Sekda Jabar: Jika Ditumpuk, Sampah Se-Indonesia Jauh Lebih Tinggi dari Monas

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Kamis, 23 Desember 2021
Sekda Jabar: Jika Ditumpuk, Sampah Se-Indonesia Jauh Lebih Tinggi dari Monas

Aktivitas pembuangan sampah di Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat, Senin (26/10). ( ANTARA FOTO/Risky Andrianto)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Kota-kota di Indonesia diramalkan akan mengalami darurat sampah, tak terkecuali di Jawa Barat. Provinsi dengan jumlah penduduk hampir 50 juta jiwa ini berpotensi mengalami permasalahan sampah apabila masyarakat tidak bijak dalam mengelola sampah.

Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada Februari 2019, Indonesia menghasilkan 64 juta ton timbunan sampah setiap tahun. Dari jumlah tersebut, 60 persen di antaranya merupakan sampah organik dan 14 persen sampah plastik.

"Kalau kita tumpukan itu jauh lebih tinggi dari Monumen Nasional (Monas) di Jakarta," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat (Jabar) Setiawan Wangsaatmaja, saat membuka webinar "Circular Economy Persampahan" bertema "Peran Ibu dalam Mengurangi Sampah" di Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (21/12).

Baca Juga:

Citarum Belum Bebas Sampah, Bandung Dapat Bantuan Mesin Pengolah

Hal ini jadi masalah. Karena lahan yang ada saat ini untuk menampung sampah, apabila tidak dikelola sebelumnya, tidak pernah akan cukup memenuhi harapan.

Padahal, sampah yang dihasilkan orang Indonesia pada umumnya adalah sampah organik yang sebenarnya bisa diuraikan oleh bakteri pengurai.

"Artinya kita punya harapan. Kita bisa mengolah sampah yang organik ini, misalnya, sejak dari rumah. Yang plastik bisa kita pilah, lalu kemudian sekarang sudah banyak bank-bank sampah yang mengambil dan deliver ke tempat-tempat pengolahan, khususnya untuk plastik," jelas dia.

Saat ini, kata dia, sudah banyak perusahaan-perusahaan yang bersifat 'electronic waste.' "Tapi yang terpenting bagaimana kita bisa mengelola dari rumah sebelum dibawa transporter," imbuhnya.

Selain sampah organik dan plastik, Indonesia pun memiliki masalah soal sampah makanan atau food waste. Saat ini, Indonesia berpredikat sebagai pembuang sampah makanan terbesar kedua di dunia setelah Arab Saudi.

Baca Juga:

Budayakan Membersihkan Sampah Sendiri Setelah Nonton Bioskop

Oleh karena itu, Setiawan berharap ibu-ibu bisa berperan dalam menggerakkan ekonomi sirkular pengelolaan sampah rumah tangga. Dalam rumah tangga, ibu dapat mendorong anggota keluarga untuk sama-sama mengurangi atau memilah sampah, menyediakan fasilitas sampah, dan mengedukasi anggota keluarga soal pentingnya pengelolaan sampah sejak dari rumah.

"Peran-peran ibu-ibu sangat tinggi. Bagi yang keseharian di rumah ataupun yang dibantu asisten rumah tangganya, bisa memberikan arahan-arahan kepada yang ada di lingkungan rumah," kata Setiawan.

Namun berdasarkan Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Tahun 2020, sekitar 50,8 persen rumah tangga di Indonesia tidak memilah sama sekali sampah. Sementara 48,2 persen rumah tangga sudah mulai memilah.

Dari hasil survei, sekitar 79 persen rumah tangga merasa repot untuk memilah sampah, 17 persen beranggapan sampah akan tercampur kembali di TPS/ TPA, 3 persen menganggap tidak ada manfaat, dan alasan lainnya sebanyak 1 persen.

"Barangkali budaya tidak ingin repot ini bagaimana sekarang hasil webinar ini, ibu-ibu bisa mempengaruhi atau menjadi agent of change. Yang tidak ingin repot kita jadikan mereka-mereka ini bisa mengubah mindset bahwa kita harus memilah sampah rumah tangga," ucap Setiawan.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jabar Prima Mayaningtyas melaporkan bahwa satu warga Jabar dapat menghasilkan sekira 0,497 kg/orang/ hari sampah. Jika diakumulasikan, ada kurang lebih 24.790 ton sampah dihasilkan setiap harinya di Jabar.

Dari jumlah tersebut, 43 persen sampah organik, 15 persen sampah plastik, 11 persen sampah kertas, 2 persen sampah logam, 0.9 persen sampah karet, 2 persen sampah kain, 3 persen sampah kaca, dan 11 persen sampah lain-lain.

Baca Juga:

Citarum Belum Bebas Sampah, Bandung Dapat Bantuan Mesin Pengolah

Prima menuturkan, pihaknya menargetkan pengurangan 30 persen sampah pada 2025. Dalam skala regional, Jabar sendiri saat ini baru mampu mengurangi sampah sebesar 6,52 persen.

"Peran besar dari ibu rumah tangga mengurangi dari sumbernya," kata Prima. "Peran ibu- ibu bagaimana mengurangi secara aksi, dan mengedukasi anggota keluarga dan masyarakat sekitar. Kami berharap webinar ini memberi wawasan," imbuhnya.

Prima juga menyebut, ibu adalah potensi besar dalam menekan jumlah sampah di Jabar. Apalagi di Jabar, terdapat sebanyak 52.193 RW, 5.312 desa, 645 kelurahan. "Semuanya banyak ibu-ibu di kecamatan, di RW berpotensi mengurangi sampah yang ada di Jawa Barat," ucapnya. (Imanha/Jawa Barat)

#Sampah #Bank Sampah #Truk Sampah #Sampah Plastik #Bank Sampah My Darling #Peremajaan Truk Sampah #Hari Peduli Sampah Nasional #Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Bantar Gebang
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
12 Fasilitas Pengolahan Sampah Jadi Energi Listrik Ditargetkan Groundbreaking Sampai Akhir Tahun
Fasilitas pengolahan sampah menjadi energi tersebut juga dikembangkan dengan mengacu pada standar emisi Eropa sebagai bagian dari penerapan prinsip keberlanjutan.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 06 Oktober 2026
12 Fasilitas Pengolahan Sampah Jadi Energi Listrik Ditargetkan Groundbreaking Sampai Akhir Tahun
Indonesia
Pemprov DKI Targetkan 9.000 Sekolah Jalankan Program Pengelolaan Sampah Elektronik
SMA Negeri 68 Jakarta Pusat menjadi titik awal pelaksanaan program E-Waste School Movement.
Dwi Astarini - Selasa, 22 September 2026
Pemprov DKI Targetkan 9.000 Sekolah Jalankan Program Pengelolaan Sampah Elektronik
Indonesia
Aksi Nyata JHL Group Sapu Bersih Sampah Sungai Cisadane Jelang World Cleanup Day 2026
Menyambut World Cleanup Day 2026, JHL Group dan Banksasuci menggelar aksi bersih-bersih Sungai Cisadane lewat program Impactful Ecosystem. Simak aksi selengkapnya!
Wisnu Cipto - Sabtu, 19 September 2026
Aksi Nyata JHL Group Sapu Bersih Sampah Sungai Cisadane Jelang World Cleanup Day 2026
Indonesia
Area TPAS Galuda Bogor Terbakar Meluas, Asap Masih Keluar Dari Gundukan Sampah Puluhan Tahun
Petugas membongkar setiap gundukan menggunakan alat berat, kemudian menyemprot dan mendinginkannya sebelum menutup kembali bagian tersebut.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 11 September 2026
Area TPAS Galuda Bogor Terbakar Meluas, Asap Masih Keluar Dari Gundukan Sampah Puluhan Tahun
Indonesia
Jakarta Hasilkan 9.000 Ton Sampah Sehari, DPRD Buka Opsi Buangan Hotel hingga Restoran Dikelola di Luar
Wilayah sekitar Jakarta seperti Tangerang dan Bekasi dapat menjadi salah satu opsi lokasi pengelolaan sampah.
Dwi Astarini - Selasa, 01 September 2026
Jakarta Hasilkan 9.000 Ton Sampah Sehari, DPRD Buka Opsi Buangan Hotel hingga Restoran Dikelola di Luar
Indonesia
Pramono Anung Ungkap Jakarta Hasilkan 9.000 Ton Sampah per Hari, Gerakan Pilah Mulai Berdampak
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut Jakarta menghasilkan lebih dari 9.000 ton sampah per hari. Gerakan pilah sampah naik menjadi 23,14 persen.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 01 September 2026
Pramono Anung Ungkap Jakarta Hasilkan 9.000 Ton Sampah per Hari, Gerakan Pilah Mulai Berdampak
Indonesia
Pemkot Solo Dapat Hibab Rp 107 Miliar Buat Tangani Sampah Dari Hulu Sampai Hilir
Program ini untuk perubahan perilaku dan fokus penanganan sampah dari sumber sampah serta perbaikan tata kelola sampah terintegrasi.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 30 Agustus 2026
Pemkot Solo Dapat Hibab Rp 107 Miliar Buat Tangani Sampah Dari Hulu Sampai Hilir
Indonesia
Enam Perusahaan Penyedia Jasa Kebersihan Disanksi Denda Rp 10 Juta akibat tak Sesuai Izin
. Setiap pihak yang menghasilkan, mengangkut, maupun mengelola sampah harus dapat mempertanggungjawabkan alur penanganannya.
Dwi Astarini - Jumat, 28 Agustus 2026
Enam Perusahaan Penyedia Jasa Kebersihan Disanksi Denda Rp 10 Juta akibat tak Sesuai Izin
Indonesia
PSI Ngaku Heran, masih Banyak TPS Ilegal Besar di Jakarta
Seharusnya pemda sudah menertibkan TPS ilegal jauh-jauh hari.
Dwi Astarini - Kamis, 13 Agustus 2026
PSI Ngaku Heran, masih Banyak TPS Ilegal Besar di Jakarta
Indonesia
Gubernur Pramono Minta Anak Buahnya Jatuh Sanksi ke Pihak Swasta yang Kelola Pembuangan Sampah Liar di Cilincing
Pramono menginstruksikan jajarannya untuk menghentikan pemberian izin pihak swasta tersebut dalam mengelola sampah.
Dwi Astarini - Rabu, 12 Agustus 2026
Gubernur Pramono Minta Anak Buahnya Jatuh Sanksi ke Pihak Swasta yang Kelola Pembuangan Sampah Liar di Cilincing
Bagikan