Sekjen PBB Peringatkan Perang Dingin Baru Rusia-Amerika Serikat

Zulfikar SyZulfikar Sy - Sabtu, 31 Maret 2018
Sekjen PBB Peringatkan Perang Dingin Baru Rusia-Amerika Serikat

Sekjen PBB Antonio Guterrres. (antonioguterres.gov.pt)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-bangsa Antonio Guterres pada Kamis memperingatkan bahwa hubungan Rusia dengan Amerika Serikat sedang memburuk ke situasi yang "agak sama dengan yang berlangsung saat Perang Dingin".

Ia menyerukan agar hubungan dijaga.

Hanya beberapa hari setelah Amerika Serikat mengumumkan akan mengusir 12 diplomat Rusia di PBB terkait serangan racun syaraf di Inggris, Guterres mendesak Washington dan Moskow untuk membangun kembali saluran komunikasi untuk mencegah agar ketegangan tidak meningkat.

"Pada Perang Dingin, ada mekanisme komunikasi dan pengendalian untuk menjaga peningkatan insiden, untuk memastikan bahwa keadaan tidak lepas kendali ketika ketegangan meningkat. Mekanisme-mekanisme itu sudah dibongkar," kata Guterres, dilansir Antara.

"... Saya percaya bahwa mekanisme-mekanisme ini kembali penting," katanya kepada para wartawan.

Perang Dingin, yang berlangsung selama empat dasawarsa setelah Perang Dunia Kedua, ditandai dengan ketegangan geopolitik Amerika Serikat dan sekutu-sekutu Baratnya di satu sisi dengan Uni Soviet dan negara-negara lain blok timur.

Amerika Serikat mengatakan pada Senin bahwa Washington akan mengusir 60 diplomat Rusia, termasuk 12 di antaranya yang ditempatkan di misi Rusia untuk PBB di New York. Pengusiran oleh AS itu merupakan langkah hukuman yang juga diambil negara-negara di Eropa terhadap Kremlin atas serangan racun saraf yang dialami mantan mata-mata Rusia di Inggris, yang mereka tuduhkan dilakukan oleh Moskow.

Dubes Rusia untuk Inggris, Alexander Yakovenko, mengadakan konferensi pers di kedubes Rusia di London, Inggris, Kamis (22/3). (ANTARA FOTO/REUTERS/Simon Dawson)
Dubes Rusia untuk Inggris, Alexander Yakovenko, mengadakan konferensi pers di kedubes Rusia di London, Inggris, Kamis (22/3). (ANTARA FOTO/REUTERS/Simon Dawson)

Rusia membantah memiliki keterlibatan apa pun dalam serangan 4 Maret itu.

Pada Kamis, Moskow mengumumkan pihaknya juga akan mengusir 60 diplomat Amerika Serikat serta menutup konsulat AS di St Petersburg.

Washington dan Moskow sebelumnya sudah terlibat dalam serangkaian perselisihan, yaitu terkait pencaplokan Krimea di Ukraina oleh Rusia, perang di Suriah serta dugaan-dugaan bahwa Rusia mencampuri pemilihan presiden AS 2016.

Rusia juga khawatir bahwa Presiden AS Donald Trump sedang merencanakan tindakan militer terhadap pemerintah Suriah atas tuduhan penggunaan senjata kimia dalam konflik yang telah berlangsung lama di Suriah.

Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley mengatakan Washington "tetap siap bertindak jika diharuskan", seperti yang dilakukannya pada April tahun lalu ketika AS mengebom sebuah pangkalan udara pemerintah Suriah, yang dikatakannya digunakan sebagai tempat untuk melancarkan serangan gas beracun maut.

Guterres menekankan bahwa perbedaan kunci antara situasi saat ini dan Perang Dingin adalah bahwa sekarang ada "banyak aktor yang relatif independen yang memiliki peranan penting di banyak konflik yang kita saksikan sekarang, dengan risiko peningkatan (ketegangan) yang bisa diketahui." (*)

#Rusia #Amerika Serikat
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Insiden Rollercoaster di Amerika Serikat, 1 Orang Tewas
Saksi mata memberi tahu media lokal bahwa mereka melihat seorang pria terlempar dari wahana tersebut.
Dwi Astarini - Selasa, 13 Oktober 2026
Insiden Rollercoaster di Amerika Serikat, 1 Orang Tewas
Dunia
USS Abraham Lincoln Tiba di San Diego, ABK Stres 265 Hari Satroni Iran Pulang Tanpa Kemenangan
Isak tangis haru berbaur rasa trauma membuncah di San Diego Bay, California, saat kapal induk raksasa Angkatan Laut Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln, akhirnya resmi berlabuh
Wisnu Cipto - Sabtu, 10 Oktober 2026
USS Abraham Lincoln Tiba di San Diego, ABK Stres 265 Hari Satroni Iran Pulang Tanpa Kemenangan
Dunia
Eksekusi Tembak Mati Tentara AS Pembunuh 13 Rekannya Bakal di Siarkan Langsung
Nidal Malik Hasan divonis bersalah karena telah membunuh 13 rekannya sesama tentara AS di sebuah pangkalan militer di Texas pada 2009.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 09 Oktober 2026
Eksekusi Tembak Mati Tentara AS Pembunuh 13 Rekannya Bakal di Siarkan Langsung
Indonesia
PHK 6.000 Warga AS, Karyawan Asing di Microsoft Ditolak Jadi Residen
"Mereka juga telah melakukan PHK terhadap 6.000 pekerja Amerika dan menggantinya dengan 6.300 pekerja pemegang visa H-1B," kata Vance.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 09 Oktober 2026
PHK 6.000 Warga AS, Karyawan Asing di Microsoft Ditolak Jadi Residen
Dunia
Jangan Liburan ke New York Dulu, Gubernur Terbitkan Dekrit Darurat Campak Hingga 4 November
Gubernur New York Kathy Hochul resmi menetapkan status darurat bencana akibat ledakan wabah campak hingga 4 November 2026. Simak peringatan penting ini!
Wisnu Cipto - Selasa, 06 Oktober 2026
Jangan Liburan ke New York Dulu, Gubernur Terbitkan Dekrit Darurat Campak Hingga 4 November
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Dunia
Rektor Cornell University Tegaskan Kampus Harus Berbenah setelah Kasus Pemerkosaan
Rektor Cornell University menggambarkan dugaan yang disampaikan perempuan tersebut, yang diidentifikasi sebagai Jane Doe, sebagai hal yang ‘sangat meresahkan’.
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Rektor Cornell University Tegaskan Kampus Harus Berbenah setelah Kasus Pemerkosaan
Dunia
Kasus Pemerkosaan Cornell University, Rektor Dukung Pemeriksaan Eksternal
Korban mengklaim ia dicekoki ketamin, dianiaya, dan diperkosa tujuh anggota fraternity Chi Phi.
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Kasus Pemerkosaan Cornell University, Rektor Dukung Pemeriksaan Eksternal
Dunia
Pekerja Lab di Rusia Meninggal Diduga Terinfeksi 'Pes', Hampir 200 Orang Dikarantina
Seorang pekerja laboratorium di Rusia meninggal dunia. Ia diduga terinfeksi virus Pes. Namun, penyebabnya masih misterius.
Soffi Amira - Senin, 05 Oktober 2026
Pekerja Lab di Rusia Meninggal Diduga Terinfeksi 'Pes', Hampir 200 Orang Dikarantina
Dunia
AS Siapkan Tambahan Pasukan dan Pesawat Militer ke Israel, Ada Apa?
Amerika Serikat (AS) dikabarkan tengah menyiapkan pengerahan tambahan pasukan dan pesawat militer ke Israel.
Yusuf Abdillah - Senin, 05 Oktober 2026
AS Siapkan Tambahan Pasukan dan Pesawat Militer ke Israel, Ada Apa?
Bagikan