Lemari Digital yang Bisa Mix & Match Outfit
Indonesia
Bandel Google Abaikan PP Tunas Terancam Pada Penutupan Akses
Mengikuti prosedur dalam regulasi tersebut, Google mendapat sanksi berupa teguran melalui surat dari Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kemkomdigi.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 10 April 2026
Bandel Google Abaikan PP Tunas Terancam Pada Penutupan Akses
Indonesia
YouTube Tetap Bandel Langgar PP Tunas, Google Kena Rapor Merah dan Surat Teguran
Pemerintah Indonesia menjatuhkan rapor merah dan sanksi kepada Google sebagai pemilik YouTube karena dinilai tidak menunjukkan iktikad untuk batas usia minimal pengakses 16 tahun yang diatur dalam PP Tunas.
Wisnu Cipto - Kamis, 09 April 2026
YouTube Tetap Bandel Langgar PP Tunas, Google Kena Rapor Merah dan Surat Teguran
Indonesia
Waspada Ledakan COVID-19 Cicada, Varian Baru Incar Anak Tanpa Vaksin di 25 Negara Dunia
Nurhadi mengingatkan pemerintah agar tidak hanya fokus pada masuknya varian ke tanah air, tetapi lebih menekankan pada kekuatan kapasitas deteksi dini
Angga Yudha Pratama - Rabu, 08 April 2026
Waspada Ledakan COVID-19 Cicada, Varian Baru Incar Anak Tanpa Vaksin di 25 Negara Dunia
Indonesia
Langgar PP Tunas, Meta dan Google Dicecar 29 Pertanyaan Saat Diperiksa Komdigi
Meta dan Google belum memenuhi kewajiban membatasi akses anak16 tahun ke bawah di Indonesia
Wisnu Cipto - Selasa, 07 April 2026
Langgar PP Tunas, Meta dan Google Dicecar 29 Pertanyaan Saat Diperiksa Komdigi
Bagikan