Saatnya NU dan Muhammadiyah Turun Gunung

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Senin, 11 Juni 2018
Saatnya NU dan Muhammadiyah Turun Gunung

Ilustrasi pencucian otak oleh teroris. Foto: PixabayIlustrasi pencucian otak oleh teroris. Foto: Pixabay

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Arif Satria meminta Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah agar turut serta menekan penyebaran radikalisme.

Imbauan itu disampaikan Arif menyusul data yang didapat pemerintah terkait sejumlah perguruan tinggi yang mahasiswanya sudah terpapar radikalisme.

"Saya berharap ormas NU Muhammadiyah turun gunung sejak SMP, SMA dan mahasiswa. Karena itu sudah mulai sejak SMA mulai digarap. Maka ini tidak bisa menyelesaikan kampus saja selesai," kata Arif dalam diksusi di kawasan Jakarta Selatan, Senin (11/6).

NU

Arif mengaku telah membuka jalur baru dengan mengundang ketua OSIS untuk masuk ke IPB tanpa melalui tes. Pasalnya, Arif menghendaki para eks ketua osis tersebut menjadi calon pemimpin di kampus.

"Persoalan radikalisme ini persoalan eksklusivitas. karakteristik sains di universitas yang memang eksklusif. Sains yang positivistik. Mereka yang tidak mau lihat mazhab lain, ini yang di IPB mencoba mendobrak itu. Bagaimana memunculkan mazhab alternatif," ujarnya.

NU dan Muhammadiyah
Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj (kiri) dan Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir (kanan). (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)

Berpaling ke BIN

Sementara itu, Ketua DPR RI Bambang Soesatyo meminta Badan Intelijen Negara (BIN) masuk ke kampus-kampus. "Saya mendorong komisi I menggerakkan BIN untuk menyebar ke kampus apakah informasi itu benar atau hanya isapan jempol," kata pria yang akrab disapa Bamsoet ini.

Bamsoet mengatakan pihaknya bakal mengkaji lagi data yang diberikan pemeritnah terkait mahasiswa yang terpapar radikalisme. DPR, kata dia akan mendorong komisi III untuk melakukan pendalaman.

"Kami pasti mendorong komisi III melakukan pendalaman dengan Kapolri untuk menggerakkan intelejennya ke kampus-kampus," tuturnya.

Radikalisme
Spanduk bahaya laten radikalisme di kawasan Jl Malioboro, Yogyakarta, Selasa (15/5/2018). BNPT menyatakan, paham radikalisme sudah menyusupi banyak kampus di Indonesia. | Andreas Fitri Atmoko /Antara

Bamsoet juga meminta kepada organisasi ekstra kampus agar bisa menjaga persatuan dan kesatuan. Dia meminta semua pihak waspada atas paham radikal ini.

"Kita harus waspada banyak yang sudah percaya paham radikalisme ini. Kami juga berharap organ mahasiswa seperti HMI dan lain-lain segera mengamankan NKRI dari paham tersebut," pungkasnya.

Sebelumnya, BNPT membeberkan setidaknya ada tujuh kampus PTN yang terpapar radikalisme. Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Diponegoro (Undip), hingga Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Airlangga (Unair), dan Universitas Brawijaya (UB) disebut BNPT sudah disusupi paham radikal. (Pon)

#Radikalisme
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Lifestyle
8 Cara Keluarga Cegah Anak Terpapar Pemahaman Kekerasan dan Radikalisme
Regulasi penggunaan sosial media pada anak di Indonesia belum seketat negara maju lainnya.
Dwi Astarini - Senin, 07 September 2026
8 Cara Keluarga Cegah Anak Terpapar Pemahaman Kekerasan dan Radikalisme
Indonesia
Kemendikdasmen Perkuat Peran Sekolah Cegah Anak Terpapar Radikalisme di Media Sosial
Kekerasan yang perlu dicegah tidak hanya terjadi secara fisik, tetapi juga dalam bentuk nonfisik, baik di dunia nyata maupun ruang digital.
Dwi Astarini - Kamis, 03 September 2026
Kemendikdasmen Perkuat Peran Sekolah Cegah Anak Terpapar Radikalisme di Media Sosial
Indonesia
620 Anak Terhubung Terorisme, BNPT Soroti Bahaya Paparan Radikalisme di Media Sosial
BNPT mengungkap 620 anak usia 11-18 tahun terpapar kekerasan dan radikalisme. 6 anak di Jakarta diarahkan menjalani rehabilitasi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 03 September 2026
620 Anak Terhubung Terorisme, BNPT Soroti Bahaya Paparan Radikalisme di Media Sosial
Indonesia
Paham Radikal Menyebar Cepat, Kadensus 88 Minta Orangtua Lindungi Anak di Ruang Digital
Pendekatan terhadap anak yang terpapar persoalan di ruang digital mengedepankan perlindungan, rehabilitasi, dan pendampingan.
Dwi Astarini - Kamis, 21 Mei 2026
Paham Radikal Menyebar Cepat, Kadensus 88 Minta Orangtua Lindungi Anak di Ruang Digital
Indonesia
Densus 88 Ungkap Pola Baru Terorisme Digital, Anak Muda Jadi Target Rentan
Kadensus 88 AT Polri mengungkap pola baru terorisme digital yang menyasar generasi muda melalui algoritma, komunitas virtual, dan kerentanan psikologis.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 21 Mei 2026
Densus 88 Ungkap Pola Baru Terorisme Digital, Anak Muda Jadi Target Rentan
Indonesia
Waspada! Paham Ekstremisme dan Terorisme Kini Menyebar Lewat Algoritma Digital
Wakapolri mengungkap pola baru terorisme dan ekstremisme yang kini berkembang melalui ruang digital. Polri juga menyoroti ratusan anak terpapar radikalisme di Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 21 Mei 2026
Waspada! Paham Ekstremisme dan Terorisme Kini Menyebar Lewat Algoritma Digital
Indonesia
Interaksi Sosial di Platform Gim Daring Jadi Wadah Sebarkan Paham Radikalisme
BNPT mencatat sepanjang tahun 2025 terdapat sekitar 112 anak di 26 provinsi yang teridentifikasi terpapar paham radikalisme melalui ruang digital, baik melalui media sosial maupun gim daring.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 08 Januari 2026
Interaksi Sosial di Platform Gim Daring Jadi Wadah Sebarkan Paham Radikalisme
Indonesia
Kapolda Metro Minta Pelajar Jadi Tangan Kanan Polisi Cegah Bully & Radikalisme di Sekolah
Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri pun mengajak para pelajar untuk menjadi tangan kanannya bersama-sama polisi menjaga keamanan di Jakarta.
Wisnu Cipto - Senin, 17 November 2025
Kapolda Metro Minta Pelajar Jadi Tangan Kanan Polisi Cegah Bully & Radikalisme di Sekolah
Indonesia
Polisi Mulai Terpapar Radikalisme, As SDM Kapolri Waspadai Fenomena Polisi Cinta Sunah
As SDM Kapolri, Irjen Anwar menyoroti munculnya fenomena “Polisi Cinta Sunah” (PCS)
Wisnu Cipto - Rabu, 29 Oktober 2025
Polisi Mulai Terpapar Radikalisme, As SDM Kapolri Waspadai Fenomena Polisi Cinta Sunah
Indonesia
BNPT Minta Ibu Lebih Berperan Tangkis Upaya Kelompok Radikal Rekrut Anak Muda Lewat Game Online
BNPT meminta para orang tua, khususnya para ibu, untuk lebih aktif mengawasi aktivitas digital anak-anak.
Wisnu Cipto - Kamis, 09 Oktober 2025
BNPT Minta Ibu Lebih Berperan Tangkis Upaya Kelompok Radikal Rekrut Anak Muda Lewat Game Online
Bagikan