SBY Minta Misi UNIFIL Dihentikan, DPR: Langkah Tepat untuk Lindungi Prajurit

Soffi AmiraSoffi Amira - Selasa, 07 April 2026
SBY Minta Misi UNIFIL Dihentikan, DPR: Langkah Tepat untuk Lindungi Prajurit

Pasukan Perdamaian TNI yang bertugas di Lebanon / dok Puspen TNI

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Anton Sukartono Suratto menilai, usulan Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) agar PBB menghentikan misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon, bertujuan mengutamakan keselamatan prajurit Indonesia.

Pernyataan ini disampaikan merespons unggahan SBY di media sosial X pada Minggu (5/4) yang meminta PBB segera mengambil langkah tegas terhadap penugasan UNIFIL.

Anton mengatakan, evaluasi menyeluruh terhadap keberlanjutan misi, termasuk opsi penarikan pasukan, merupakan langkah yang tepat di tengah situasi keamanan yang memburuk.

“Pasukan Indonesia hadir bukan untuk berperang, melainkan untuk menjaga stabilitas dan mendukung proses perdamaian. Pasukan perdamaian seharusnya berada di area pascakonflik, bukan saat konflik berlangsung,” kata Anton kepada wartawan, Selasa (7/4).

Baca juga:

Tiga Peti Jenazah Pahlawan UNIFIL Pulang ke Indonesia, Bandara Soetta Banjir Air Mata

Anton menilai, kondisi di Lebanon Selatan saat ini semakin tidak kondusif. Padahal, wilayah tersebut menjadi lokasi utama penugasan pasukan perdamaian, termasuk dari Indonesia.

Politisi Partai Demokrat itu juga menyinggung gugurnya tiga prajurit TNI sebagai alasan kuat perlunya evaluasi.

“Oleh karena itu, saya sejalan dengan pandangan Bapak SBY bahwa situasi ini perlu dievaluasi secara serius,” ujarnya.

Anton mengatakan, langkah tegas perlu segera diambil, seperti memindahkan lokasi penugasan ke wilayah yang lebih aman atau menghentikan misi tersebut untuk sementara.

Baca juga:

Prajurit TNI Gugur di Lebanon, TNI: Investigasi Masih Dilakukan UNIFIL

Menurutnya, dalam hukum humaniter internasional, pasukan penjaga perdamaian memiliki status yang harus dilindungi dan tidak boleh menjadi sasaran operasi militer.

Jadi, pemerintah Indonesia diminta tidak tinggal diam dan ikut mengevaluasi keterlibatan TNI dalam misi tersebut.

“Evaluasi menyeluruh terhadap keberlanjutan misi, termasuk opsi penarikan pasukan, merupakan bentuk tanggung jawab negara dalam melindungi prajurit yang bertugas di luar negeri,” pungkasnya. (Pon)

#UNIFIL #DPR RI #Pasukan Perdamaian #Serangan Israel
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Transjakarta Rekayasa Sejumlah Rute Imbas Demo DPR 29 September 2026, ini Daftarnya
Transjakarta menyesuaikan rute perjalanan imbas demo DPR, Selasa (29/9). Berikut daftar rute yang dialihkan sementara.
Soffi Amira - 2 jam, 2 menit lalu
Transjakarta Rekayasa Sejumlah Rute Imbas Demo DPR 29 September 2026, ini Daftarnya
Indonesia
Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong Bikin Heboh, DPR Bongkar Siapa yang Bertanggung Jawab
DPR menyoroti fasilitas mewah di Lapas Cibinong yang disebut digunakan warga binaan. Ombudsman dan Ditjenpas akan dipanggil untuk klarifikasi.
Frengky Aruan - Minggu, 27 September 2026
Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong Bikin Heboh, DPR Bongkar Siapa yang Bertanggung Jawab
Indonesia
DPR Minta Polri Usut Temuan Hunian Mewah di Lapas Cibinong, Audit Anggaran hingga Aset
Kasus temuan hunian mewah di Lapas Cibinong menuai sorotan. DPR meminta adanya audit anggaran hingga aset di lapas tersebut.
Soffi Amira - Jumat, 25 September 2026
DPR Minta Polri Usut Temuan Hunian Mewah di Lapas Cibinong, Audit Anggaran hingga Aset
Indonesia
RUU Perampasan Aset Jadi Super Prioritas, DPR Targetkan Rampung 15 Desember 2026
RUU Perampasan Aset kini sedang dikebut. Komisi III DPR menargetkan RUU tersebut disahkan 15 Desember 2026.
Soffi Amira - Kamis, 24 September 2026
RUU Perampasan Aset Jadi Super Prioritas, DPR Targetkan Rampung 15 Desember 2026
Indonesia
DPR Dorong Reforma Agraria Berujung pada Akses Lahan dan Produksi
Reforma agraria tidak boleh dimaknai sebatas legalisasi aset atau penerbitan sertifikat tanah.
Dwi Astarini - Rabu, 23 September 2026
DPR Dorong Reforma Agraria Berujung pada Akses Lahan dan Produksi
Indonesia
Komisi X DPR Dorong Kontingen Indonesia Kejar Emas Asian Games 2026
Pencapaian medali yang telah diraih sejauh ini merupakan hasil dari kerja keras para atlet, pelatih, ofisial, serta seluruh pihak yang mendukung persiapan kontingen Indonesia.
Dwi Astarini - Rabu, 23 September 2026
Komisi X DPR Dorong Kontingen Indonesia Kejar Emas Asian Games 2026
Indonesia
DPR Peringatkan jangan Sampai Aset Sitaan Malah Merugikan Negara
Upaya negara memulihkan aset hasil tindak pidana harus dibarengi dengan sistem pengelolaan yang jelas.
Dwi Astarini - Rabu, 23 September 2026
DPR Peringatkan jangan Sampai Aset Sitaan Malah Merugikan Negara
Indonesia
Vape Mengandung Etomidate Merajalela, DPR Desak Kemenkes dan BNN Susun Regulasi
Komisi IX DPR RI meminta Kemenkes dan BNN menyusun regulasi penggunaan vape. Sebab, vape mengandung etomidate merajalela.
Soffi Amira - Rabu, 23 September 2026
Vape Mengandung Etomidate Merajalela, DPR Desak Kemenkes dan BNN Susun Regulasi
Indonesia
Puan Maharani Minta Mitigasi Bencana Diperkuat di Seluruh Indonesia
Menurutnya, seluruh daerah perlu meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana, terutama saat curah hujan tinggi.
Dwi Astarini - Selasa, 22 September 2026
Puan Maharani Minta Mitigasi Bencana Diperkuat di Seluruh Indonesia
Indonesia
RUU Perampasan Aset masih Dibahas, DPR Serap Masukan Eks Pemimpin KPK
Parlemen masih membuka ruang bagi berbagai pihak untuk memberikan masukan terhadap substansi regulasi tersebut.
Dwi Astarini - Selasa, 22 September 2026
RUU Perampasan Aset masih Dibahas, DPR Serap Masukan Eks Pemimpin KPK
Bagikan