Sekolah di Zona Hijau Kembali Dibuka, Gugus Tugas Ingatkan Hati-hati

Andika PratamaAndika Pratama - Selasa, 16 Juni 2020
Sekolah di Zona Hijau Kembali Dibuka, Gugus Tugas Ingatkan Hati-hati

Salah satu sekolah di Palu menerapkan berbaris berjarak antarsiswa saat sebelum masuk ke ruang kelas diawasi aparat kepolisian. (ANTARA/Humas Kota Palu)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah memutuskan kegiatan belajar mengajar di sekolah dengan sistem tatap muka boleh dilakukan kembali. Namun, hanya di wilayah tertentu yaitu zona hijau tidak tercatat adanya kasus positif COVID-19.

Berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, sementara ini ada 92 kabupaten/kota yang dinyatakan masuk zona hijau atau belum terdampak corona.

Baca Juga

Madrasah dan Sekolah Berasrama Dilarang Buka Kegiatan Belajar Meski di Zona Hijau

Adapun kategori daerah yang masuk zona kuning atau risiko rendah berjumlah 136 kabupaten/kota. Hanya saja, catatan tersebut masih belum pasti karena menggunakan perkembangan terakhir pada pekan lalu.

“Sekarang ini ada 92 kabupaten/kota, tetapi ini adalah data pada tanggal 7 Juni yang lalu. Kami akan segera mengumumkan setelah data lebih lengkap lagi,” sebut Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Doni Monardo kepada wartawan, Senin (15/6).

Doni berharap, jumlah zona hijau tersebut tidak berkurang. Namun, dia tidak memungkiri bila di kemudian hari daerah tersebut bisa saja berubah menjadi zona kuning.

Santri bersiap mengikuti proses belajar mengajar di Pondok Pesantren Mambaul Ulum, Bata-Bata, Pamekasan, Jawa Timur, Ahad (14/6/2020). ANTARA FOTO/Saiful Bahri/foc.
Santri bersiap mengikuti proses belajar mengajar di Pondok Pesantren Mambaul Ulum, Bata-Bata, Pamekasan, Jawa Timur, Ahad (14/6/2020). ANTARA FOTO/Saiful Bahri/foc.

Sebab, penentuan sebuah area yang aman dari risiko penularan itu tergantung dari fakta perkembangan kasus yang dapat terjadi sewaktu-waktu di masing-masing daerah.

Menurut dia, tidak mudah untuk meningkatkan status dari zona kuning ke hijau karena membutuhkan kerja sama semua elemen dari pemerintah hingga masyarakat. Kunci keberhasilan mempertahankan zona hijau adalah hanya displin mengikuti protokol kesehatan.

“Ini bukan kerja satu dua pihak, tapi kerja bersama, gotong royong. Selama seluruh masyarakat bisa meningkatkan disiplin untuk taat kepada protokol kesehatan, maka zona hijau akan tetap bertahan. Tetapi manakala upaya untuk meningkatkan disiplin mengalami pengendoran, bisa jadi zona hijau menjadi zona kuning,” ujarnya.

Doni menambahkan, jika nantinya sekolah dibuka, sangat mungkin dilakukan pengambilan sampel untuk uji rapid test secara berkala, termasuk melakukan tes PCR bila sewaktu-waktu dibutuhkan. Namun, pemeriksaan tersebut hanya untuk wilayah atau tempat tertentu.

Jika angkanya tinggi, hal ini mengartikan bahwa wilayah tersebut tidak atau belum memenuhinya semua peralatan yang diharapkan baik oleh WHO maupun dari Kementerian Kesehatan.

"Bisa saja warna ini mengalami perubahan setiap saat tergantung dari perkembangan dan dinamika yang terjadi, sehingga yang tadinya risikonya rendah atau warna kuning bisa tidak ada dampak. Tidak ada kasus positif, tidak ada angka kematian, kemudian kesiapan pelayanan kesehatan semakin meningkat sehingga bisa kembali ke zona hijau," ucap Doni.

Untuk itulah, semua komponen baik pusat maupun daerah perlu adanya kehati-hatian serta memperhitungkan secara matang dan seksama. Sehingga, bisa mengantisipasi segala risiko yang akan timbul.

Terkait kekhawatiran masyarakat bahwa saat sekolah dibuka ternyata ada perubahan zona, Doni memberikan penjelasan bahwa kunci dari persoalan tersebut adalah protokol kesehatan.

"Selama seluruh masyarakat bisa disiplin untuk taat protokol kesehatan, maka zona hijau akan bertahan, tapi manakala upaya disiplin kendor, bisa jadi zona hijau jadi kuning. Potensi untuk kembali ke zona kuning dari hijau, bukan hal mudah. Kerja keras, kerja sama sangat penting," lanjutnya.

Baca Juga

Nadiem Pastikan Perkuliahan Tetap Dilakukan Online

Doni menegaskan pihaknya akan terus memperbaharui dan memberikan informasi terkait data penanganan corona terkini di tiap daerah. Sehingga, baik orang tua murid dan pihak sekolah dapat memutuskan aturan yang sesuai untuk mencegah adanya kasus penularan terhadap peserta didik.

"Kita tidak ingin ada anak-anak kita yang mengalami risiko terpapar karena kurang kehati-hatian dari kita semuanya. Oleh karenanya sekali lagi komitmen kita adalah membuka pendidikan, memulai kegiatan tatap muka di tempat yang paling aman yaitu daerah yang tidak ada dampaknya," tutur jenderal tiga ini. (Knu)

#Sekolah
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Rano Karno Janji 214 Sekolah Rusak di DKI Jakarta Segera Diperbaiki, Bertahap Sesuai Anggaran
Penyesuaian itu membuat sejumlah sekolah terpaksa menunggu giliran untuk direvitalisasi, dengan mempertimbangkan kemampuan fiskal Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 16 Oktober 2026
Rano Karno Janji 214 Sekolah Rusak di DKI Jakarta Segera Diperbaiki, Bertahap Sesuai Anggaran
Dunia
34 Anak Tewas, 50 Lainnya Luka-Luka dalam Insiden Atap Sekolah Roboh di Paskitan
Anak-anak yang tewas atau terluka di sekolah Al-Khair tersebut berusia 6 hingga 12 tahun.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
  34 Anak Tewas, 50 Lainnya Luka-Luka dalam Insiden Atap Sekolah Roboh di Paskitan
Dunia
Atap Sekolah Ambruk, 30 Orang Tewas Termasuk 29 Siswa
Sebanyak 30 orang, termasuk 29 siswa dan seorang guru, dilaporkan tewas setelah atap sebuah sekolah swasta ambruk di Pakistan.
Yusuf Abdillah - Kamis, 15 Oktober 2026
Atap Sekolah Ambruk, 30 Orang Tewas Termasuk 29 Siswa
Indonesia
Atap SDN Cepoko 2 Sragen Mendadak Roboh, 2 Guru Alami Luka
Atap SDN Cepoko 2 Sragen mendadak ambruk. Kejadian itu menimpa dua guru yang mengalami luka.
Soffi Amira - Kamis, 08 Oktober 2026
Atap SDN Cepoko 2 Sragen Mendadak Roboh, 2 Guru Alami Luka
Indonesia
FSGI Catat 100 Kasus Kekerasan di Satuan Pendidikan, 60 Persen Kekerasan Seksual
FSGI mencatat 100 kasus kekerasan di satuan pendidikan sepanjang Januari-September 2026. Sebanyak 60 persen merupakan kekerasan seksual.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 06 Oktober 2026
FSGI Catat 100 Kasus Kekerasan di Satuan Pendidikan, 60 Persen Kekerasan Seksual
Indonesia
Program MBG Uji Coba Sistem Prasmanan ala Jepang, Siswa Ikut Sajikan Makanan
BGN menguji coba sistem prasmanan MBG di lebih dari 60 dapur SPPG. Siswa ikut piket menyajikan makanan hangat di kelas seperti di Jepang.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 06 Oktober 2026
Program MBG Uji Coba Sistem Prasmanan ala Jepang, Siswa Ikut Sajikan Makanan
Dunia
Demo Pelajar di Prancis Rusuh, Pemerintah Tutup Ratusan SMA
Para siswa mengatakan jam sekolah terlalu panjang, fasilitas tidak memadai, termasuk ruang kelas yang terlalu panas, dan terlalu banyak ketidakhadiran pengajar.
Dwi Astarini - Sabtu, 03 Oktober 2026
 Demo Pelajar di Prancis Rusuh, Pemerintah Tutup Ratusan SMA
Indonesia
Kemendikdasmen Tetapkan Bahasa Inggris Wajib untuk Kelas 3 SD Mulai 2027
Bahasa Inggris akan menjadi mata pelajaran wajib bagi murid kelas 3 SD mulai tahun ajaran 2027/2028. Kemendikdasmen siapkan pelatihan guru.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 03 Oktober 2026
Kemendikdasmen Tetapkan Bahasa Inggris Wajib untuk Kelas 3 SD Mulai 2027
Indonesia
DPR Minta Perkuat Pengawasan Anggaran Revitalisasi Sekolah, Rawan Dikorupsi
Anggaran revitalisasi atau perbaikan gedung sekolah masih rawan disalahgunakan.
Yusuf Abdillah - Rabu, 23 September 2026
DPR Minta Perkuat Pengawasan Anggaran Revitalisasi Sekolah, Rawan Dikorupsi
Indonesia
BGN Coret 1.653 Sekolah dari Penerima MBG, Maluku dan Papua Jadi Prioritas
BGN mencoret 1.653 sekolah dari penerima MBG. Kini, Maluku dan Papua masuk prioritas.
Soffi Amira - Jumat, 11 September 2026
BGN Coret 1.653 Sekolah dari Penerima MBG, Maluku dan Papua Jadi Prioritas
Bagikan