Seknas FITRA Sebut Pemprov DKI Belum Punya Konsep Terkait Ajang Formula E
Sekertaris Jenderal Seknas FITRA, Ahmad Misbhakul Hasan. (MP/Asropih)
MerahPutih.com - Sekertaris Jenderal Seknas FITRA, Ahmad Misbhakul Hasan menyayangkan penambahan anggaran belanja langsung untuk perhelatan Formula E dalam Kebijakan Umum Perubahan Anggaran Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUPA-PPAS) untuk rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) tahun anggaran 2019.
Karena hal itu, lanjutnya, Pemprov DKI belum memiliki konsep yang matang untuk perhelatan Formula E, tapi sudah mengajukan anggaran untuk ajang balap mobil listrik di tahun 2020 itu.
Baca Juga: Jakarta Gelar Formula E 2020, Anies: Potensi Ekonomi Capai Rp 1,2 Triliun
"Formula E saya yakin belum punya konsep seperti apa, yang penting mengubah dokumenya dulu dipikirkan belakangn itu. Ini sepertinya yang harus di kritisi," kata dia dalam diskusi bertema 'Mendadak Rajin di Akhir Jabatan' di kantor DPP PSI, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (13/8).
Harusnya, kata dia, Pemerintah DKI mengutamakan hal yang prioritas seperti anggaran soal polusi udara. Mengingat saat itu kualitas udara di Jakarta dalam kondisi darurat.
"Diutamankan prioritas lain oleh Pemerintah provinsi DKI. Misalkan penanganan tentang polusi kemacetan, banjir kalau musim hujan. Itu yang harus dipikirkan," tuturnya.
Dalam kesempatan yang sama Anggota DPRD DKI Jakarta periode 2019-2024 baru PSI, Idris Ahmad menuturkan, adanya kenaikan anggaran drastis menyangkut wacana diadakannya balap Formula E, selama masuk akal dirinya tak mempermasalahkan.
Namun bila diluar batas, lanjut dia, harusnya dewan melakukan evaluasi dan mematikan program yang tidak berjalan.
Baca Juga: Anies Belum Mau Bocorkan Pengeluaran Dana untuk Ajang Formula E
"Harusnya DPRD evaluasi apa-apa saja yang dievaluasi, apa-apa saja yang harus di harusnya yang nggak berjalan di matikan," jelas Idris.
Itu sebabnya, Idris bersama PSI ingin menjalankan fungsi pengawasan anggaran kepada publik dengan cara menjalankan fungsi pengawasan dengan baik.
"Ini anggarannya ratusan milyar atau trilun dari kekhawatiran ini, mari kita kawal bersama ini jangan-jangan APBD 2019 luput dari pengawasan," tutup Idris.
Sebelumnya, Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah mengatakan penambahan anggaran belanja langsung untuk pergelaran olahraga kemungkinan memang untuk perhelatan Formula E.
"Terkait nomenklatur apakah Formula E? Iya kemungkinan demikian," kata Saefullah.
Saefullah mengungkapkan, nilai Kebijakan Umum Perubahan Anggaran Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUPA-PPAS) untuk rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) DKI 2019 turun Rp 2,55 triliun dari APBD 2019.
"Ada penurunan dari Rp 88,09 triliun, di anggaran perubahan ini akan menjadi Rp 86,52 triliun. Terjadi penurunan Rp 2,55 triliun," tutup Saefullah. (Asp)
Baca Juga: Wakil Ketua DPRD DKI Dukung Pemerintah Gelar Formula E
Bagikan
Asropih
Berita Terkait
Buah Bekas Gigitan Kelelawar Bawa Ancaman Kematian, Bisa Jadi Inang Utama Virus Nipah
Teknologi Sensor Kebauan RDF Rorotan Jalani Kalibrasi Lapangan, Sensor Dipastikan Tetap Akurat
Sentra Kuliner Lenteng Agung Diserbu 'Rojali' Sang Pendongkrak Ekonomi
Cincin Donat MRT Jakarta Hubungkan 4 Gedung Sultan di Dukuh Atas Mulai 2026
DPRD DKI Ingatkan Dinas SDA untuk Singkirkan Ego Sektoral atau Jakarta Tetap Jadi Langganan Banjir
Tanggapan Santai Pramono Pedagang Daging di Jakarta Ancam Mogok Jualan 3 Hari
Jakarta Dikepung Genangan, Polisi Turun Tangan Cegah Warga Terjebak Banjir
Pramono Sebut Pembayar QRIS di Jakarta Meroket Hingga 177 Persen di 2025, Tembus 5 Miliar Transaksi
Pemprov DKI Kucurkan Subsidi Rp 6,4 Triliun untuk Urusan Transportasi, Perut Sampai Pengelolaan Air Limbah
Pramono Tegaskan Ekonomi Jakarta 2025 Surplus Rp3,89 Triliun, Investasi Tembus Target