RUU Pemilu, Gerindra Pertimbangkan Ubah 'Presidential Threshold'

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Kamis, 08 Juni 2017
RUU Pemilu, Gerindra Pertimbangkan Ubah 'Presidential Threshold'

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Ferry Juliantoro. (MP/Ponco Sulaksono)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Ferry Juliantoro mengatakan bahwa partainya bakal mempertimbangkan perubahan atas wacana ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold dalam RUU Pemilu yang saat ini tengah dibahas DPR.

Sebelumnya, partai berlambang burung garuda ini merupakan pihak yang paling konsisten untuk menerapkan presidential threshold 0 persen dalam Pemilu 2019.

"Kita dari semula nol, kita juga akan mempertimbangkan keinginan partai yang lain," kata Ferry usai menghadiri rilis survey Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) di Jalan Cisadane, Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (8/6).

Ferry menyebut, partai besutan Prabowo Subianto itu bakal mempertimbangkan angka presidential threshold yang moderat dengan tidak memihak pada kubu yang bersebrangan di DPR. Yakni, kubu yang menginginkan angka 0 persen ataupun kubu yang menginginkan 20-25 persen.

"Kita akan cari yang moderat. Kita nanti akan naiklah presidential threshold," tegasnya.

Sebelumnya, Panitia Khusus (Pansus) RUU Pemilu mengatakan sejumlah isu krusial akan diupayakan selesai pada hari ini.

Namun, satu hal masih menjadi perdebatan, yaitu belum adanya kesepakatan dalam menentukan presidential threshold atau ambang batas pemilihan presiden pada pemilihan presiden 2019 mendatang.

"Yang agak alot terkait angka presidential threshold, tapi kami yakin nanti ada titik temu," kata Anggota Pansus RUU Pemilu, Ahmad Baidowi melalui keterangannya, Kamis (8/6).

Menurut Baidowi, selain presidential treshold, isu lain telah disepakati seperti parlementary treshold dan disepakati pada angka 4 persen.

"Begitu juga dengan isu lainnya kami harapkan ada kompromi seperti alokasi kursi per dapil 3 sampai 10, dan sistem (Pemilu) terbuka," ujar dia.

Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo menegaskan pemerintah menginginkan ambang batas presiden di Pemilu 2019. Ambang batas yang diinginkan pemerintah berkisar antara 20-25 persen.

"Pemerintah ingin 20 persen sampai 25 persen," kata Tjahjo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (6/5).

Menurut Tjahjo, ambang batas Presiden dibutuhkan untuk menghindari niatan partai baru dalam mencalonkan presiden. Partai Baru, lanjut Tjahjo, seharusnya dapat terlebih dahulu menunjukkan kualitas sebelum berkeinginan mencalonkan Presiden dalam Pilpres 2019 mendatang. (Pon)

Baca berita terkait SMRC lainnya di: Survei SMRC: 34,1 Persen Pilih Jokowi Sebagai Presiden, 17,2 Persen Pilih Prabowo

#Saiful Muzani Research And Consulting (SMRC) #Partai Gerindra #RUU Pemilu
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Komisi II DPR Matangkan Revisi UU Pemilu, 22 Putusan MK Jadi Acuan Utama Penyusunan DIM
Komisi II DPR mulai mematangkan revisi UU Pemilu dengan menjadikan 22 putusan MK sebagai dasar penyusunan 28 DIM menuju pembahasan resmi.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 08 Juli 2026
Komisi II DPR Matangkan Revisi UU Pemilu, 22 Putusan MK Jadi Acuan Utama Penyusunan DIM
Indonesia
Dasco Pimpin Safari Politik ke Partai Non-Parlemen, Serap Masukan Revisi UU Pemilu
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad memastikan DPR akan menggelar safari politik ke partai non-parlemen saat masa reses untuk menghimpun masukan terkait revisi UU Pemilu.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 07 Juli 2026
Dasco Pimpin Safari Politik ke Partai Non-Parlemen, Serap Masukan Revisi UU Pemilu
Indonesia
DPR Dinilai Kurang Greget Bahas Revisi UU Pemilu, Idealnya Rampung di Tahun Ini
Secara ideal, RUU Pemilu seharusnya bisa dituntaskan pada tahun 2026 sehingga pada tahun 2027 cukup waktu untuk menyosialisasikan
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 05 Juli 2026
DPR Dinilai Kurang Greget Bahas Revisi UU Pemilu, Idealnya Rampung di Tahun Ini
Indonesia
Gerindra soal Safari Politik Jokowi: Kami Fokus Kawal Pemerintahan Prabowo
Gerindra menegaskan, bahwa pihaknya belum membahas Pilpres. Mereka masih fokus menyukseskan program Presiden RI, Prabowo Subianto.
Soffi Amira - Rabu, 01 Juli 2026
Gerindra soal Safari Politik Jokowi: Kami Fokus Kawal Pemerintahan Prabowo
Indonesia
Ada Skenario Capres-Cawapres Harus Diusung 3 Partai di RUU Pemilu, Gerindra Membantah
Wacana tersebut memicu perdebatan karena sebelumnya Mahkamah Konstitusi telah memutuskan penghapusan ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 01 Juli 2026
Ada Skenario Capres-Cawapres Harus Diusung 3 Partai di RUU Pemilu, Gerindra Membantah
Indonesia
Komisi II DPR: RUU Pemilu belum Masuk Panja, masih Himpun Masukan Partai Nonparlemen
Berdasarkan arahan pimpinan DPR, Komisi II juga akan menggelar pertemuan dengan partai-partai nonparlemen.
Dwi Astarini - Senin, 29 Juni 2026
Komisi II DPR: RUU Pemilu belum Masuk Panja, masih Himpun Masukan Partai Nonparlemen
Indonesia
Sufmi Dasco Ahmad Garansi Revisi UU Pemilu Komisi II DPR Lebih Kebal Gugatan
DPR RI memetik pelajaran penting dari rentetan kekalahan hukum masa lalu
Angga Yudha Pratama - Kamis, 04 Juni 2026
Sufmi Dasco Ahmad Garansi Revisi UU Pemilu Komisi II DPR Lebih Kebal Gugatan
Indonesia
DPR Ingin UU Pemilu Tidak Lagi Digugat di MK
Komisi II DPR RI lebih berhati-hati dalam menyusun perubahan UU Pemilu agar tidak kembali digugat di Mahkamah Konstitusi (MK).
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 03 Juni 2026
DPR Ingin UU Pemilu Tidak Lagi Digugat di MK
Indonesia
Gerindra Beri Sanksi Keras ke Anggota DPRD Jember Achmad Syahri yang Asyik Merokok dan Main Game Saat Rapat
Partai Gerindra memberikan peringatan keras bahwa tidak ada ruang bagi pelanggaran serupa di masa depan
Angga Yudha Pratama - Jumat, 15 Mei 2026
Gerindra Beri Sanksi Keras ke Anggota DPRD Jember Achmad Syahri yang Asyik Merokok dan Main Game Saat Rapat
Indonesia
Ketahuan Main Game dan Merokok saat Rapat, Anggota DPRD Jember Bakal Disidang Gerindra
Partai Gerindra akan menggelar sidang terhadap anggota DPRD Jember, Ahmad Syahri Assidqi. Ia ketahuan main game sambil merokok saat rapat.
Soffi Amira - Jumat, 15 Mei 2026
Ketahuan Main Game dan Merokok saat Rapat, Anggota DPRD Jember Bakal Disidang Gerindra
Bagikan