Rapat Panas di Komisi IV soal Bencana Sumatra, Rahmat Saleh Minta Menhut Raja Juli Mundur dari Jabatan
Raker Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dengan Komisi IV DPR Bahas Material Kayu Pasca Banjir di Sumatera
MerahPutih.com - Anggota Komisi IV DPR Rahmat Saleh meminta menteri yang dinilai tidak mampu menangani bencana banjir dan longsor di Sumatra untuk mengundurkan diri.
Permintaan itu ia sampaikan langsung kepada Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni dalam rapat kerja Komisi IV DPR yang membahas penanganan bencana, Kamis (4/12).
Rahmat menyoroti besarnya jumlah korban akibat bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra. Ia menyebut lebih dari 700 orang meninggal dunia, sementara 650 orang lainnya masih belum ditemukan.
“Satu nyawa sangat berharga. (Per Kamis, 4 Desember) hampir 765 meninggal, 650 belum kita temukan. Ini bencana besar, bukan main-main,” ujarnya di Kompleks MPR/DPR, Jakarta, dikutip Jumat (5/12).
Baca juga:
Dugaan Kerusakan Alam, DPR Akan Panggil Kemenhut Bahas Banjir dan Longsor di Sumatra Utara
Ia menilai bahwa pilihan untuk mengundurkan diri bukanlah hal yang keliru jika seorang menteri merasa tidak sanggup menangani bencana berskala besar seperti ini.
“Jadi bukan sesuatu yang salah juga kalau menteri tidak sanggup mengatasi ini mundur. Itu tugas yang mulia menurut saya,” tegas Rahmat.
Baca juga:
Sementara itu, Menhut Raja Juli Antoni menyatakan siap dievaluasi jika kinerjanya dianggap tidak memenuhi harapan Presiden Prabowo Subianto.
Ia menegaskan bahwa kritik, termasuk dari masyarakat di media sosial, adalah bagian dari aspirasi yang ia terima.
“Kritik netizen kepada saya, saya nggak pernah hapus ya. Itu bagian dari aspirasi, kemarahan, dan harapan,” ujarnya. Antoni juga menegaskan bahwa keputusan terkait posisinya sepenuhnya berada di tangan Presiden. (Knu)
Bagikan
Joseph Kanugrahan
Berita Terkait
“Hati Bertali”, Lagu Bumiy yang Merangkul Duka dan Harapan di Tengah Bencana
Total Kerusakan dan Kerugian Bencana Alam di Sumbar Capai Rp 33,5 Triliun
Lalin Jembatan Bailey Bireuen Aceh-Medan Gantian Tiap 1 Jam, Buka-Tutup Hingga September
Ribuan Rumah di 14 Desa Karawang Teredam Banjir, 27 Ribu Warga Terdampak
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Sumatera Barat Masuki Fase Pemulihan, BNPB Tekankan Validasi Lahan Aman Hunian
Kemenhut Bentuk Tim Percepatan Pembersihan Kayu Hanyut Pascabanjir Sumatra
Satgas PKH Tindak 23 Subjek Hukum Pemicu Bencana Sumatera
Raker Komisi IV DPR Bahas Upaya Pemulihan Pascabencana Banjir Sumatera
Kapolda Ajak Masyarakat Aceh Tamiang Jadikan Lumpur Sisa Banjir untuk Media Tanam Tumbuhan