Pandangan Calon Ketum PBNU Gus Kikin Soal NU Tidak Bisa Lepas Dari Politik

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Jumat, 28 Agustus 2026
Pandangan Calon Ketum PBNU Gus Kikin Soal NU Tidak Bisa Lepas Dari Politik

Calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin. (ANTARA/HO-dok pribadi)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur. Ada beberapa calon yang mengemuka untuk menjadi Ketua Umum PBNU, salah satunhya KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin.

Calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, berpandangan Nahdlatul Ulama (NU) tidak seharusnya terjebak dalam politik praktis, namun tetap memiliki peran strategis dalam kehidupan kebangsaan sebagai kekuatan masyarakat sipil (civil society) yang menjaga persatuan, memperjuangkan kemanusiaan.

NU tidak bisa lepas dari politik, namun agendanya politik kebangsaan dan kemanusiaan. Hal itu harus melampau segala kepentingan praktis.

kata Gus Kikin dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (28/8).

Gus Kikin menegaskan, jabatan dalam NU merupakan amanah, bukan tujuan. Karena itu, kepemimpinan harus dijalankan dengan tanggung jawab dan ketulusan pengabdian.

Sikap pimpinan Pondok Pesantren Tebuireng tersebut sejalan dengan pernyataannya bahwa pencalonannya sebagai calon Ketua Umum PBNU merupakan amanah organisasi, bukan dorongan ambisi pribadi.

Jabatan itu amanah. Tidak boleh terlalu ambisi terhadap jabatan,

ujarnya.

Menurutnya, NU perlu tetap berpijak pada Qanun Asasi sebagai pedoman organisasi sekaligus menjadikan nilai kemanusiaan (humanitarian) sebagai bagian penting dalam kehidupan NU.

Ia mendorong agar NU menjadi organisasi yang beradab dan mampu menyamakan pandangan dalam menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat.

Untuk menghadapi tantangan lima tahun ke depan, Gus Kikin menilai NU harus mampu menjadi rumah bagi seluruh warganya. Rumah yang tidak hanya kuat secara kelembagaan dan intelektual, tetapi juga memiliki hati.

Menurutnya, pembangunan manusia harus mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Kecerdasan intelektual perlu berjalan bersama karakter, kepedulian, dan kemampuan memahami persoalan kemanusiaan.

Di tengah tantangan global dan berbagai persoalan sosial, NU juga dituntut membangun resiliensi. Karena itu, penguatan hati dan karakter menjadi penting agar masyarakat tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki daya tahan dalam menghadapi perubahan zaman.

NU harus mempunyai hati. Kita harus memperkuat dan mengasah hati kita,

ujarnya.

Gus Kikin juga menekankan pentingnya melahirkan generasi muta'allim, yakni generasi pembelajar yang memiliki kemampuan intelektual dan kesiapan menghadapi tantangan global. Namun, menurutnya, kecerdasan tersebut harus selalu dibungkus dengan adab.

Kita harus mempunyai intelegensia, tetapi intelektual itu harus dibungkus dengan adab,

kata Gus Kikin dengan tegas.

# Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama #Muktamar NU #Nahdlatul Ulama
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
PBNU Umumkan Kepengurusan, Gudfan Arif Jadi Sekjen Geser Saifullah Yusuf
Struktur kepengurusan baru tersebut selanjutnya akan menjalankan mandat organisasi serta keputusan-keputusan yang dihasilkan dalam forum Muktamar Ke-35 NU.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 30 September 2026
PBNU Umumkan Kepengurusan, Gudfan Arif Jadi Sekjen Geser Saifullah Yusuf
Indonesia
Gus Kikin Pimpin PBNU, Cak Imin Ucapkan Selamat Berjuang dan Semoga Istiqamah
Cak Imin mendoakan agar Gus Kikin diberikan kekuatan dan kemudahan dalam menjalankan amanah memimpin PBNU selama lima tahun mendatang.
Dwi Astarini - Selasa, 01 September 2026
Gus Kikin Pimpin PBNU, Cak Imin Ucapkan Selamat Berjuang dan Semoga Istiqamah
Indonesia
Presiden Prabowo Terima Kartu Tanda Anggota NU, Berlaku Seumur Hidup
Prabowo terkesan karena kartu tersebut memiliki masa berlaku seumur hidup.
Dwi Astarini - Senin, 31 Agustus 2026
Presiden Prabowo Terima Kartu Tanda Anggota NU, Berlaku Seumur Hidup
Indonesia
Tutup Muktamar ke-35 NU, Prabowo Sampaikan Pesan untuk Gus Kikin dan Kiai Miftach
Prabowo Subianto menutup Muktamar ke-35 NU di Jombang. Ia memberi selamat kepada Gus Kikin dan Kiai Miftach serta berpesan soal pengabdian bagi bangsa.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 31 Agustus 2026
Tutup Muktamar ke-35 NU, Prabowo Sampaikan Pesan untuk Gus Kikin dan Kiai Miftach
Indonesia
Prabowo Hadiri Penutupan Muktamar ke-35 NU, Terima Kartanu dari PBNU
Presiden Prabowo Subianto menghadiri penutupan Muktamar ke-35 NU di Jombang. Prabowo menerima Kartanu dari PBNU yang tertulis sebagai anggota seumur hidup.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 31 Agustus 2026
Prabowo Hadiri Penutupan Muktamar ke-35 NU, Terima Kartanu dari PBNU
Indonesia
Profil Gus Kikin, Ketum PBNU yang Juga Mantan Pelaut
Meski tumbuh besar di lingkungan pesantren Sunan Ampel Jombang, Gus Kikin memiliki rekam jejak yang terbilang unik.
Yusuf Abdillah - Senin, 31 Agustus 2026
Profil Gus Kikin, Ketum PBNU yang Juga Mantan Pelaut
Indonesia
Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketua Umum PBNU 2026-2031
KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmat 2026-2031.
Yusuf Abdillah - Senin, 31 Agustus 2026
Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketua Umum PBNU 2026-2031
Indonesia
Miftachul Akhyar Terpilih Jadi Rais Aam PBNU 2026-2031
Kiai Haji Miftachul Akhyar kembali dipercaya menduduki posisi Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk masa khidmat 2026-2031.
Yusuf Abdillah - Senin, 31 Agustus 2026
Miftachul Akhyar Terpilih Jadi Rais Aam PBNU 2026-2031
Indonesia
Drama Muktamar NU: Idah Politik Ancam Gus Yusuf dan Gus Salam, Gus Yahya Turun Tangan
Muktamar Ke-35 NU memanas usai massa protes soal pencalonan Gus Yusuf Chudlori. Gus Yahya angkat bicara dan minta semua pihak tenang. Simak faktanya!
Angga Yudha Pratama - Minggu, 30 Agustus 2026
Drama Muktamar NU: Idah Politik Ancam Gus Yusuf dan Gus Salam, Gus Yahya Turun Tangan
Indonesia
Calon Ketum PBNU Setujui Perubahan Pemilihan Ketum, Cabang Masih Miliki Kewenangan Ajukan 5 Calon
Demokrasi dalam tradisi NU tidak hanya dimaknai melalui pemilihan langsung, tetapi juga melalui musyawarah, mufakat, dan penghormatan terhadap keputusan forum tertinggi organisasi.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 30 Agustus 2026
Calon Ketum PBNU Setujui Perubahan Pemilihan Ketum, Cabang Masih Miliki Kewenangan Ajukan 5 Calon
Bagikan