Romahurmuziy: Paham Ingin Hancurkan NKRI Mulai Berkembang

Eddy FloEddy Flo - Minggu, 07 Mei 2017
Romahurmuziy: Paham Ingin Hancurkan NKRI Mulai Berkembang

Aktivitas politik PPP (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Anggota Komisi XI DPR Romahurmuziy mengingatkan bahwa saat ini berkembang paham yang ingin menghancurkan dan merobek-robek Negara Kesatuan Republik Indonesia, sehingga semua kalangan khususnya anak muda harus waspada.

"Paham-paham itu berkembang di kampus-kampus dan dikhawatirkan menjadi bibit perpecahan. NU berkomitmen menjaga NKRI agar tidak ada yang mengkoyak-koyak," kata Romahurmuziy saat membuka lomba cerdas cermat empat pilar Madrasah Tsanawiyah se-Kabupaten Purbalingga,Jawa Tengah, Minggu (7/5).

Acara itu juga diawali dengan pelantikan pengurus Ikatan Pelajar Nadhlatul Ulama (IPNU) Kecamatan Karanganyar, Purbalingga. Dia mengatakan masyarakat tidak boleh membiarkan kalangan pelajar mendapatkan paham untuk mendirikan khilafah dan membelakangi Pancasila.

Romi yang juga Ketua Umum DPP PPP mengingatkan Pancasila sudah menjadi kesepakatan pendiri bangsa Indonesia yang salah satu berasal dari Nahdlatul Ulama sehingga mengingkari Pancasila sama saja mengingkari NU.

"Perwakilan NU dalam Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia adalah Kiayi Wahid Hasyim. Membelakangi Pancasila sama saja membelakangi NU dan Kiayi Wahid Hasyim," ujarnya.

Dia meminta IPNU menjadi garda terdepan dalam menyebarluaskan Islam sebagai Rahmatan lil alamin di seluruh wilayah. Romi juga menyarankan agar dibentuk korps mubaligh untuk menyebarluaskan pemikiran Islam sebagai rahmat seluruh alam.

"IPNU dan IPPNU ajarkan ahlul sunah waljamaah untuk pemula, menjadikan Islam sebagai rahmatan lil alamin," katanya.

Romahurmuziy mengatakan akhir-akhir ini perbedaan di antara masyarakat Indonesia menjadi sumber perpecahan padahal sebenarnya menjadi kekuatan untuk bersatu. Menurut dia, jangan menjadikan kebhinekaan sebagai sumber perpecahan karena bangsa Indonesia berdiri berdasarkan perbedaan.

"Sepanjang mengakui bangsa Indonesia maka akan hilang perbedaan karena bangsa kita didirikan diatas perbedaan," katanya.

Sumber: ANTARA

#Radikalisme #NKRI #Pancasila #Nahdlatul Ulama (NU)
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Lifestyle
8 Cara Keluarga Cegah Anak Terpapar Pemahaman Kekerasan dan Radikalisme
Regulasi penggunaan sosial media pada anak di Indonesia belum seketat negara maju lainnya.
Dwi Astarini - Senin, 07 September 2026
8 Cara Keluarga Cegah Anak Terpapar Pemahaman Kekerasan dan Radikalisme
Indonesia
Kemendikdasmen Perkuat Peran Sekolah Cegah Anak Terpapar Radikalisme di Media Sosial
Kekerasan yang perlu dicegah tidak hanya terjadi secara fisik, tetapi juga dalam bentuk nonfisik, baik di dunia nyata maupun ruang digital.
Dwi Astarini - Kamis, 03 September 2026
Kemendikdasmen Perkuat Peran Sekolah Cegah Anak Terpapar Radikalisme di Media Sosial
Indonesia
620 Anak Terhubung Terorisme, BNPT Soroti Bahaya Paparan Radikalisme di Media Sosial
BNPT mengungkap 620 anak usia 11-18 tahun terpapar kekerasan dan radikalisme. 6 anak di Jakarta diarahkan menjalani rehabilitasi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 03 September 2026
620 Anak Terhubung Terorisme, BNPT Soroti Bahaya Paparan Radikalisme di Media Sosial
Indonesia
Tutup Muktamar ke-35 NU, Prabowo Sampaikan Pesan untuk Gus Kikin dan Kiai Miftach
Prabowo Subianto menutup Muktamar ke-35 NU di Jombang. Ia memberi selamat kepada Gus Kikin dan Kiai Miftach serta berpesan soal pengabdian bagi bangsa.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 31 Agustus 2026
Tutup Muktamar ke-35 NU, Prabowo Sampaikan Pesan untuk Gus Kikin dan Kiai Miftach
Indonesia
Prabowo Hadiri Penutupan Muktamar ke-35 NU, Terima Kartanu dari PBNU
Presiden Prabowo Subianto menghadiri penutupan Muktamar ke-35 NU di Jombang. Prabowo menerima Kartanu dari PBNU yang tertulis sebagai anggota seumur hidup.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 31 Agustus 2026
Prabowo Hadiri Penutupan Muktamar ke-35 NU, Terima Kartanu dari PBNU
Indonesia
Jadwal Lengkap Muktamar NU ke-35 Jombang, Presiden Prabowo Siap Buka Acara
Muktamar Ke-35 NU Tambakberas Dimulai Besok! Cek Jadwal, Agenda, dan Isu Panas di Sini
Angga Yudha Pratama - Rabu, 26 Agustus 2026
Jadwal Lengkap Muktamar NU ke-35 Jombang, Presiden Prabowo Siap Buka Acara
Indonesia
Kiai Sepuh Tebuireng Bongkar Politik Uang Jelang Muktamar NU: Bukan Isu, Ada yang Ngaku!
Menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), isu politik uang kembali mencuat.
Wisnu Cipto - Rabu, 19 Agustus 2026
Kiai Sepuh Tebuireng Bongkar Politik Uang Jelang Muktamar NU: Bukan Isu, Ada yang Ngaku!
Indonesia
Jadi Biang Kegaduhan NU, Kiai Miftah dan Gus Yahya Dinilai tak Layak Maju lagi di Muktamar
Warga NU di tingkat bawah memiliki aspirasi sederhana, yakni agar para muktamirin memilih calon pemimpin yang benar-benar mampu membawa perubahan.
Dwi Astarini - Sabtu, 08 Agustus 2026
Jadi Biang Kegaduhan NU, Kiai Miftah dan Gus Yahya Dinilai tak Layak Maju lagi di Muktamar
Indonesia
Ahmad Baso Ungkit Sejarah NU, Minta Larangan Rangkap Jabatan Dibahas di Muktamar ke-35
Ahmad Baso menilai larangan rangkap jabatan dalam ART NU perlu ditinjau kembali dan mendorong pembahasannya dalam Muktamar ke-35 NU.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 07 Agustus 2026
Ahmad Baso Ungkit Sejarah NU, Minta Larangan Rangkap Jabatan Dibahas di Muktamar ke-35
Indonesia
Jelang Muktamar NU, Guru Besar UI: Ketum PBNU Harus Miliki Program Konkret, bukan Mengawang-Awang
Organisasi sebesar NU membutuhkan kemampuan manajerial yang mampu menggerakkan perubahan secara nyata.
Dwi Astarini - Sabtu, 01 Agustus 2026
Jelang Muktamar NU, Guru Besar UI: Ketum PBNU Harus Miliki Program Konkret, bukan Mengawang-Awang
Bagikan