Headline

Rusia Kecam Amerika Terkait Tuduhan Penggunaan Senjata Kimia di Suriah

Eddy FloEddy Flo - Rabu, 24 Januari 2018
Rusia Kecam Amerika Terkait Tuduhan Penggunaan Senjata Kimia di Suriah

Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov (Foto: Mikha Metzel/TASS)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov mengecam keras Amerika Serikat atas tuduhan bahwa Rusia menggunakan senjata kimia di Suriah Timur. Pihak Rusia menyebutkan tuduhan tesebut sebagai sesuatu “yang tidak bisa diterima”.

Dmitry Peskov mengatakan Moskow tak setuju dengan pendekatan Washington untuk menyelidiki dugaan penggunaan senjata kimia di Suriah.

"Kami dengan tegas tak setuju dengan pendekatan pemerintah Amerika, yang mengikuti jalur menggelincirkan penyelidikan sesungguhnya internasional mengenai kasus terdahulu, dan memilih untuk memasang cap tanpa dasar," kata Peskov kepada pers.

Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson dan Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley pada Selasa (23/1) mengatakan Rusia mungkin memiliki hubungan dengan serangan kimia yang dilaporkan di Ghouta Timur, Suriah.

Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Ryabkov, yang menyebut pernyataan tersebut "sama sekali tak bisa diterima baik", sebagaimana dilaporkan TASS yang dikutip Antara.

Sergey Ryabkov mengatakan, "Dengan dasar ini, kami tak bisa bekerjasama dengan Amerika Serikat." Ia berharap para pejabat AS akan tenang dan secara bertahap membiasakan diri mereka dengan persepsi yang lebih layak mengenai "apa yang terjadi di sekitar mereka, termasuk usul yang diajukan oleh pihak Rusia".

Rusia pada Selasa mengusulkan panel penyelidik baru di bawah Dewan Keamanan PBB untuk memastikan para pelaku serangan senjata kimia di Suriah, tapi Amerika Serikat tampaknya khawatir dengan usulan tersebut.

Babak baru pembicaraan perdamaian mengenai Suriah dijadwalkan berlangsung di Wina, Austria, pada Kamis dan Jumat, sedangkan Rusia berencana menyelenggarakan perundingan di Kota Pelancongan Laut Hitam, Sochi, pada 29-30 Januari, guna menemukan jalan untuk mengakhiri hampir tujuh-tahun konflik di Suriah.(*)

#Rusia #Amerika Serikat #Konflik Suriah
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Insiden Rollercoaster di Amerika Serikat, 1 Orang Tewas
Saksi mata memberi tahu media lokal bahwa mereka melihat seorang pria terlempar dari wahana tersebut.
Dwi Astarini - Selasa, 13 Oktober 2026
Insiden Rollercoaster di Amerika Serikat, 1 Orang Tewas
Dunia
USS Abraham Lincoln Tiba di San Diego, ABK Stres 265 Hari Satroni Iran Pulang Tanpa Kemenangan
Isak tangis haru berbaur rasa trauma membuncah di San Diego Bay, California, saat kapal induk raksasa Angkatan Laut Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln, akhirnya resmi berlabuh
Wisnu Cipto - Sabtu, 10 Oktober 2026
USS Abraham Lincoln Tiba di San Diego, ABK Stres 265 Hari Satroni Iran Pulang Tanpa Kemenangan
Dunia
Eksekusi Tembak Mati Tentara AS Pembunuh 13 Rekannya Bakal di Siarkan Langsung
Nidal Malik Hasan divonis bersalah karena telah membunuh 13 rekannya sesama tentara AS di sebuah pangkalan militer di Texas pada 2009.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 09 Oktober 2026
Eksekusi Tembak Mati Tentara AS Pembunuh 13 Rekannya Bakal di Siarkan Langsung
Indonesia
PHK 6.000 Warga AS, Karyawan Asing di Microsoft Ditolak Jadi Residen
"Mereka juga telah melakukan PHK terhadap 6.000 pekerja Amerika dan menggantinya dengan 6.300 pekerja pemegang visa H-1B," kata Vance.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 09 Oktober 2026
PHK 6.000 Warga AS, Karyawan Asing di Microsoft Ditolak Jadi Residen
Dunia
Jangan Liburan ke New York Dulu, Gubernur Terbitkan Dekrit Darurat Campak Hingga 4 November
Gubernur New York Kathy Hochul resmi menetapkan status darurat bencana akibat ledakan wabah campak hingga 4 November 2026. Simak peringatan penting ini!
Wisnu Cipto - Selasa, 06 Oktober 2026
Jangan Liburan ke New York Dulu, Gubernur Terbitkan Dekrit Darurat Campak Hingga 4 November
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Dunia
Rektor Cornell University Tegaskan Kampus Harus Berbenah setelah Kasus Pemerkosaan
Rektor Cornell University menggambarkan dugaan yang disampaikan perempuan tersebut, yang diidentifikasi sebagai Jane Doe, sebagai hal yang ‘sangat meresahkan’.
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Rektor Cornell University Tegaskan Kampus Harus Berbenah setelah Kasus Pemerkosaan
Dunia
Kasus Pemerkosaan Cornell University, Rektor Dukung Pemeriksaan Eksternal
Korban mengklaim ia dicekoki ketamin, dianiaya, dan diperkosa tujuh anggota fraternity Chi Phi.
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Kasus Pemerkosaan Cornell University, Rektor Dukung Pemeriksaan Eksternal
Dunia
Pekerja Lab di Rusia Meninggal Diduga Terinfeksi 'Pes', Hampir 200 Orang Dikarantina
Seorang pekerja laboratorium di Rusia meninggal dunia. Ia diduga terinfeksi virus Pes. Namun, penyebabnya masih misterius.
Soffi Amira - Senin, 05 Oktober 2026
Pekerja Lab di Rusia Meninggal Diduga Terinfeksi 'Pes', Hampir 200 Orang Dikarantina
Dunia
AS Siapkan Tambahan Pasukan dan Pesawat Militer ke Israel, Ada Apa?
Amerika Serikat (AS) dikabarkan tengah menyiapkan pengerahan tambahan pasukan dan pesawat militer ke Israel.
Yusuf Abdillah - Senin, 05 Oktober 2026
AS Siapkan Tambahan Pasukan dan Pesawat Militer ke Israel, Ada Apa?
Bagikan