Sekadar Bingung Berbebeda dengan Quarter-life Crisis

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Jumat, 17 Desember 2021
Sekadar Bingung Berbebeda dengan Quarter-life Crisis

Banyak orang salah kaprah mengenai quarter life crisis. (Foto: Pixabay/Engin_Akyurt)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

FASE quarter-life crisis memang umum terjadi ketika seseorang mengalami peralihan dari masa remaja menuju dewasa. Fase ini bisa dialami seseorang yang baru menyelesaikan pendidikan SMA at sedang menuju bangku kuliah. Tetapi ada juga yang baru mengalaminya ketika baru lulus kuliah dan harus memasuki dunia kerja.

Seperti dilansir laman researhgate, ketika baru menyelesaikan pendidikan, kamu akan merasa bingung karena harus memilih 'arah' baru untuk melanjutkan hidup dan berkarier. Tentunya masa dewasa jauh berbeda dengan masa sekolah yang semuanya serba dibimbing oleh guru dan orangtua. Dari kebingungan yang luar biasa ini, kamu berisiko mengalami stres berat.

Baca juga:

Tanda Kamu Sedang Mengalami Quarter-life Crisis

Sayangnya, kamu tidak bisa main hakim sendiri dan mengatakan bahwa kamu mengalami quarter-life crisis. Karena kebingungan dan khawatir untuk melangkah wajar terjadi di masa transisi menuju kehidupan dewasa. Jadi, kamu harus bisa membedakan antara sekadar bingung atau benar-benar terjerat fase quarter-life crisis.

1. Quarter-life crisis biasanya berlangsung lama

Sekadar Bingung Berbebeda dengan Quarter-life Crisis
Quarter-life crisis memakan waktu lama. (Foto: Pixabay/tigerlily713)

Sekadar bingung ketika harus memilih sesuatu tentunya tidak akan berlangsung lama. Tetapi fase quarter-life crisis umumnya berlangsung hingga bertahun-tahun, akibat rasa khawatir yang terlalu besar ketika harus mengambil sebuah keputusan.

Tentunya kekhawatiran yang tidak wajar ini memerlukan bantuan profesional. Kamu boleh kok curhat ke psikolog mengenai kekhawatiranmu menjalani kehidupan dewasa yang penuh liku. Di fase quarter-life crisis, kamu membutuhkan teman curhat yang memang bisa membimbing dan membuatmu berani melangkah ke arah yang lebih baik.

2. Enggan mencoba hal baru

Sekadar Bingung Berbebeda dengan Quarter-life Crisis
Terlalu takut untuk mencoba banyak hal baru. (Foto: Pixabay/Viki_B)

Rasa bingung tak sampai membuatmu enggan mencoba berbagai hal baru. Bahkan rasa bingung terkadang bisa membuat dirimu penasaran terhadap banyak hal sehingga kamu berani mengambil risiko, hanya demi sebuah pengalaman baru.

Sayangnya jika benar-benar mengalami fase quarter-life crisis, dijamin deh untuk keluar rumah pun kamu enggan dan memilih mengurung diri di kamar. Karena keluar rumah dan bertemu dengan banyak orang membuat kekhawatiran yang ada di dalam hatimu berteriak semakin kencang.

Baca juga:

Penyebab Quarter-life Crisis yang Sesungguhnya

3. Menjadi anti sosial

Sekadar Bingung Berbebeda dengan Quarter-life Crisis
Lebih memilih mengurung diri. (Foto: Pixabay/Pexels)

Salah satu penyebab quarter-life crisis adalah ekspektasi tinggi dari orang-orang sekitar. Orangtua berharap kamu segera sukses dan membanggakan keluarga, ditambah teman-temanmu yang kerap bersaing mengenai pencapaian masing-masing. Sehingga kamu pun terpaksa bekerja terlalu keras.

Alhasil kamu pun memilih untuk menjadi sosok yang anti sosial karena berhubungan dengan keluarga maupun teman-teman hanya akan menyakiti hati.

4. Tidak berani mengambil keputusan

Sekadar Bingung Berbebeda dengan Quarter-life Crisis
Terlalu ragu dan khawatir untuk melangkah. (Foto: Pixabay/422694)

Sekadar bingung menentukan masa depan tak sampai membuatmu ketakutan untuk mengambil keputusan. Di sini lah letak perbedaan bingung biasa dengan quarter-life crisis yang sesungguhnya. Ketika benar-benar mengalami quarter-life crisis, kamu bahkan tidak bisa mengambil keputusan kecil seperti menentukan hari ini ingin makan apa. (Mar)

Baca juga:

Cara Menghindari Jerat Quarter Life Crisis

#Kesehatan #Kesehatan Mental
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Maria Theresia

Your limitation -- it's only your imagination.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
ShowBiz
Britney Spears Kenang 15 Tahun Bekerja Tanpa Henti, Ungkap Kepahitan soal Kebebasan Pribadi
Britney Spears mengenang 15 tahun bekerja tanpa henti, masa konservatori, dan keinginannya menjalani hidup dengan lebih bebas.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 14 Oktober 2026
Britney Spears Kenang 15 Tahun Bekerja Tanpa Henti, Ungkap Kepahitan soal Kebebasan Pribadi
Lifestyle
Anak Sering Main Roblox? Begini Cara Cegah Kecanduan dan Jaga Kewarasan Mentalnya
Khawatir anak kecanduan atau kena cyberbullying? Simak panduan lengkap dan fitur pengawasan orang tua dari Roblox untuk menjaga kesehatan mental anak saat main gim online.
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 10 Oktober 2026
Anak Sering Main Roblox? Begini Cara Cegah Kecanduan dan Jaga Kewarasan Mentalnya
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Bagikan