Krisis Rohingya

Sekitar 100.000 Pengungsi Rohingya Terancam Tanah Longsor

Eddy FloEddy Flo - Selasa, 30 Januari 2018
Sekitar 100.000 Pengungsi Rohingya Terancam Tanah Longsor

Pengungsi Rohingya melewati perbatasan Bangladesh-Myanmar di Teknaf, Bangladesh, Minggu (3/9). (REUTERS/Mohammad Ponir Hossain)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Nasib ratusan ribu pengungsi Rohingya di Bangladesh semakin tak menentu menyusul musim hujan yang melanda wilayah tersebut. Sebagaimana dilaporkan lembaga kemanusiaan PBB, sekitar 100.000 pengungsi Rohingya yang berada di tempat penampungan di Bangladesh terancam menjadi korban tanah longsor saat musim hujan.

Bahkan, tak sedikit pengungsi yang mendiami kawasan kumuh dan berlumpur.

Saat ini tercatat lebih dari 900.000 pengungsi Rohingya di area Cox's Bazar, Bangladesh, setelah hampir 700.000 orang melarikan diri dari gelombang kekerasan di Myanmar mulai pada akhir Agustus tahun lalu.

Banyak lembaga kemanusian mengatakan bahwa tempat penampungan bagi para pengungsi itu sangat tidak layak.

"Pemetaan resiko bencana longsor dan banjir menunjukkan bahwa sedikitnya 100.000 orang berada dalam bahaya besar. Mereka harus segera direlokasi ke tempat baru atau ke pemukiman terdekat yang mereka tempati saat ini," demikian laporan PBB.

Sebagaimana dilansir Antara, laporan PBB juga mengungkapkan kurangnya lahan masih menjadi tantangan utama mengingat tempat-tempat penampungan itu sangat padat sehingga memunculkan situasi hidup yang sangat sulit. Tidak ada lagi tempat untuk fasilitas bantuan.

"Di samping itu, kepadatan pengungsi membuat resiko kesehatan semakin meninggi dan memudahkan penyebaran penyakit seperti wabah difteri yang kini sudah mulai menyebar di sebagian area pengungsian," kata mereka.

Meski program vaksinasi nampak berhasil menghentikan resiko penyebaran wabah kolera, saat ini penderita dan terduga penderita difteri sudah tercatat mencapai 4.865 orang. Sebanyak 35 di antara mereka sudah meninggal.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) hingga kini sudah melakukan vaksinasi difteri terhadap lebih dari 500.000 pengungsi Rohingya. Lalu pada Sabtu, para pekerja WHO mulai memberikan vaksinasi lanjutan kepada 350.000 anak-anak.

WHO juga memberikan 2.500 dosis anti-toxin, yang kini mengalami kelangkaan cadangan secara global, untuk menangani dampak mematikan dari penyakit difteri. Meskipun gondok jarang menyebabkan kematian, penyakit ini bisa menyebabkan komplikasi seperti meningtis.

Sebagian besar pengungsi Rohingya--sekitar 585.000 orang--kini bertahan di area yang sangat padat bernama Kutupalong-Balukhali.

"Sebagian besar lahan pengungsian ini tidak cocok untuk pemukiman manusia karena beresiko besar terkena banjir dan langsor. Area itu juga semakin buruk karena sangat padat," kata laporan PBB.

Banjir dan longsor yang akan terjadi sepanjang musim hujan akan membuat situasi bertambah sangat buruk demikian keterangan aktivis PBB dari lokasi penampungan.

Beberapa laporan lain menunjukkan bahwa semua jalanan di sekitar tempat penampungan tidak bisa lagi diakses dengan truk besar sehingga organisasi Program Pangan Dunia (WFP) tengah mempertimbangkan menggunakan kuli angkut untuk mendistribusikan makanan.(*)

#Pengungsi Rohingya #Imigran Rohingya #Bangladesh
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Nasib Tragis Pengungsi Rohingya, 500 Orang Diduga Tewas Tenggelam di Perairan Myanmar
Dua kapal pengungsi Rohingya tenggelam di Myanmar. UNHCR dan IOM menduga lebih dari 500 orang tewas. Mayoritas berasal dari Cox’s Bazar, Bangladesh.
Wisnu Cipto - Kamis, 16 Juli 2026
Nasib Tragis Pengungsi Rohingya, 500 Orang Diduga Tewas Tenggelam di Perairan Myanmar
Dunia
Hujan Deras dan Banjir Bandang Melanda Bangladesh, 51 Orang Tewas
Ribuan orang kehilangan tempat tinggal setelah banjir bandang dan tanah longsor melanda berbagai wilayah di negara tersebut, termasuk ibu kota Dhaka.
Dwi Astarini - Senin, 13 Juli 2026
 Hujan Deras dan Banjir Bandang Melanda Bangladesh, 51 Orang Tewas
Dunia
Bangladesh Miliki PM Anyar Setelah Penggulingan Pemerintah di 2024
Pemilu tersebut merupakan yang pertama sejak pemberontakan pada 2024 menggulingkan pemerintahan partai Liga Awami setelah 15 tahun berkuasa.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 18 Februari 2026
 Bangladesh Miliki PM Anyar Setelah Penggulingan Pemerintah di 2024
Dunia
Virus Nipah Kembali Menghantui, Alarm Kesehatan Asia Dinyalakan
Kasus virus Nipah di India memicu kewaspadaan regional. Thailand dan Nepal memperketat skrining bandara untuk mencegah penyebaran.
ImanK - Selasa, 27 Januari 2026
Virus Nipah Kembali Menghantui, Alarm Kesehatan Asia Dinyalakan
Indonesia
Polri Tangkap WNI Terkait TPPO Warga Rohingya, Perluas Jaringan Hingga Turkiye
Ini bukan kali pertama HS menjadi pelaku TPPO. Berdasarkan catatan kepolisian, HS pernah terjerat kasus serupa.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 23 Januari 2026
Polri Tangkap WNI Terkait TPPO Warga Rohingya, Perluas Jaringan Hingga Turkiye
Dunia
Mantan PM Dijatuhi Hukuman Mati, Bangladesh Minta India Deportasi Sheikh Hasina
Mantan Perdana Menteri Sheikh Hasina, yang dijatuhi hukuman mati secara in absentia pada 17 November karena memerintahkan tindakan keras terhadap protes yang dipimpin mahasiswa tahun lalu.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 24 November 2025
Mantan PM Dijatuhi Hukuman Mati, Bangladesh Minta India Deportasi Sheikh Hasina
Dunia
19 Orang Tewas dan 164 Terluka Dalam Kecelakaan Pesawat di Ibu Kota Bangladesh
Otoritas Bangladesh menyatakan Selasa, 22 Juli, sebagai hari berkabung nasional menyusul korban tewas akibat kecelakaan tersebut.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 Juli 2025
19 Orang Tewas dan 164 Terluka Dalam Kecelakaan Pesawat di Ibu Kota Bangladesh
Lifestyle
4 Negara ini Diprediksi Lenyap dari Peta Dunia, Disebabkan Konflik hingga Bencana Alam
Meskipun belum pasti, alasan-alasan yang disampaikan cukup masuk akal.
Dwi Astarini - Kamis, 17 April 2025
4 Negara ini Diprediksi Lenyap dari Peta Dunia, Disebabkan Konflik hingga Bencana Alam
Dunia
Bangladesh Bakal Gelar Pemilu di 2025 atau 2026, Partai Oposisi Ingin Segera
Pemilihan umum di Bangladesh akan diadakan pada akhir tahun 2025 atau awal tahun 2026.
Ikhsan Aryo Digdo - Senin, 16 Desember 2024
Bangladesh Bakal Gelar Pemilu di 2025 atau 2026, Partai Oposisi Ingin Segera
Indonesia
Nyaris 100 Pengungsi Rohingya Datangi Aceh, Ada yang Nekat Berenang ke Bibir Pantai
Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Aceh Timur hingga kini terus berkoordinasi dengan pihak terkait
Angga Yudha Pratama - Kamis, 31 Oktober 2024
Nyaris 100 Pengungsi Rohingya Datangi Aceh, Ada yang Nekat Berenang ke Bibir Pantai
Bagikan