MerahPutih.com - Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menilai banyak pihak yang keliru memandang Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Menurut SBY, meski partai berbasis Islam, PKS tetap menjunjung tinggi nilai demokrasi.
“Banyak yang salah persepsi dengan PKS. PKS ini partai Islam tapi amanah menghormati demokrasi,” kata SBY usai bertemu dengan jajaran elite PKS di Hotel Gran Melia, Kuningan, Jakarta Selatan, semalam.
Presiden ke-6 RI ini menilai, PKS mampu bergerak dan bekerja sesuai dengan sistem demokrasi yang berlaku di Indonesia. "PKS kompatibel dengan sistem yang berlaku di negeri yang tercinta ini, oleh karena itu kami dulu bersama-sama," ujar SBY.
Pertemuan ini, kata SBY, sekaligus nostalgia lantaran saat dirinya menjabat sebagai presiden selama dua periode PKS menjadi bagian dari partai mitra koalisi pemerintah. “Kami malam ini bernostalgia karena 10 tahun kami bersama-sama dalam pemerintahan,” ungkap SBY.
SBY kemudian menceritakan saat Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al Jufri menjadi Menteri Sosial dalam Kabinet Indonesia Bersatu jilid 1 yang dipimpinnya.
Kala itu, lanjut SBY, Salim memberikan bantuan sosial kepada seluruh masyarakat Indonesia tanpa membedakan agama, suku dan etnis tertentu. “Kerakyatan, keumatan dan kebangsaan harus kita baca dengan satu nafas," imbuh mantan Kepala Sosial Politik (Kasospol) ABRI ini.
Untuk itu, peraih penghargaan Adhi Makayasa ini menegaskan bakal tetap melakukan hal yang sama bersama PKS jika memenangkan Pilpres 2019 mendatang. “Insya Allah jika ditakdirkan bersama, maka semangat keindonesiaan dan kebhinekaan terus kami jaga," pungkas SBY.
Dalam pertemuan ini, SBY didampingi oleh jajaran elite Demokrat. Mereka di antaranya Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat, Amir Syamsuddin; Waketum Demokrat, Syarief Hasan dan Nurhayati Ali Assegaf; Sekjen Demokrat, Hinca Panjaitan dan Anggota Majelis Tinggi, E.E Mangindaan.
Sementara, Salim didampingi oleh pejabat teras PKS. Mereka di antaranya Presiden PKS Sohibul Iman, Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid dan Sekjen PKS Mustafa Kamal.
Diketahui, SBY pada pagi hari sebelum pertemuan dengan jajaran elite PKS ini, bertemu dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Seusai pertemuan tersebut, Prabowo menyatakan Demokrat dan Gerindra sepakat berkoalisi.
Setelah bertemu SBY, sore harinya, Prabowo berkunjung ke Kantor DPP PKS di Jakarta Selatan. Pertemuan tersebut juga membahas soal koalisi. (Pon)
Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Soal Posisi Cawapres, Sekjen Demokrat: Kita Serahkan Ke Pak Prabowo