Headline

RUU Pertanian Timbulkan Ambiguitas Hak Ulayat dan Hukum Adat

Eddy FloEddy Flo - Minggu, 29 Juli 2018
 RUU Pertanian Timbulkan Ambiguitas Hak Ulayat dan Hukum Adat

Wakil Ketua Umum PAN Viva Yoga Mauladi (ANTARA FOTO)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) khususnya Komisi IV tengah menggodok Rancangan Undang-Undang Sistem Budi Daya Pertanian Berkelanjutan. Menurut Ketua Komisi IV Viva Yoga Mauladi dalam RUU Pertanian itu terdapat penggunaan lahan hak ulayat dianggap belum jelas.

"Panitia Kerja RUU Sistem Budi Daya Pertanian Berkelanjutan menemukan masih ada beberapa pasal yang masih harus didiskusikan lebih dalam lagi. Salah satunya mengenai lahan hak ulayat," kata Viva Yoga Mauladi dalam rilis yang diterima di Jakarta, Sabtu (28/7) kemarin.

Viva Yoga memaparkan bahwa penggunaan lahan hak ulayat perlu dibahas antara lain terkait dengan petani dan pelaku usaha yang menggunakan lahan hak ulayat maka harus mendapatkan persetujuan dari masyarakat adat sesuai hukum adat.

Selain itu, ujar dia, hal yang dibahas mengenai poin tersebut antara lain adalah apakah statusnya sebatas persetujuan atau bisa berbeda dari itu, serta adanya ketentuan yang mengharuskan agar penggunaan lahan hak ulayat tidak merusak lingkungan dan hutan.

Viva Yoga Mauladi
Ketua Komisi IV DPR, Viva Yoga, pesimistis dengan swasembada pangan. (Foto: Twitter @vivayogamauladi)

Sedangkan permasalahan lainnya yang dibahas sehubungan dengan lahan hak ulayat adalah terkait dengan mekanisme pembagian keuntungan serta periode penggunaan.

"Semua ini harus dibahas dan diteliti lebih dalam," ujar politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu.

Ia tidak menginginkan masyarakat adat dikalahkan oleh regulasi baru yang sifatnya tumpang tindih.

Untuk itu, Viva sebagaimana dilansir Antara mengemukakan bahwa Komisi IV DPR juga bakal mengundang beberapa pakar pertanian guna menjelaskan mengenai status, kedudukan hukum adat, hukum ulayat dan masyarakat adat dengan pertanian.

Wakil Ketua Komisi IV DPR juga mengungkapkan bahwa pihaknya akan mengundang pula ahli bahasa dalam rangka memberi masukan dan menjelaskan kata-kata agar tidak menimbulkan persepsi ganda.(*)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Erick Thohir Puji Palembang Dianggap Sudah Siap Gelar Asian Games

#Viva Yoga #Komisi IV DPR #Hukum Adat
Bagikan
Ditulis Oleh

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian

Berita Terkait

Indonesia
Pembangunan Cold Storage Kampung Nelayan Dinilai Bisa Putus Ketergantungan Nelayan pada Tengkulak
Anggota Komisi IV DPR RI mendukung pembangunan cold storage dalam program Kampung Nelayan yang digagas Presiden Prabowo Subianto.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 21 Mei 2026
Pembangunan Cold Storage Kampung Nelayan Dinilai Bisa Putus Ketergantungan Nelayan pada Tengkulak
Indonesia
DPR Minta Pemerintah Gencar Bongkar Mafia Pangan Penyebab Harga Minyak Goreng Naik
Anggota Komisi IV DPR RI meminta pemerintah mengusut mafia pangan yang diduga menyebabkan kenaikan harga minyak goreng dan mengganggu distribusi pangan nasional.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 21 Mei 2026
DPR Minta Pemerintah Gencar Bongkar Mafia Pangan Penyebab Harga Minyak Goreng Naik
Indonesia
Jelang Idul Adha 2026, DPR Minta Pengawasan Ketat Hewan Kurban untuk Cegah PMK
DPR meminta pengawasan ketat terhadap hewan kurban menjelang Idul Adha 2026. Sebab, penyakit PMK mulai mengintai.
Soffi Amira - Selasa, 05 Mei 2026
Jelang Idul Adha 2026, DPR Minta Pengawasan Ketat Hewan Kurban untuk Cegah PMK
Indonesia
PAN Nilai Usul Batas Jabatan Ketum Parpol Bertentangan dengan Prinsip Kebebasan Berserikat
Negara memberikan ruang kemandirian bagi partai politik untuk mengatur kehidupan organisasinya sendiri.
Dwi Astarini - Jumat, 24 April 2026
PAN Nilai Usul Batas Jabatan Ketum Parpol Bertentangan dengan Prinsip Kebebasan Berserikat
Indonesia
Komisi IV DPR Desak Pemerintah Antisipasi Kemarau Ekstrem, Ancaman Gagal Panen Mengintai
Komisi IV DPR meminta pemerintah untuk mengantisipasi kemarau ekstrem. Ancaman gagal panen pun mulai meningkat.
Soffi Amira - Selasa, 17 Maret 2026
Komisi IV DPR Desak Pemerintah Antisipasi Kemarau Ekstrem, Ancaman Gagal Panen Mengintai
Indonesia
Prabowo Ingin Bentuk Satgas Pendanaan Taman Nasional, DPR Ingatkan Fungsi Konservasi
Anggota DPR Daniel Johan menanggapi rencana Presiden Prabowo membentuk Satgas Pendanaan Taman Nasional. Tekankan fungsi konservasi jadi prioritas utama.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 13 Maret 2026
Prabowo Ingin Bentuk Satgas Pendanaan Taman Nasional, DPR Ingatkan Fungsi Konservasi
Indonesia
Iran Hentikan Ekspor Pangan, DPR Ingatkan Dampaknya Bisa Merembet ke Indonesia
Iran menghentikan ekspor pangan karena situasi perang. Komisi IV DPR pun meningatkan potensi dampak global ke Indonesia.
Soffi Amira - Kamis, 05 Maret 2026
Iran Hentikan Ekspor Pangan, DPR Ingatkan Dampaknya Bisa Merembet ke Indonesia
Indonesia
Sanksi Adat Tana Toraja ke Komika Pandji, Sediakan 5 Ekor Ayam Serta Seekor Babi
Pandji mengikuti mekanisme hukum adat khusus yang disebut Ma’ Buak Burun Mangkaloi Oto’, yakni menjawab pertanyaan dari para perwakilan adat Toraja
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 10 Februari 2026
Sanksi Adat Tana Toraja ke Komika Pandji, Sediakan 5 Ekor Ayam Serta Seekor Babi
Indonesia
Jelang Ramadan, Rina Saadah Minta Pemerintah Petakan Stok dan Risiko Harga Pangan
Komisi IV DPR meminta pemerintah melakukan peta stok dan risiko harga pangan menjelang Ramadan.
Soffi Amira - Kamis, 05 Februari 2026
Jelang Ramadan, Rina Saadah Minta Pemerintah Petakan Stok dan Risiko Harga Pangan
Indonesia
Tambang Ilegal Marak di Kawasan Hutan, DPR Minta Sanksi Pidana hingga Pemulihan Ekologis
Anggota Komisi IV DPR RI menegaskan tambang ilegal di kawasan hutan tak bisa ditoleransi. Data Kementerian Kehutanan mencatat 191.790 hektare tambang ilegal.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 22 Januari 2026
Tambang Ilegal Marak di Kawasan Hutan, DPR Minta Sanksi Pidana hingga Pemulihan Ekologis
Bagikan