Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Satgas COVID-19 Beberkan Wilayah yang Kepatuhan Prokesnya Rendah

Zulfikar SyZulfikar Sy - Rabu, 14 Juli 2021
Satgas COVID-19 Beberkan Wilayah yang Kepatuhan Prokesnya Rendah

Pengendara sepeda motor mengenakan masker. (Foto: MP/Rizki Fitrianto)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Tingkat kepatuhan masyarakat dalam menjaga jarak masih lebih rendah dibandingkan memakai masker.

Hal itu terungkap dari pengawasan selama 1 pekan terakhir khususnya di 7 provinsi yang menerapkan PPKM Darurat di Pulau Jawa dan Bali.

Misalnya DKI Jakarta, berdasarkan data real time yang diterima, 46 (20,72 persen) kelurahan/desa di DKI Jakarta memiliki kepatuhan menggunakan masker yang rendah.

Baca Juga:

Bansos PPKM Darurat Kota Bandung Rp 500 Ribu untuk Warga Non-DTKS

"Serta 127 (57,2 persen) kelurahan/desa memiliki kepatuhan menjaga jarak yang rendah,” kata Ketua Bidang Data Dan Teknologi Informasi Satgas COVID-19 Dewi Nur Aisyah, Rabu (14/7).

Situasi sama juga terjadi di Provinsi Jawa Barat di mana sebanyak 814 (23,86 persen) kelurahan/desa yang memiliki kepatuhan menggunakan masker rendah (kurang dari 75 persen) serta 1.017 (29,81 persen) kelurahan/desa memiliki kepatuhan menjaga jarak rendah (kurang dari 75 persen).

Untuk Provinsi Jawa Tengah, sebanyak 439 (23,55 persen) kelurahan/desa memiliki kepatuhan menggunakan masker yang rendah (kurang dari 75 persen), serta 629 (33,74 persen) kelurahan/desa memiliki kepatuhan menjaga jarak yang rendah (kurang dari 75 persen).

Sedangkan untuk Provinsi DI Yogyakarta, sebanyak 50 (13,02 persen) kelurahan/desa memiliki kepatuhan menggunakan masker yang rendah (kurang dari 75 persen) serta 90 (23,44 persen) kelurahan/desa memiliki kepatuhan menjaga jarak yang rendah (kurang dari 75 persen).

Untuk Provinsi Jawa Timur, sebanyak 966 (20,77 persen) kelurahan/desa memiliki kepatuhan menggunakan masker yang rendah (kurang dari 75 persen) serta 1.181 (25,40 persen) kelurahan/desa memiliki kepatuhan menjaga jarak yang rendah (kurang dari 75 persen).

Di Provinsi Banten, tercatat sebanyak 161 (27,19 persen) kelurahan/desa memiliki kepatuhan menggunakan masker yang rendah (kurang dari 75 persen) serta 204 (34,45 persen) kelurahan atau desa memiliki kepatuhan menjaga jarak yang rendah (kurang dari 75 persen).

Untuk Provinsi Bali, sebanyak 12 (1,70 persen) kelurahan/desa memiliki kepatuhan menggunakan masker yang rendah (di bawah 75 persen) serta 31 (4,40 persen) kelurahan/desa memiliki kepatuhan menjaga jarak yang rendah (kurang dari 75 persen).

Dewi menambahkan, tingkat kepatuhan pemakaian masker pada level nasional masih sangat rendah.

Pada level kabupaten/kota, terdapat 95 (24,11 persen) dari 394 kabupaten/kota yang memiliki tingkat kepatuhan memakai masker kurang dari 75 persen. Pada level kecamatan, terdapat 890 (26,20 persen) dari 3.397 kecamatan yang memiliki tingkat kepatuhan memakai masker kurang dari 75 persen.

Pada level kelurahan dan desa terdapat 5.282 (26,57 persen) dari 19.880 kelurahan/desa yang memiliki tingkat kepatuhan memakai masker kurang dari 75 persen.

Penyekatan di kawasan Kalideres, Jakarta Barat pada hari pertama PPKM Darurat, Sabtu (3/7). (Foto: MP/Rizki Fitrianto)
Penyekatan di kawasan Kalideres, Jakarta Barat pada hari pertama PPKM Darurat, Sabtu (3/7). (Foto: MP/Rizki Fitrianto)

Ia menilai, kebijakan intervensi seperti PPKM Darurat tidak bisa langsung terasa, melainkan butuh waktu paling cepat tiga minggu sejak diterapkan 3 Juli lalu.

“Biasanya butuh waktu, paling cepat 3 minggu mulai ada pengereman (kasus),” kata Dewi.

Dewi mengatakan, berdasarkan pengalaman PPKM Mikro pada awal Januari 2021, terlihat kasus masih terus naik ke puncak meskipun sudah dilaksanakan selama 2 minggu.

“Setelah itu baru ada penurunan ketika pekan ke-3,” ujarnya.

Oleh karena itu, ujarnya, pengetatan mobilitas dan aktivitas juga diperkirakan baru terasa kepada penurunan kasus 3-4 minggu sejak diterapkan PPKM Darurat.

Dewi menambahkan upaya promotif dan preventif jauh lebih baik dibandingkan upaya kuratif seperti PPKM Darurat.

Pasalnya, jika sudah terjadi kenaikan kasus sangat tinggi, maka tidak mungkin upaya kuratif bisa menyelesaikan semua kebutuhan yang ada.

“Ketika kita mampu mencegah maka akan jauh lebih baik. Itulah mengapa pentingnya sekarang meningkatkan kepatuhan terhadap protokol kesehatan,” kata Dewi.

Baca Juga:

Sepekan PPKM Darurat, Mobilitas Warga Jakarta Justru Meningkat

Menurut Dewi, saat PPKM Darurat dilakukan di Jawa dan Bali, terlihat kenaikan kasus di seluruh provinsi Indonesia.

Dia mengingatkan jangan sampai ketika kasus di Jawa dan Bali sudah berhasil ditekan, muncul kasus baru di luar kedua pulau tersebut.

“Kita tidak bisa bilang PPKM Darurat hanya Jawa dan Bali saja, yang lain tidak peduli atau tidak patuh. Ini perlu menjadi perhatian untuk semuanya,” kata Dewi. (Knu)

Baca Juga:

Ini 100 Titik Penyekatan PPKM Darurat Setelah Diperbanyak

#COVID-19 #PPKM Darurat #Satgas COVID-19
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Waspada Ledakan COVID-19 Cicada, Varian Baru Incar Anak Tanpa Vaksin di 25 Negara Dunia
Nurhadi mengingatkan pemerintah agar tidak hanya fokus pada masuknya varian ke tanah air, tetapi lebih menekankan pada kekuatan kapasitas deteksi dini
Angga Yudha Pratama - Rabu, 08 April 2026
Waspada Ledakan COVID-19 Cicada, Varian Baru Incar Anak Tanpa Vaksin di 25 Negara Dunia
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Video Perencanaan Pandemi COVID-19 dari Epstein Files Viral di Media Sosial
Konten itu ternyata merupakan bagian dari materi promosi rumah sakit yang berlokasi di Be’er Ya’akov, Israel.
Dwi Astarini - Kamis, 19 Februari 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Video Perencanaan Pandemi COVID-19 dari Epstein Files Viral di Media Sosial
Indonesia
Penanganan Penyakit Tuberculosis Bakal Contoh Pola Pandemi COVID-19
Salah satu fokus dalam penanganan Tb adalah memperluas skrining atau deteksi dini. Masyarakat diimbau untuk tidak takut melakukan pemeriksaan, karena TBC dapat disembuhkan dengan pengobatan yang konsisten.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 17 Oktober 2025
Penanganan Penyakit Tuberculosis Bakal Contoh Pola Pandemi COVID-19
Indonesia
Kasus ISPA di Jakarta Naik Gara-Gara Cuaca, Warga Diminta Langsung ke Faskes Jika Ada Gejala
Gejala umum ISPA yang harus diwaspadai meliputi batuk, pilek, nyeri tenggorokan, dan demam
Angga Yudha Pratama - Kamis, 16 Oktober 2025
Kasus ISPA di Jakarta Naik Gara-Gara Cuaca, Warga Diminta Langsung ke Faskes Jika Ada Gejala
Lifestyle
Ciri-Ciri dan Risiko Warga Yang Alami Long COVID
Gejala long COVID tidak selalu sama pada setiap orang. Sebagian mengalami hanya satu keluhan, seperti sesak napas atau kelelahan (fatigue), sementara yang lain menghadapi kombinasi beberapa gangguan.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 12 Agustus 2025
Ciri-Ciri dan Risiko Warga Yang Alami Long COVID
Indonesia
Kemenkes Temukan 1 Kasus Positif COVID dari 32 Spesimen Pemeriksa
Kemenkes menjabarkan saat ini ada 179 kasus COVID-19, dengan 1 kasus positif dari 32 pemeriksaan yang ditemukan
Wisnu Cipto - Senin, 16 Juni 2025
Kemenkes Temukan 1 Kasus Positif COVID dari 32 Spesimen Pemeriksa
Indonesia
178 Orang Positif COVID-19 di RI, Jemaah Haji Pulang Batuk Pilek Wajib Cek ke Faskes Terdekat
Batuk-pilek disertai sesak napas dalam waktu kurang dari 14 hari setelah kembali dari Tanah Suci.
Wisnu Cipto - Senin, 16 Juni 2025
178 Orang Positif COVID-19 di RI, Jemaah Haji Pulang Batuk Pilek Wajib Cek ke Faskes Terdekat
Indonesia
Semua Pasien COVID-19 di Jakarta Dinyatakan Sembuh, Tren Kasus Juga Terus Menurun Drastis
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menegaskan bahwa situasi COVID-19 di Ibu Kota tetap terkendali
Angga Yudha Pratama - Jumat, 13 Juni 2025
Semua Pasien COVID-19 di Jakarta Dinyatakan Sembuh, Tren Kasus Juga Terus Menurun Drastis
Indonesia
Jakarta Tetap Waspada: Mengungkap Rahasia Pengendalian COVID-19 di Ibu Kota Mei 2025
Ani mengimbau masyarakat untuk terus menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan
Angga Yudha Pratama - Rabu, 11 Juni 2025
Jakarta Tetap Waspada: Mengungkap Rahasia Pengendalian COVID-19 di Ibu Kota Mei 2025
Indonesia
KPK Minta Tolong BRI Bantu Usut Kasus Korupsi Bansos Presiden Era COVID-19
KPK meminta bantuan BRI untuk memberikan informasi mengenai fasilitas kredit
Wisnu Cipto - Jumat, 06 Juni 2025
KPK Minta Tolong BRI Bantu Usut Kasus Korupsi Bansos Presiden Era COVID-19
Bagikan