Sempat Dilarang Kapolri, Jokowi Tetap Nekat

Thomas KukuhThomas Kukuh - Minggu, 17 Maret 2019
Sempat Dilarang Kapolri, Jokowi Tetap Nekat

Presiden Jokowi saat berkunjung ke posko darurat ledakan bom Sibolga. (Antaranews)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Kapolri Tito Karnavian sempat mengingatkan Presiden Joko Widodo yang berencana melakukan kunjungan ke Sibolga, Sumatera Utrara. Tito mengingatkan agar presiden yang akrab disapa Jokowi itu menunda kunjungan lantaran Sibolga baru saja diguncang bom bunuh diri. Namun Jokowi tetap nekat. Dia memilih untuk tetap mengunjungi Sibolga demi kecintaannya kepada masyarakat.

“Kapolri sampaikan kepada saya, agar tidak usah ke Sibolga karena terkait keamanan. Itu sama sewaktu saya ke Afghanistan. Tapi saya tolak. Tidak! Saya harus ke Sibolga!” kata Jokowi di Hotel Wisata Indah Sibolga usai meresmikan Pelabuhan Sibolga, Minggu (17/3).

Kata Jokowi, keamanan itu urusan Polri dan TNI. “Pokoknya saya mau ketemu dengan rakyat saya, masak saya takut,” imbuhnya.

Jokowi Sibolga
Presiden Jokowi saat melakukan kunjungan ke Sibolga. (Antara)

Dia lantas membandingkan, ke Afghanistan saja dirinya pergi, apalagi cuma ke Sibolga. Masak tidak berani. Tentu saja keberanian dan kebulatan tekat Jokowi ke Sibolga diapresiasi masyarakat di sana. Mereka tergabung dalam lintas tokoh agama, pemuda dan juga masyarakat pada pertemuan tersebut.

Mantan wali kota Solo itu mengaku kaget dengan aksi bom bunuh diri di Sibolga. Kata dia, Sibolga selama ini dikenal damai, aman sejuk. “Kok bisa-bisa terjadi aksi bom yang cukup besar,” ujarnya dengan nada heran.

Apalagi, lanjut Jokowi, selama ini tidak ada sejarahnya di Sibolga ada kejadian seperti itu. Biasa, teror bom terjadi di Jawa. Karenanya, Jokowi meminta masyarakat terus waspada dan berhati-hati. “Untuk itu saya titipkan Sibolga dan Tapanuli Tengah ini kepada bapak-ibu para tokoh agama pemuda dan kita semuanya,” ujar Jokowi.

Dia lantas meminta masyarakat agar benar-benar peduli dan membangun komunikasi dengan tetangga dan keluarga. “Kalau ada yang tiba-tiba berubah dari keluarga atau tetangga, kita harus peduli dan melaporkan kepada aparat. Intinya kejadian seperti yang kemarin jangan terulang lagi di Sibolga kita ini,” tegasnya.

#Bom #Teror Bom #Bom Bunuh Diri #Jokowi
Bagikan
Ditulis Oleh

Thomas Kukuh

Berita Terkait

Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Jokowi Berwasiat Agar Gibran dan Kaesang Jadi Pasangan Capres-Cawapres di Pemilu 2029
Beredar informasi yang menyebut Presiden ke-7 RI Joko Widodo akan menduetkan Gibran-Kaesang di Pilpres 2029. Cek kebenaran informasinya.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 28 Januari 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Jokowi Berwasiat Agar Gibran dan Kaesang Jadi Pasangan Capres-Cawapres di Pemilu 2029
Indonesia
Hadir Bawa Badan, Eks Menpora Dito Siap Diperiksa KPK soal Dampingi Jokowi Lobi Haji
Dito Ariotedjo ikut mendampingi Jokowi bertemu PM Arab Saudi Mohammed bin Salman Al-Saud membahas lobi penambahan kuota haji Indonesia tahun 2024.
Wisnu Cipto - Jumat, 23 Januari 2026
Hadir Bawa Badan, Eks Menpora Dito Siap Diperiksa KPK soal Dampingi Jokowi Lobi Haji
Indonesia
Roy Suryo Ajukan Ahli Bedah Saraf hingga Pendeteksi Gambar ke Polda Metro, Tepis Penetapan Status Tersangka Dirinya
Polda Metro Jaya menjadwalkan pemeriksaan sejumlah saksi dan ahli meringankan yang diajukan Roy Suryo Cs dalam kasus tudingan ijazah palsu Jokowi.
Dwi Astarini - Selasa, 20 Januari 2026
Roy Suryo Ajukan Ahli Bedah Saraf hingga Pendeteksi Gambar ke Polda Metro, Tepis Penetapan Status Tersangka Dirinya
Indonesia
Ketua Komisi III DPR Sebut Restorative Justice Kasus Ijazah Jokowi, Bukti Implementasi KUHP Baru
Penerapan mekanisme keadilan restoratif (restorative justice/RJ) dalam perkara tersebut mencerminkan arah kebijakan hukum pidana nasional di masa depan.
Dwi Astarini - Senin, 19 Januari 2026
Ketua Komisi III DPR Sebut Restorative Justice Kasus Ijazah Jokowi, Bukti Implementasi KUHP Baru
Indonesia
Eggi Sudjana Ajukan RJ ke Polda, Kasus Hoaks Ijazah Jokowi Berpotensi Damai
Tersangka Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis telah mengajukan surat permohonan restorative justice (RJ) ke Polda Metro Jaya.
Wisnu Cipto - Jumat, 16 Januari 2026
Eggi Sudjana Ajukan RJ ke Polda, Kasus Hoaks Ijazah Jokowi Berpotensi Damai
Indonesia
Kuasa Hukum Jokowi: Terlalu Dini Simpulkan Restorative Justice usai Pertemuan dengan Eggi Sudjana
Kuasa hukum Jokowi, Yakup Hasibuan mengatakan, terlalu dini membicarkan restorative justice usai kliennya bertemu dengan Eggi Sudjana.
Soffi Amira - Sabtu, 10 Januari 2026
Kuasa Hukum Jokowi: Terlalu Dini Simpulkan Restorative Justice usai Pertemuan dengan Eggi Sudjana
Indonesia
Jokowi Maafkan 2 Tersangka Kasus Ijazah Palsu, PSI: Proses Hukum Harus Tetap Berjalan
Presiden ke-7 RI, Jokowi, memaafkan dua tersangka kasus ijazah palsu. Namun, PSI menyebutkan bahwa proses hukum harus tetap berjalan.
Soffi Amira - Sabtu, 10 Januari 2026
Jokowi Maafkan 2 Tersangka Kasus Ijazah Palsu, PSI: Proses Hukum Harus Tetap Berjalan
Indonesia
2 Tersangka Kasus Ijazah Palsu Kunjungi Rumah Jokowi di Solo, Apa Saja yang Dibahas?
Dua tersangka kasus ijazah palsu menemui Jokowi di Solo, Kamis (8/1) sore. Lokasi kediamannya pun langsung disterilkan.
Soffi Amira - Jumat, 09 Januari 2026
2 Tersangka Kasus Ijazah Palsu Kunjungi Rumah Jokowi di Solo, Apa Saja yang Dibahas?
Indonesia
Sidang Gugatan Ijazah Jokowi, Tergugat tak Bisa Tunjukkan Ijazah karena Dibawa Polda Metro
Tim kuasa hukum tergugat hanya mengajukan satu alat bukti berupa salinan hasil pemindaian laporan polisi yang menyatakan ijazah sedang disita.
Dwi Astarini - Rabu, 07 Januari 2026
Sidang Gugatan Ijazah Jokowi, Tergugat tak Bisa Tunjukkan Ijazah karena Dibawa Polda Metro
Indonesia
SBY Dibawa-bawa dalam Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Demokrat Tegaskan itu Fitnah
Susilo Bambayng Yudhoyono (SBY) dikaitkan dengan isu ijazah palsu Jokowi. Partai Demokrat pun menegaskan, bahwa hal itu merupakan fitnah.
Soffi Amira - Jumat, 02 Januari 2026
SBY Dibawa-bawa dalam Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Demokrat Tegaskan itu Fitnah
Bagikan