Bangladesh Miliki PM Anyar Setelah Penggulingan Pemerintah di 2024

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Rabu, 18 Februari 2026
 Bangladesh Miliki PM Anyar Setelah Penggulingan Pemerintah di 2024

Arsip - Kerusuhan di Bangladesh pada Agustus 2024 (ANTARA/Anadolu/www.aa.com.tr)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pemimpin Partai Nasionalis Bangladesh (BNP) Tarique Rahman telah resmi dilantik sebagai perdana menteri ke-11 Bangladesh.

Pelantikan ini menandai dimulainya pemerintahan baru hasil pemilu pekan lalu.

Pemilu tersebut merupakan yang pertama sejak pemberontakan pada 2024 menggulingkan pemerintahan partai Liga Awami setelah 15 tahun berkuasa.

Pengambilan sumpah jabatan dipimpin Presiden Mohammed Shahabuddin di depan gedung parlemen di ibu kota Dhaka, bersamaan dengan pelantikan 49 anggota kabinet.

Baca juga:

Baju Sitaan Impor Ilegal Made in Tiongkok dan Bangladesh Bakal Diberikan ke Korban Banjir

Sebelumnya, 297 anggota parlemen dilantik sebagai anggota parlemen ke-13. Anggota parlemen yang dilantik mencakup perwakilan dari blok yang dipimpin Jamaat-e-Islami Bangladesh.

Pemerintahan sementara memimpin Bangladesh sejak 8 Agustus 2024, setelah mantan Perdana Menteri Sheikh Hasina meninggalkan negara itu pada 5 Agustus di tengah gelombang protes massa.

Yunus dan timnya menyelenggarakan pemilu pekan lalu, yang menghasilkan pemerintahan terpilih pertama Bangladesh dalam 18 bulan terakhir.

Dalam pemilu tersebut, Liga Awami tidak berpartisipasi, sementara BNP dan koalisinya meraih mayoritas dua pertiga dengan 212 kursi parlemen.

Dari total 300 kursi parlemen, pemilihan untuk tiga kursi ditunda. Selain itu, ada 50 kursi cadangan bagi perempuan yang akan dialokasikan sesuai proporsi perolehan kursi partai setelah parlemen mulai bersidang.

Lebih dari 127,6 juta warga Bangladesh terdaftar sebagai pemilih, dengan tingkat partisipasi mencapai 59,44 persen, meningkat dibandingkan 41,8 persen pada pemilu Januari 2024.

Sebelumnya, Referendum serentak mengenai reformasi konstitusi juga memperoleh dukungan mayoritas, dengan suara setuju melampaui 60 persen.

Upacara pelantikan turut dihadiri sejumlah pemimpin dan pejabat asing, serta kepala pemerintahan sementara peraih Nobel Perdamaian Muhammad Yunus.

Di antara tamu asing yang hadir adalah Presiden Maladewa Mohamed Muizzu, Perdana Menteri Bhutan Tshering Tobgay, Menteri Perencanaan Pakistan Ahsan Iqbal, dan Wakil Sekretaris Jenderal Inggris Seema Malhotra.

#Bangladesh #Pendemo #Pemerintahan
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Viral Pria Maki Polisi, UI Bantah Pria Berjas Almamater Kuning Sebagai Mahasiswanya
Dari hasil penelusuran lebih lanjut pada sistem pendataan resmi, diketahui bahwa individu tersebut berstatus sebagai mahasiswa aktif di perguruan tinggi lain.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 02 Maret 2026
Viral Pria Maki Polisi, UI Bantah Pria Berjas Almamater Kuning Sebagai Mahasiswanya
Dunia
Bangladesh Miliki PM Anyar Setelah Penggulingan Pemerintah di 2024
Pemilu tersebut merupakan yang pertama sejak pemberontakan pada 2024 menggulingkan pemerintahan partai Liga Awami setelah 15 tahun berkuasa.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 18 Februari 2026
 Bangladesh Miliki PM Anyar Setelah Penggulingan Pemerintah di 2024
Indonesia
Prabowo Klaim Aksi Demo Dikendalikan Asing, Sebut Punya Buktinya
Presiden RI, Prabowo Subianto mengklaim, bahwa aksi demo dikendalikan asing. Ia juga mengatakan, bahwa sudah memiliki buktinya.
Soffi Amira - Senin, 02 Februari 2026
Prabowo Klaim Aksi Demo Dikendalikan Asing, Sebut Punya Buktinya
Dunia
Virus Nipah Kembali Menghantui, Alarm Kesehatan Asia Dinyalakan
Kasus virus Nipah di India memicu kewaspadaan regional. Thailand dan Nepal memperketat skrining bandara untuk mencegah penyebaran.
ImanK - Selasa, 27 Januari 2026
Virus Nipah Kembali Menghantui, Alarm Kesehatan Asia Dinyalakan
Indonesia
9 Mahasiswa Gugat Pasal 240 KUHP Terkait Penghinaan Pada Pemerintah atau Lembaga Negara
Pasal 240 dan Pasal 241 KUHP baru memasukkan unsur “berakibat terjadinya kerusuhan dalam masyarakat”, unsur tersebut dinilai abstrak dan tanpa kriteria objektif
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 14 Januari 2026
9 Mahasiswa Gugat Pasal 240 KUHP Terkait Penghinaan Pada Pemerintah atau Lembaga Negara
Indonesia
Saldo Duit Rp 500 Ribu, Pemprov Jabar Belum Bayar Kontraktor Rp 621 Miliar
Realisasi pendapatan hingga 31 Desember 2025, tercatat mencapai 94,37 persen dari total target Rp 31,09 triliun, yang menyisakan kekurangan untuk menutup pos belanja senilai Rp 621 miliar.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 07 Januari 2026
Saldo Duit Rp 500 Ribu, Pemprov Jabar Belum Bayar Kontraktor Rp 621 Miliar
Berita Foto
Aksi Solidaritas dan Dukungan untuk Rakyat Venezuela di Gedung Kedubes Amerika Serikat
Aksi solidaritas untuk Venezuela di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jakarta Pusat, Selasa (6/1/2026).
Didik Setiawan - Selasa, 06 Januari 2026
Aksi Solidaritas dan Dukungan untuk Rakyat Venezuela di Gedung Kedubes Amerika Serikat
Dunia
Mantan PM Dijatuhi Hukuman Mati, Bangladesh Minta India Deportasi Sheikh Hasina
Mantan Perdana Menteri Sheikh Hasina, yang dijatuhi hukuman mati secara in absentia pada 17 November karena memerintahkan tindakan keras terhadap protes yang dipimpin mahasiswa tahun lalu.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 24 November 2025
Mantan PM Dijatuhi Hukuman Mati, Bangladesh Minta India Deportasi Sheikh Hasina
Indonesia
Aktivis Delpedro Segera Diadili, Berkas Perkara Dinyatakan Lengkap oleh Jaksa
Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan telah menolak gugatan praperadilan yang diajukan terdakwa kasus ??????demonstrasi yang berujung ricuh pada Agustus 2025, Delpedro Marhaen dan kawan-kawan (dkk).
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 28 Oktober 2025
Aktivis Delpedro Segera Diadili, Berkas Perkara Dinyatakan Lengkap oleh Jaksa
Indonesia
WNI Australia Waspada, KBRI Rilis Imbauan Darurat Terkait Aksi Anti-Imigran 'March for Australia'
Dalam situs resmi "March for Australia", para penolak imigrasi berargumen bahwa persatuan dan nilai-nilai Australia telah terkikis akibat kebijakan dan gerakan yang dianggap memecah belah
Angga Yudha Pratama - Minggu, 19 Oktober 2025
WNI Australia Waspada, KBRI Rilis Imbauan Darurat Terkait Aksi Anti-Imigran 'March for Australia'
Bagikan