Sayurbox Gandeng Centrigo Hadirkan Sayur Premium Planto

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Jumat, 26 Januari 2024
Sayurbox Gandeng Centrigo Hadirkan Sayur Premium Planto

Sayur premium planto. (Foto: Sayurbox)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Aplikasi Sayurbox berkomitmen untuk memberdayakan petani lokal sekaligus menggaungkan gaya hidup sehat. Berkolaborasi dengan Centrigo Farming Ecosystem (Syngenta), Sayurbox ingin membuktikan hal tersebut lewat produk terbarunya, yakni sayur premium bernama Planto.

Planto memiliki keunggulan dibandingkan sayur pada umumnya. Cukup memindai QR Code nan tertera pada kemasan Planto, kamu bisa mengetahui asal-usul jenis sayuran yang kamu beli, seperti proses penanaman dan metode pertanian nan diterapkan untuk memproduksi sayur tersebut.

Baca Juga:

Jus Sayur, Lebih Nikmat dan Tetap Berkhasiat

QR code tersebut juga memberikan informasi mengenai manfaat dan resep nan disarankan untuk mengolah sayur agar semakin nikmat untuk disantap dan tetap mendapatkan khasiatnya.

"Dengan adanya informasi mengenai kandungan gizi yang terdapat pada setiap sayuran, konsumen akan lebih percaya diri dalam menentukan pilihan dan membantu menciptakan pilihan menu yang sehat bagi keluarga," ujar CEO & Co-Founder Sayurbox Amanda Susanti, dalam siaran pers yang diterima merahputih.com, Jumat (26/1).

Misi utama peluncuran PLANTO adalah mempromosikan gaya hidup sehat dengan menyediakan sayuran segar berkualitas tinggi, sekaligus memberdayakan petani lokal di seluruh Indonesia. Kemitraan ini bertujuan menciptakan perubahan positif dalam kehidupan masyarakat dan memberikan manfaat nyata bagi para produsen lokal.

Di lain hal, Presiden Direktur Syngenta Indonesia Kazim Hasnain mengatakan semakin hari, konsumen semakin ingin mengetahui asal makanan mereka.

Baca Juga:

Tiga Fitur Terbaru Aplikasi Ini Memudahkan Belanja Bahan Makanan

"Kolaborasi Syngenta dan Sayurbox melalui Ekosistem Pertanian CENTRIGO™ memungkinkan petani menjual hasil panen segar mereka langsung ke konsumen, dan sekarang konsumen dapat melacak asal sayuran hingga ke perkebunan melalui PLANTO," ujar Kazim.

Jenis-jenis sayuran yang akan dijual dalam produk PLANTO antara lain: Baby Vegetables (Baby Cos Lettuce, Baby Chickpeas, Baby Cabbage, Baby Bok Choy), Aneka Tanaman Herbal (Oregano, Basil, Thyme, Daun Ketumbar, Rosemary), dan beberapa jenis sayuran potong seperti Paprika, Kubis Ungu, dan Kembang Kol Potong.

"Kami berharap untuk menciptakan masa depan di mana kehidupan masyarakat berkembang, petani lokal sejahtera, dan setiap individu memiliki gaya hidup yang lebih sehat. PLANTO adalah langkah konkret kami untuk mewujudkan visi tersebut," tutup Amanda. (ikh)

Baca Juga:

Hati-Hati! 5 Sayuran ini Justru Bisa Berefek Buruk untuk Tubuh

#Kesehatan
Bagikan
Ditulis Oleh

Ikhsan Aryo Digdo

Learner.

Berita Terkait

Berita Foto
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Ketua Tim Bidang Penyusunan Rencana Prioritas Pemanfaatan Dana Desa, Sappe M. P. Sirait saat Program Keluarga Sigap di Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 15 Januari 2026
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Indonesia
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Ratusan pengungsi pascabanjir bandang di Aceh Tamiang mengalami berbagai penyakit seperti ISPA hingga diare. Tim Dokkes Polri turun beri layanan kesehatan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Januari 2026
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Dunia
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Perubahan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump meminta Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) meninjau bagaimana negara-negara sejawat merekomendasikan vaksin.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
  AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Indonesia
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Pemerintah DKI telah berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin ihwal Super Flu ini.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Indonesia
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Dikhawatirkan, penyakit ini berdampak pada beban layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Indonesia
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Subclade K telah terdeteksi di Indonesia sejak Agustus 2025 melalui sistem surveilans sentinel ILI-SARI di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Indonesia
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Indonesia menjadi salah satu negara yang terpapar jenis virus ini.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Lifestyle
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Siloam Hospitals Kebon Jeruk memiliki dan mengoperasikan tiga sistem robotik, yakni Da Vinci Xi (urologi, ginekologi, bedah digestif, dan bedah umum), Biobot MonaLisa (khusus diagnostik kanker prostat presisi tinggi), dan ROSA (ortopedi total knee replacement).
Dwi Astarini - Jumat, 19 Desember 2025
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Indonesia
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Pemkot segera mulai menyiapkan kebutuhan tenaga medis, mulai dari dokter hingga perawat.
Dwi Astarini - Senin, 24 November 2025
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Indonesia
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
emerintah memberikan kesempatan bagi peserta untuk mendapatkan penghapusan tunggakan iuran sehingga mereka bisa kembali aktif menikmati layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Rabu, 19 November 2025
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
Bagikan