Headline

Sakit, Ketua PA 212 Slamet Ma'arif Mangkir dari Panggilan Polda Jateng

Eddy FloEddy Flo - Senin, 18 Februari 2019
 Sakit, Ketua PA 212 Slamet Ma'arif Mangkir dari Panggilan Polda Jateng

Ketua PA 212 Slamet Ma'arif saat diperiksa Polresta Solo beberapa waktu lalu (MP/Ismail)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Ketua Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Ma'arif kembali tidak memenuhi panggilan Polda Jawa Tengah, Senin (18/2).

Slamet seharusnya diperiksa Polda Jateng sebagai tersangka kasus pidana pemilu terkait kampanye di acara tablig akbar 212 Solo Raya di Gladak, Slamet Riyadi, Solo, Jawa Tengah, Minggu (13/1).

Pengacara tersangka, Ahmad Michdan, mengatakan Slamet meminta penundaan pemeriksaan Mapolda Jawa Tengah. Sehari sebelum diperiksa Polda Jawa Tengah, Slamet Ma'arif sebenarnya sudah ada di Semarang.

"Slamet dijadwalkan menjalani pemeriksaan penyidik pada Senin pukul 10.00 WIB. Namun, kesehatan Slamet kita lihat menurun sejak Minggu malam," ujar Michdan saat dihubungi.

Ketua Presidium Alumni 212 Slamet Ma'arif diperiksa Polresta Solo
Pengacara tersangka Slamet Ma'arif, Ahmad Michdan (dua dari kiri) mendatangi Mapolresta Solo, Kamis (7/2). (MP/Ismail)

Hasil pengecekan kesehatan, lanjut dia, Slamet juga mengalami sakit flu dan tekanan darahnya tinggi. Slamet lalu meminta penyidik untuk menjadwal ulang pemeriksaannya.

"Saya sendiri yang datang ke Mapolda Jateng menyerahkan surat keterangan sakit. Tim juga meminta agar polisi menjadwalkan ulang pemeriksaan," kata dia.

Ia menyarankan agar polisi lebih dulu memeriksa saksi-saksi. Slamet bisa diperiksa saat periksaan saksi selesai.

"Sampai sekarang kita masih menunggu surat jadwal ulang pemanggilan dari Polda Jateng," kata dia.

Diketahui Slamet diduga melakukan pelanggaran kampanye pada acara tablig akbar di Solo pada pertengahan Januari lalu.

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Solo menyimpulkan adanya indikasi pidana pemilu sehingga melimpahkan kasus itu ke Polresta Solo. Slamet kemudian ditetapkan sebagai tersangka, Minggu (13/2).(*)

Berita ini ditulis berdasarkan laporan Ismail, reporter dan kontributor merahputih.com untuk wilayah Solo dan sekitarnya.

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Relawan Nobar Debat Capres di Posko Pemenangan, Ibunda Jokowi Kirim Makanan dan Kopi

#Slamet Maarif #Polda Jawa Tengah #Presidium Alumni 212 #Pelanggaran Pemilu
Bagikan
Ditulis Oleh

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian

Berita Terkait

Indonesia
Polda Jateng Bongkar Pabrik Mie Basah Berformalin di Boyolali, Bisa Produksi 1,5 Ton per Hari
Polda Jateng membongkar pabrik mie basah berformalin di Boyolali. Pabrik tersebut bisa memproduksi hingga 1,5 ton per harinya.
Soffi Amira - Kamis, 12 Maret 2026
Polda Jateng Bongkar Pabrik Mie Basah Berformalin di Boyolali, Bisa Produksi 1,5 Ton per Hari
Indonesia
17,3 Juta Pemudik Diprediksi Masuk Jateng saat Lebaran, Polda Siagakan 28.980 Personel
Polda Jawa Tengah menyiagakan 28.980 personel untuk mengamankan arus mudik Lebaran 2026. Diperkirakan 17,3 juta pemudik akan masuk ke wilayah Jawa Tengah.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 10 Maret 2026
17,3 Juta Pemudik Diprediksi Masuk Jateng saat Lebaran, Polda Siagakan 28.980 Personel
Indonesia
Polda Jateng Bongkar Tambang Ilegal di Boyolali dan Kendal, 2 Tersangka Sudah Diamankan
Polda Jateng membongkar kasus tambang ilegal di Boyolali dan Kendal. Dua orang tersangka berhasil diamankan.
Soffi Amira - Rabu, 25 Februari 2026
Polda Jateng Bongkar Tambang Ilegal di Boyolali dan Kendal, 2 Tersangka Sudah Diamankan
Indonesia
Polda Jateng Ambil Sampel DNA dan Data Antemortem Keluarga Korban Pesawat ATR 42-500
Polda Jateng mengambil sampel DNA dan data antemortem keluarga korban pesawat ATR 42-500.
Soffi Amira - Senin, 19 Januari 2026
Polda Jateng Ambil Sampel DNA dan Data Antemortem Keluarga Korban Pesawat ATR 42-500
Indonesia
Polri Kini Sudah Punya 672 SPPG, Paling Banyak Ada di Jawa Tengah
Polri kini sudah memiliki 672 SPPG. Namun, SPPG Polri yang paling banyak berada di Jawa Tengah.
Soffi Amira - Jumat, 17 Oktober 2025
Polri Kini Sudah Punya 672 SPPG, Paling Banyak Ada di Jawa Tengah
Indonesia
Diduga Merusuh, Polda Jateng Tangkap 1.747 Orang dalam 4 Hari, 46 Ditetapkan sebagai Tersangka
Penangkapan dilakukan pada 29 Agustus hingga 1 September 2025 seperti dilaporkan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Tengah Kombes Pol. Dwi Subagio di Semarang, Selasa (2/9).
Frengky Aruan - Selasa, 02 September 2025
Diduga Merusuh, Polda Jateng Tangkap 1.747 Orang dalam 4 Hari, 46 Ditetapkan sebagai Tersangka
Indonesia
Groundbreaking 24 SPPG Polres di Solo, Kapolri Pastikan Sasar 90.717 Penerima Manfaat Makan Bergizi
Kapolri mengatakan setelah SPPG ini selesai kemungkinan akan dilaksanakan evaluasi.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 25 Juni 2025
Groundbreaking 24 SPPG Polres di Solo, Kapolri Pastikan Sasar 90.717 Penerima Manfaat Makan Bergizi
Indonesia
Polda Jateng Jaring 134 Pelaku Aksi Tawuran dan Anak Punk
Operasi pemberantasan aksi premanisme itu digelar serentak di 35 jajaran Polres dan Polda Jateng, Sabtu (10/5).
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 12 Mei 2025
Polda Jateng Jaring 134 Pelaku Aksi Tawuran dan Anak Punk
Indonesia
Polda Jateng Ungkap Takaran Minyakita Disunat di Karanganyar, 8 Orang Diperiksa
Pabrik yang berada di Kabupaten Karanganyar itu dapat menghasilkan 150 ribu botol Minyakiita tutup kuning setiap harinya dan 700 ribu botol Minyakita warna hijau setiap harinya.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 14 Maret 2025
Polda Jateng Ungkap Takaran Minyakita Disunat di Karanganyar, 8 Orang Diperiksa
Indonesia
DPR Kritik Cara Polisi Tangani Band Sukatani yang Populerkan Lagu ‘Bayar Bayar Bayar’
Anggota Komisi III Rudianto Lallo menduga bahwa Polda Jawa Tengah melakukan cara represif dan intimidatif terhadap band Sukatani.
Frengky Aruan - Selasa, 25 Februari 2025
DPR Kritik Cara Polisi Tangani Band Sukatani yang Populerkan Lagu ‘Bayar Bayar Bayar’
Bagikan