Kiai Sepuh Tebuireng Bongkar Politik Uang Jelang Muktamar NU: Bukan Isu, Ada yang Ngaku!

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Rabu, 19 Agustus 2026
Kiai Sepuh Tebuireng Bongkar Politik Uang Jelang Muktamar NU: Bukan Isu, Ada yang Ngaku!

Kiai sepuh Nahdlatul Ulama (NU) dari Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, KH Musta’in Syafi’ie, berbicara dalam diskusi bertajuk "Stop Politik Transaksional di Muktamar NU” di Jakarta Pusat, Rabu (19/8/2026). (MP/Ponco)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com – Menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), isu politik uang kembali mencuat.

Namun kali ini, seorang kiai sepuh NU dari Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, KH Musta’in Syafi’ie, menegaskan bahwa praktik kotor itu bukan sekadar isu, melainkan realita di lapangan.

“Ini bukan isu lagi, tapi realita, ada yang ngaku,” kata KH Musta’in, dalam diskusi bertajuk Stop Politik Transaksional di Muktamar NU di Jakarta Pusat, Rabu (19/8).

Baca juga:

Presiden Prabowo Subianto Dijadwalkan Buka Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama

Politik Uang Panjer Dibungkus Biaya Transport

Karena itu, Kiai Musta’in menegaskanpraktik kotor itu harus dilawan. Dia juga tidak sepakat bahwa praktik politik uang itu dikatakan sebagai sekadar uang transportasi.

Jika hal itu memang uang transportasi, lanjut dia, seharusnya diserahkan panitia secara terbuka. Kiai sepuh itu menegaskan uang yang mereka berikan disebut panjer atau uang muka yang dibayar sebelum muktamar dilaksanakan.

Itu jelas-jelas sebuah kemungkaran,

KH Musta’in Syafi’ie, Kiai sepuh NU dari Pondok Pesantren Tebuireng

Nahi Munkar vs Taghyir Munkar

Menurut Kiai Musta’in, istilah kemungkaran terbagi dua. Yakni, nahi munkar (mencegah sebelum terjadi) dan taghyir munkar (mengubah setelah terjadi).

Dalam konteks muktamar, Kiai Musta’in menilai politik uang sudah terjadi, sehingga yang dilakukan adalah taghyir munkar.

"Ini sudah terjadi (politik uang), bukan isu lagi. Jadi, yang dilakukan taghyir munkar," tegasnya.

Baca juga:

Muktamar ke-35 Akan Luncurkan Peta Jalan NU 2050

Kiai Musta’in menjelaskan ada tiga panduan dalam mengubah kemungkaran, yaitu biyadi (dengan tangan atau kekuasaan), bilisani (dengan lisan), biqalbi (dengan hati).

Namun, dia menilai sulit mengingatkan pelaku politik uang dengan lisan, karena mereka adalah orang-orang pintar, ahli agama, dan ahli fikih.

Ulama-ulama fasik. Pikirane ketok apik (pikirannya kelihatan bagus), tapi hatinya buta,

KH Musta’in Syafi’ie, Kiai sepuh NU dari Pondok Pesantren Tebuireng

Tantang Keberanian Lawan Praktik Politik Uang di Muktamar ke-35 NU

Karena itu, Kiai Musta’in mengusulkan agar kemungkaran politik uang diubah melalui kekuasaan, yakni lewat berbagai perubahan yang diusulkan dalam Muktamar NU.

Saat Muktamar nanti, dia berharap para peserta muktamar berani melawan praktik politik uang demi menjaga integritas NU sebagai organisasi keagamaan terbesar di Indonesia

Muktamar ke-35 NU rencananya akan digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, pada 27–31 Agustus 2026. (Pon)

#Muktamar NU #Politik Uang #Nahdlatul Ulama (NU)
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Presiden Prabowo Terima Kartu Tanda Anggota NU, Berlaku Seumur Hidup
Prabowo terkesan karena kartu tersebut memiliki masa berlaku seumur hidup.
Dwi Astarini - Senin, 31 Agustus 2026
Presiden Prabowo Terima Kartu Tanda Anggota NU, Berlaku Seumur Hidup
Indonesia
Tutup Muktamar ke-35 NU, Prabowo Sampaikan Pesan untuk Gus Kikin dan Kiai Miftach
Prabowo Subianto menutup Muktamar ke-35 NU di Jombang. Ia memberi selamat kepada Gus Kikin dan Kiai Miftach serta berpesan soal pengabdian bagi bangsa.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 31 Agustus 2026
Tutup Muktamar ke-35 NU, Prabowo Sampaikan Pesan untuk Gus Kikin dan Kiai Miftach
Indonesia
Prabowo Hadiri Penutupan Muktamar ke-35 NU, Terima Kartanu dari PBNU
Presiden Prabowo Subianto menghadiri penutupan Muktamar ke-35 NU di Jombang. Prabowo menerima Kartanu dari PBNU yang tertulis sebagai anggota seumur hidup.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 31 Agustus 2026
Prabowo Hadiri Penutupan Muktamar ke-35 NU, Terima Kartanu dari PBNU
Indonesia
Drama Muktamar NU: Idah Politik Ancam Gus Yusuf dan Gus Salam, Gus Yahya Turun Tangan
Muktamar Ke-35 NU memanas usai massa protes soal pencalonan Gus Yusuf Chudlori. Gus Yahya angkat bicara dan minta semua pihak tenang. Simak faktanya!
Angga Yudha Pratama - Minggu, 30 Agustus 2026
Drama Muktamar NU: Idah Politik Ancam Gus Yusuf dan Gus Salam, Gus Yahya Turun Tangan
Indonesia
Calon Ketum PBNU Setujui Perubahan Pemilihan Ketum, Cabang Masih Miliki Kewenangan Ajukan 5 Calon
Demokrasi dalam tradisi NU tidak hanya dimaknai melalui pemilihan langsung, tetapi juga melalui musyawarah, mufakat, dan penghormatan terhadap keputusan forum tertinggi organisasi.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 30 Agustus 2026
Calon Ketum PBNU Setujui Perubahan Pemilihan Ketum, Cabang Masih Miliki Kewenangan Ajukan 5 Calon
Indonesia
Ketua Umum PBNU Dipilih AHWA Atas Persetujuan Tertulis Rois Aam Terpilih
Tahapan pemilihan akan diawali dengan tabulasi calon AHWA, yang akan dilakukan pada Minggu (30/8).
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 30 Agustus 2026
Ketua Umum PBNU Dipilih AHWA Atas Persetujuan Tertulis Rois Aam Terpilih
Indonesia
Muktamar NU Putuskan Rais Aam dan Ketua Umum Dilarang Rangkap Jabatan Politik
Rais Aam dan Ketua Umum PBNU, memiliki posisi sebagai simbol kepemimpinan organisasi sehingga harus menjaga fokus dalam menjalankan mandat muktamar.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 30 Agustus 2026
Muktamar NU Putuskan Rais Aam dan Ketua Umum Dilarang Rangkap Jabatan Politik
Indonesia
Dapat Dukungan Maju Ketum PBNU, Nasaruddin Umar Tegaskan Fokus sebagai Menteri Agama
Menteri Agama Nasaruddin Umar mendapat dukungan maju sebagai calon Ketum PBNU. Namun, ia tetap fokus menjalankan amanah sebagai Menag.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 28 Agustus 2026
Dapat Dukungan Maju Ketum PBNU, Nasaruddin Umar Tegaskan Fokus sebagai Menteri Agama
Indonesia
Pandangan Calon Ketum PBNU Gus Kikin Soal NU Tidak Bisa Lepas Dari Politik
NU harus mampu menjadi rumah bagi seluruh warganya. Rumah yang tidak hanya kuat secara kelembagaan dan intelektual, tetapi juga memiliki hati.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 28 Agustus 2026
Pandangan Calon Ketum PBNU Gus Kikin Soal NU Tidak Bisa Lepas Dari Politik
Indonesia
50.000 Rombongan Nahdliyin Ramaikan Muktamar Ke-35 NU
Sekitar 1.500 stan UMKM berdiri di sepanjang kawasan pesantren. Bazar yang berlangsung 20-31 Agustus 2026 tersebut dilengkapi panggung budaya dan pasar malam
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 28 Agustus 2026
50.000 Rombongan Nahdliyin Ramaikan Muktamar Ke-35 NU
Bagikan