Rutin Konsumsi Blueberry Bisa Tingkatkan Kinerja Otak dan Jantung
Ketika aliran darahmu membaik, jantung dan otak ikutan membaik. (Foto: wirestock/freepik)
ENAK, bergizi pula. Apalagi kalau bukan buah blueberry. Menurut penelitian yang dilakukan Kings College London, ternyata makan segenggam blueberry setiap harinya bisa memperkuat kesehatan kognitif dan kardiovaskular.
"Itu terkoneksi. Ketika aliran darah membaik, kesehatan jantung dan otak sama-sama membaik," kata peneliti sekaligus ahli diet kesehatan jantung Michelle Routhenstein pada Medical News Today.
Para peneliti melakukan percobaan secara acak, selama eksperimen berlangsung partisipan diharuskan mengonsumsi minuman yang terbuat dari 26 gram (g) bubuk blueberry liar selama 12 minggu.
Hasilnya, para peneliti menemukan bahwa pemakan blueberry menunjukkan peningkatan fungsi secara eksekutif, memiliki memori jangka pendek yang lebih kuat, dan memiliki waktu reflek yang lebih cepat dari kebanyakan orang. Terakhir, partisipan juga mengalami penurunan tekanan darah sistolik sebesar 3,59 milimeter merkuri (mmHG).
Baca juga:
Kok bisa? Ini semua berkat zat anthocyanin di dalam blueberry. Anthocyanin adalah keluarga dari polifenol atau senyawa alami yang memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi. Senyawa ini bekerja melindungi tubuh dari kerusakan sel dan peradangan.
Beberapa penelitian terdahulu juga telah menunjukkan bahwa konsumsi polifenol secara teratur dapat memiliki manfaat bagi kesehatan, seperti mengurangi risiko penyakit jantung, diabetes, dan kanker.
Baca juga:
Namun, seperti yang kita tahu tidak mudah untuk mendapatkan blueberry di negara tropis seperti Indonesia. Blueberry hanya tersedia di super market yang menjual buah import saja.
Tapi tak perlu khawatir, senyawa polifenol bukan hanya ada di dalam blueberry, melainkan juga di dalam stroberi, raspberry, anggur merah, dan sayuran ungu. Selain itu, senyawa ini juga ada di dalam teh hijau, brokoli, pir, dan rempah-rempah seperti kunyit serta kayu manis.
Ada beberapa bukti tentang manfaat kesehatan dari makanan kaya anthocyanin lainnya. "Tidak ada alasan untuk berpikir bahwa mereka tidak akan bekerja sebaik blueberry, selama jumlah anthocyanin yang disediakan makanan tersebut cukup dan bisa didapatkan secara mudah itu sama saja," jelas Dr. Ana Rodriguez-Mateos yang juga ikut terlibat dalam penelitian ini. (kmp)
Baca juga:
Bagikan
Ananda Dimas Prasetya
Berita Terkait
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Jatah MBG untuk Anak Tetap Ada Saat Libur, Boleh Diambil Bapak atau Emak Lho
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Dinkes Solo Lakukan Inspeksi Jelang Nataru, Temukan Makanan Kedaluwarsa di Pasar
Babak Baru Restoran Latin: Pembagian Menu Lunch dan Dinner untuk Pengalaman Bersantap Lebih Fokus
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo