Merahputih.com - Langkah kaki ratusan pemuda berjaket almamater mendadak terhenti, menyisakan gemuruh yel-yel perjuangan di atas aspal panas Ibu Kota. Harapan menggelar mimbar bebas di bawah ikonik Monumen Selamat Datang mendadak sirna akibat barikade beton manusia berseragam cokelat.
Demo mahasiswa Jakarta kali ini harus puas tertahan, mengubah Jalan MH Thamrin menjadi panggung orasi darurat akibat ketatnya penjagaan aparat.
Massa aksi unjuk rasa asal sejumlah universitas Jakarta tersebut sebelumnya melakukan aksi jalan kaki (long march) dari kawasan Semanggi menuju Bundaran Hotel Indonesia (HI).
Baca juga:
Rombongan besar pembawa atribut demonstrasi tersebut tiba di lokasi sekitar pukul 14.30 WIB. Langkah kaki massa terhenti total karena petugas kepolisian berbaris rapat membentuk blokade penutupan sebagian jalan.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold E.P. Hutagalung menegaskan larangan keras bagi massa untuk berorasi di pusat lingkaran Bundaran HI.
Silakan di sini saja,
Kombes Reynold saat berdialog langsung dengan perwakilan pimpinan aksi.
Alasan Keamanan dan Kelancaran Arus Lalu Lintas
Polisi mengambil tindakan tegas demi mencegah kelumpuhan urat nadi transportasi Jakarta Pusat. Kehadiran massa di pusat lingkaran Bundaran HI dinilai berpotensi merugikan masyarakat luas pengguna jalan.
Berikut poin-poin penting situasi unjuk rasa mahasiswa di kawasan Jakarta Pusat:
-
Titik Awal Pergerakan: Kawasan Semanggi, Jakarta Selatan.
-
Titik Akhir Tertahan: Jalan MH Thamrin, depan kawasan Bundaran HI.
-
Waktu Kedatangan Massa: Pukul 14.30 WIB.
-
Tindakan Massa: Mencoba menerobos barikade petugas namun mengalami kegagalan.
-
Solusi Akhir: Menggelar mimbar bebas serta orasi di sepanjang Jalan MH Thamrin.
Ketegangan di Depan Barikade Petugas
Baca juga:
Mahasiswa ITB Hilang di Gunung Puntang Bandung, Bukan Kegiatan Kampus
Suasana sempat memanas saat sejumlah mahasiswa mencoba mendorong baris pertahanan petugas keamanan.
Aksi saling dorong tidak membuahkan hasil karena rapatnya pagar betis aparat Kepolisian Resort Metro Jakarta Pusat. Massa akhirnya memilih mundur teratur, kemudian menggelar tikar orasi tepat di depan blokade jalan.