SBY: Banyak yang Salah Persepsi dengan PKS

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Selasa, 31 Juli 2018
SBY: Banyak yang Salah Persepsi dengan PKS

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menilai banyak pihak yang keliru memandang Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Menurut SBY, meski partai berbasis Islam, PKS tetap menjunjung tinggi nilai demokrasi.

“Banyak yang salah persepsi dengan PKS. PKS ini partai Islam tapi amanah menghormati demokrasi,” kata SBY usai bertemu dengan jajaran elite PKS di Hotel Gran Melia, Kuningan, Jakarta Selatan, semalam.

Presiden ke-6 RI ini menilai, PKS mampu bergerak dan bekerja sesuai dengan sistem demokrasi yang berlaku di Indonesia. "PKS kompatibel dengan sistem yang berlaku di negeri yang tercinta ini, oleh karena itu kami dulu bersama-sama," ujar SBY.

Pertemuan ini, kata SBY, sekaligus nostalgia lantaran saat dirinya menjabat sebagai presiden selama dua periode PKS menjadi bagian dari partai mitra koalisi pemerintah. “Kami malam ini bernostalgia karena 10 tahun kami bersama-sama dalam pemerintahan,” ungkap SBY.

SBY kemudian menceritakan saat Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al Jufri menjadi Menteri Sosial dalam Kabinet Indonesia Bersatu jilid 1 yang dipimpinnya.

SBY dan Salim Segaf Al Jufri
Ketua Umum Partai Demokrat SBY bersalaman dengan Salim Segaf Al Jufri di Kantor DPP PKS, Jakarta Selatan (Foto: MP/Ponco Sulaksono)

Kala itu, lanjut SBY, Salim memberikan bantuan sosial kepada seluruh masyarakat Indonesia tanpa membedakan agama, suku dan etnis tertentu. “Kerakyatan, keumatan dan kebangsaan harus kita baca dengan satu nafas," imbuh mantan Kepala Sosial Politik (Kasospol) ABRI ini.

Untuk itu, peraih penghargaan Adhi Makayasa ini menegaskan bakal tetap melakukan hal yang sama bersama PKS jika memenangkan Pilpres 2019 mendatang. “Insya Allah jika ditakdirkan bersama, maka semangat keindonesiaan dan kebhinekaan terus kami jaga," pungkas SBY.

Dalam pertemuan ini, SBY didampingi oleh jajaran elite Demokrat. Mereka di antaranya Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat, Amir Syamsuddin; Waketum Demokrat, Syarief Hasan dan Nurhayati Ali Assegaf; Sekjen Demokrat, Hinca Panjaitan dan Anggota Majelis Tinggi, E.E Mangindaan.

Sementara, Salim didampingi oleh pejabat teras PKS. Mereka di antaranya Presiden PKS Sohibul Iman, Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid dan Sekjen PKS Mustafa Kamal.

SBY Prabowo
Prabowo Subianto dan SBY menikmati Kopi 08 dalam pertemuan di kediaman Ketum Gerindra di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan. Foto: Istimewa

Diketahui, SBY pada pagi hari sebelum pertemuan dengan jajaran elite PKS ini, bertemu dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Seusai pertemuan tersebut, Prabowo menyatakan Demokrat dan Gerindra sepakat berkoalisi.

Setelah bertemu SBY, sore harinya, Prabowo berkunjung ke Kantor DPP PKS di Jakarta Selatan. Pertemuan tersebut juga membahas soal koalisi. (Pon)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Soal Posisi Cawapres, Sekjen Demokrat: Kita Serahkan Ke Pak Prabowo

#SBY #PKS #Koalisi Pilpres
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
DPR Desak Pemerintah Tindak Lanjuti Rekomendasi Pencabutan Izin 23 Korporasi
Penanganan karhutla tidak cukup hanya melalui proses pidana, tetapi juga harus menyasar izin usaha dan kewajiban pemulihan lingkungan.
Dwi Astarini - Sabtu, 31 Oktober 2026
DPR Desak Pemerintah Tindak Lanjuti Rekomendasi Pencabutan Izin 23 Korporasi
Indonesia
DPR Desak Hukuman Maksimal bagi Tersangka Karhutla, 20 Korporasi yang Terlibat Harus Tanggung Jawab
Mendesak penegakan hukum dilakukan hingga tuntas dengan menjatuhkan hukuman maksimal kepada pihak yang terbukti bersalah.
Dwi Astarini - Sabtu, 31 Oktober 2026
DPR Desak Hukuman Maksimal bagi Tersangka Karhutla, 20 Korporasi yang Terlibat Harus Tanggung Jawab
Lifestyle
Dari Istana ke Dunia Sastra, SBY Rilis Novel Perdana 'Diana Memang Manja'
Proses penulisan novel ini berlangsung di tengah berbagai kesibukan dan perjalanan SBY ke sejumlah negara.
Dwi Astarini - Jumat, 30 Oktober 2026
Dari Istana ke Dunia Sastra, SBY Rilis Novel Perdana 'Diana Memang Manja'
Indonesia
Presiden PKS Instruksikan Pejabat Partai Sisihkan Gaji untuk Bantu Korban Karhutla
Almuzzammil Yusuf menginstruksikan pejabat partai menyisihkan gaji untuk korban karhutla, menyiapkan layanan kesehatan darurat, dan mendesak penegakan hukum.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 20 Oktober 2026
Presiden PKS Instruksikan Pejabat Partai Sisihkan Gaji untuk Bantu Korban Karhutla
Berita
Perkembangan Kasus Ijazah Gibran Terkini: Dari Hak Angket hingga Laporan Bareskrim
Perkembangan kasus ijazah Gibran terkini mencakup putusan MK, wacana pansus dan hak angket DPR, respons Jokowi, hingga pengaduan ke Bareskrim.
ImanK - Minggu, 11 Oktober 2026
Perkembangan Kasus Ijazah Gibran Terkini: Dari Hak Angket hingga Laporan Bareskrim
Indonesia
Kabut Asap Ganggu Malaysia, PKS Desak Prabowo Ambil Langkah Besar di ASEAN
PKS mendesak Presiden Prabowo Subianto memimpin upaya ASEAN mengatasi kabut asap lintas batas akibat karhutla dan memperkuat kerja sama dengan Malaysia.
Frengky Aruan - Sabtu, 10 Oktober 2026
Kabut Asap Ganggu Malaysia, PKS Desak Prabowo Ambil Langkah Besar di ASEAN
Indonesia
PKS Tidak Ingin Buru-Buru Bahas RUU Perampasan Aset, Banyak Persoalan Harus Diperjelas
salah satu persoalan yang perlu diperjelas adalah siapa yang bertanggung jawab terhadap aset setelah dilakukan penyitaan maupun perampasan.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 September 2026
PKS Tidak Ingin Buru-Buru Bahas RUU Perampasan Aset, Banyak Persoalan Harus Diperjelas
Indonesia
Presiden Ke-6 SBY Dipastikan Tidak Ikut Upacara HUT RI di Istana, Ungkap Permintaan Maaf
SBY mengatakan hingga akhir Agustus 2026 dirinya masih berada di Rochester untuk menjalani pemeriksaan kesehatan rutin di Mayo Clinic sebagai tindak lanjut setelah menjalani operasi prostat pada 2021.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 16 Agustus 2026
Presiden Ke-6 SBY Dipastikan Tidak Ikut Upacara HUT RI di Istana, Ungkap Permintaan Maaf
Indonesia
Gubernur Baru BI Diminta Kembalikan Fokus Bank Sentral pada Stabilitas Rupiah
Mandat utama BI yakni menjaga kestabilan nilai rupiah dan mengendalikan inflasi.
Dwi Astarini - Selasa, 28 Juli 2026
Gubernur Baru BI Diminta Kembalikan Fokus Bank Sentral pada Stabilitas Rupiah
Indonesia
Komedian Narji Gabung ke Partainya Jokowi, PKS Ikhlas
Melalui pernyataan resmi, jajaran petinggi PKS menyampaikan terima kasih atas dedikasi dan kontribusi Narji selama bergabung.
Dwi Astarini - Kamis, 09 Juli 2026
Komedian Narji Gabung ke Partainya Jokowi, PKS Ikhlas
Bagikan