Headline

Sejumlah Ekonom Kritik Pemerintah yang Terlalu Inferior di Hadapan IMF

Eddy FloEddy Flo - Senin, 12 Maret 2018
Sejumlah Ekonom Kritik Pemerintah yang Terlalu Inferior di Hadapan IMF

Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde (kanan) saat di Jakarta, Selasa (27/2). (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Kehadiran International Monetery Fund (IMF) dalam asistensi ekonomi Indonesia memiliki rekam jejak yang kurang baik. Berkaca pada krisis ekonomi 1998, IMF pernah melakukan kesalahan dalam menangani perekonomian.

Sejumlah ekonom mengingatkan pemerintah agar tetap menjaga kemandirian ekonomi Indonesia. Selain itu pemerintah juga harus tetap mendorong keberlanjutan reformasi di tubuh IMF tersebut.

"Penyesuaian struktural (structural adjustment) dari IMF saat itu adalah meminimalisasi peran Bulog. Ini justeru setelah peran Bulog berkurang, stabiliasi harga pangan jadi terganggu, dan akhirnya berdampak ke inflasi yang naik dua digit saat itu," kata Wakil Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) Arif Budimanta di Diskusi Kelompok Terfokus di Digital Media Research Center di Jakarta, Senin (12/3).

Arif mengatakan banyak bagian dari penyesuaian struktural atau resep ekonomi IMF saat itu yang berlawanan dengan kepentingan nasional. Penyesuaian struktural atau resep IMF saat itu harus dijalankan karena merupakan bagian dari pemberian pinjaman IMF ke Indonesia yang sedang dilanda krisis.

"Bagian terpenting dari 'structural adjustment' saat itu adalah dilarangnya pengendalian harga dengan meminimalisasi peran Bulog. Ini jadi pelik, karena tentu ada kepentingan nasional untuk pengendalian harga. Baru sekarang akhirnya setelah 10 tahun, inflasi bisa kembali rendah," ujar Arif Budimanta.

Namun, bukan berarti Indonesia harus antipati terhadap IMF saat ini. Menurut dia, Indonesia tetap perlu menjamin kesuksesan penyelenggaran pertemuan tahunan IMF dan Bank Dunia pada 12-14 Oktober 2018.

Selain menjadi tuan rumah penyelenggara, Indonesia juga harus mampu melancarkan diplomasi ekonomi, dengan mengedepankan agenda-agenda pembangunan yang memberikan manfaat konkret bagi ekonomi Indonesia. Misalnya, mengenai sistem lalu lintas devisa Indonesia yang terlalu bebas bagi investor asing.

"Kami ingin dengar dari IMF mengenai lalu lintas devisa Indonesia saat ini dengan stabilisas sistem keuangan yang sudah dikatakan baik, apakah masih cocok (UU Lalu Lintas Devisa) atau perlu penyesuaian struktural agar dapat meminimalisir gejolak kurs dan memperbaiki neraca pendapatan primer," ujar dia.

Ekonom senior dari Institue for Development of Economics and Finance (INDEF) Didik J. Rachbini di diskusi yang sama, mengkritisi pemerintah dan BI yang dinilainya masih inferior dengan IMF. Indonesia, sebagai tuang rumah, pertemuan IMF-WB tahun ini, kata dia, perlu mendorong kepentingan lebih besar dari negara-negara berkembang.

"IMF jangan terlalu dianggap sebagai lembaga yang supra-nasional, supra atau lintas pemerintah. Karena dalam struktural penentuan keputusan IMF itu, paling banyak dikuasai suara AS, karena pengaruh AS paling kuat di kekuasannya. Indonesia tetap harus kritis dengan agenda-agenda di pertemuan IMF-WB, dan tetap mendorong reformasi," ujar Didik.

Berbeda dengan Didik dan Arif, Ekonom dari LIPI Latif Adam sebagaimana dilansir Antara menilai IMF sudah melakukan koreksi internal pasca-krisis Asia di akhir dekade 1990-an. IMF, kata Latif, sudah mendirikan Independent Evaluation Office untuk mengevaluasi asistensi mereka kepada negara-negara anggota.

"Lembaga itu semacam pengakuan atau kesadaran mereka soal kesalahan mereka. Dalam konteks peran Bulog dan Indonesia, mereka tidak melihat kondisi lokal, mereka telalu fokus ke moneter, karena mandat mereka lebih bagaiamana menyeimbangkan neraca pembayaran dari sisi moneter," tuturnya.(*)

#IMF #Pertumbuhan Ekonomi #Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Alasan Kenapa Indonesia Harus Kejar Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
Indonesia memiliki waktu terbatas untuk memanfaatkan besarnya penduduk usia produktif sebelum populasi menua dan rasio ketergantungan meningkat
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 13 Oktober 2026
Alasan Kenapa Indonesia Harus Kejar Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
Indonesia
Ungkap Arah APBN 2027, Menkeu Suahasil: Kejar Pertumbuhan 6 Persen Tetap Jaga Disiplin Fiskal
APBN 2027 menganggarkan belanja Rp 4.106,3 triliun dengan defisit Rp 671,2 triliun atau 2,4 persen PDB untuk mendukung target ekonomi 6 persen.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 08 Oktober 2026
Ungkap Arah APBN 2027, Menkeu Suahasil: Kejar Pertumbuhan 6 Persen Tetap Jaga Disiplin Fiskal
Indonesia
Bank Dunia Naikkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia, Tapi Aktivitas Ekonomi Domestik Tunjukan Pelemahan
Bauran kebijakan pemerintah dinilai turut menopang pertumbuhan ekonomi jangka pendek, namun pada saat yang sama berkontribusi terhadap pelebaran ketidakseimbangan fiskal dan eksternal.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 06 Oktober 2026
Bank Dunia Naikkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia, Tapi Aktivitas Ekonomi Domestik Tunjukan Pelemahan
Indonesia
Prabowo Soroti Inflasi 2,92 Persen dan Investasi Rp1.010 Triliun, Optimistis Ekonomi Indonesia
Presiden Prabowo Subianto optimistis Indonesia bisa masuk 5 besar ekonomi dunia pada 2050. Ia menyoroti inflasi 2,92 persen dan investasi Rp 1.010 triliun.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 17 September 2026
Prabowo Soroti Inflasi 2,92 Persen dan Investasi Rp1.010 Triliun, Optimistis Ekonomi Indonesia
Indonesia
Profil Deputi Gubernur Senior BI Aida S Budiman, Eks Wadir Eksekutif IMF Jadi Orang Nomor Dua Bank Sentral
Dengan rekam jejak internasional di IMF dan pengalaman panjang di BI, Aida S Budiman diharapkan mampu menjaga stabilitas moneter Indonesia
Wisnu Cipto - Selasa, 01 September 2026
Profil Deputi Gubernur Senior BI Aida S Budiman, Eks Wadir Eksekutif IMF Jadi Orang Nomor Dua Bank Sentral
Indonesia
Eddy Soeparno Harap Pidato Kenegaraan Prabowo Tegaskan Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
Wakil Ketua MPR RI, Eddy Soeparno, berharap pidato kenegaraan Presiden RI, Prabowo Subianto, tegaskan pertumbuhan ekonomi.
Soffi Amira - Jumat, 14 Agustus 2026
Eddy Soeparno Harap Pidato Kenegaraan Prabowo Tegaskan Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
Indonesia
Paruh ke-2 Tahun 2026, Ekonomi Indonesia Hanya Tumbuh 5 Persen
Sebagai salah satu mitra dagang utama Indonesia, perlambatan ekonomi China, menekan perdagangan global dan permintaan komoditas Indonesia.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 11 Agustus 2026
Paruh ke-2 Tahun 2026, Ekonomi Indonesia Hanya Tumbuh 5 Persen
Indonesia
Airlangga Senang Pertumbuhan Ekonomi di Atas 5 Persen Selama 7 Tahun Berturut Turut
Capaian pertumbuhan ekonomi pada triwulan II 2026 melanjutkan keberhasilan Indonesia menjaga pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen selama tujuh tahun berturut-turut.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 05 Agustus 2026
Airlangga Senang Pertumbuhan Ekonomi di Atas 5 Persen Selama 7 Tahun Berturut Turut
Indonesia
Dalam 6 Bulan, Pemprov Jakarta Berhasil Kumpulkan Duit Rp 29,29 Triliun Buat Pembangunan
Pemprov DKI juga memperkuat kualitas tenaga kerja untuk memastikan pertumbuhan ekonomi diikuti perluasan kesempatan kerja.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 22 Juli 2026
Dalam 6 Bulan, Pemprov Jakarta Berhasil Kumpulkan Duit Rp 29,29 Triliun Buat Pembangunan
Indonesia
Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy Sebut 115 UU Harus Diubah untuk Benahi Ekonomi Indonesia
Ekonom senior Ichsanuddin Noorsy menilai sekitar 115 UU perlu diubah karena dinilai berpihak pada ekonomi neoliberalisme.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 21 Juli 2026
Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy Sebut 115 UU Harus Diubah untuk Benahi Ekonomi Indonesia
Bagikan