Drama Muktamar NU: Idah Politik Ancam Gus Yusuf dan Gus Salam, Gus Yahya Turun Tangan

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - 1 jam, 5 menit lalu
Drama Muktamar NU: Idah Politik Ancam Gus Yusuf dan Gus Salam, Gus Yahya Turun Tangan

Ilustrasi PBNU. (MP/Didik Setiawan)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Ketegangan di Muktamar Ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, sempat memuncak ketika massa aksi turun ke lokasi persidangan untuk menolak penggunaan Peraturan Perkumpulan (Perkum) sebagai alat menjegal pencalonan Gus Yusuf Chudlori.

Menanggapi situasi ini, Ketua Umum PBNU Gus Yahya langsung turun tangan dan meminta massa tetap tenang, sembari berjanji ikut mencari jalan tengah yang bijaksana agar suasana muktamar kembali kondusif.

Gus Yahya bahkan menegaskan bahwa Gus Yusuf Chudlori adalah kader unggul yang layak diperhitungkan serius dalam bursa Ketua Umum PBNU periode mendatang.

Baca juga:

Calon Ketum PBNU Setujui Perubahan Pemilihan Ketum, Cabang Masih Miliki Kewenangan Ajukan 5 Calon

Pesan itu disampaikan Gus Yahya langsung kepada massa aksi pada Sabtu, di tengah desakan agar panitia dan jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama tidak memakai aturan idah politik maupun sanksi organisasi untuk mengeliminasi kader potensial menjelang pemilihan lewat mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA).

Gejolak ini mencuat setelah sejumlah Nahdliyyin Muda menilai jalannya persidangan sarat kepentingan kelompok tertentu, sehingga nama-nama seperti Gus Yusuf Chudlori dan Gus Salam Sohib berpotensi tersingkir dari bursa calon Ketua Umum PBNU.

Gus Yahya tidak tinggal diam melihat suasana yang mulai memanas. Ia memilih menyapa langsung massa aksi lewat pesan yang isinya lebih menenangkan ketimbang membela satu pihak.

Saya mohon agar lebih tenang. Saya pribadi, berjanji akan berusaha ikut mencari jalan keluar yang bijaksana dari ini yang bisa membuat tenang semua,

ujarnya.

Nada bicaranya terkesan hati-hati, bukan menutup persoalan, melainkan membuka ruang dialog agar situasi tidak makin memanas menjelang penentuan Ketua Umum PBNU.

Gus Yusuf Chudlori Diakui Sebagai Kader Unggul

Pengasuh

Menariknya, Gus Yahya tidak menutup mata soal kapasitas sosok yang jadi pusat polemik ini. Ia justru secara terbuka mengakui rekam jejak Gus Yusuf.

"Terkait dengan Gus Yusuf Chudlori, sebetulnya saya mengakui bahwa beliau adalah kader yang unggul dan aktif, termasuk yang unggul dibanding yang lain," katanya.

Pengakuan ini penting dicatat karena datang langsung dari Ketua Umum PBNU yang tengah menjabat, bukan sekadar komentar pihak luar.

Semua Ingin Diakomodasi, Tapi Keputusan Sudah di Tangan Muktamirin

Gus Yahya juga blak-blakan soal posisinya yang serba dilematis. Secara personal ia berharap tidak ada kader yang tersisih, namun keputusan akhir tetap berada di tangan peserta sidang.

"Seandainya tergantung saya pribadi, saya ingin semua bisa diakomodasi, semua mendapat kesempatan. Tapi para muktamirin sudah membuat keputusan," tuturnya.

Jangan Lupakan Gus Yusuf

Tak berhenti di situ, Gus Yahya turut menitip pesan khusus untuk siapa pun yang bakal terpilih lewat mekanisme AHWA sebagai Ketua Umum PBNU periode berikutnya.

"Apa pun, siapa pun yang akan dipilih oleh Ahlul Halli Wal Aqdi, yang nanti diputuskan untuk menjadi ketua umum periode mendatang, tidak boleh melupakan Gus Yusuf Chudlori sebagai potensi besar yang harus bisa diunduh manfaatnya untuk jam'iyyah ini," tegasnya.

Pesan ini seolah jadi sinyal bahwa siapa pun pemenangnya, ruang kontribusi bagi Gus Yusuf tetap harus dijaga demi keutuhan organisasi.

Akar Masalah: Perkum Dituding Jadi Alat untuk Menjegal Pencalonan

Petugas

Di balik aksi protes ini, ada kegelisahan yang lebih mendasar soal aturan main di tubuh PBNU. Koordinator aksi, Fathoni, menilai dinamika persidangan muktamar sarat kepentingan kelompok tertentu, bukan murni penegakan aturan organisasi.

"Pengesahan penggunaan Perkum yang memuat syarat ketua umum dimainkan sedemikian rupa. Ketentuan masa idah politik satu tahun dan sanksi organisasi dibahas kembali sehingga mengeliminasi beberapa kader terbaik menjadi calon ketua umum PBNU, baik itu Gus Yusuf Chudlori maupun Gus Salam Sohib," ungkap Fathoni.

Menurutnya, ketentuan idah politik dan sanksi organisasi yang tiba-tiba dibahas ulang di tengah persidangan itulah yang memicu kecurigaan bahwa aturan sedang "diarahkan" untuk menyingkirkan calon-calon tertentu.

Baca juga:

50.000 Rombongan Nahdliyin Ramaikan Muktamar Ke-35 NU

Tuntutan Nahdliyyin Muda dalam Aksi Muktamar NU

Aksi yang digelar kelompok yang menamakan diri Nahdliyyin Muda ini membawa tujuh tuntutan resmi. Dari poin-poin yang disampaikan di lapangan, berikut beberapa yang paling disorot:

  • Menolak penggunaan Perkum secara sepihak dan diskriminatif untuk menghalangi pencalonan Gus Yusuf Chudlori dan Gus Salam Sohib.
  • Menegaskan Perkum semestinya menjadi instrumen penataan organisasi, bukan alat politik untuk menyingkirkan calon tertentu.
  • Mendesak panitia dan seluruh jajaran PBNU menerapkan aturan secara adil, terbuka, dan konsisten, tanpa berlaku surut atau ditafsirkan sesuai kepentingan kelompok tertentu.
  • Meminta penjelasan resmi serta ruang klarifikasi yang setara bagi Gus Yusuf sebelum keputusan soal kelayakan pencalonannya diambil.

Ke Mana Arah Muktamar NU Selanjutnya?

Situasi di Tambakberas menunjukkan bahwa perhelatan Muktamar Ke-35 NU bukan sekadar ajang seremonial pergantian kepengurusan, melainkan arena tarik-menarik kepentingan yang cukup tajam.

Sikap Gus Yahya yang memilih jalan menenangkan sekaligus mengakui kapasitas Gus Yusuf Chudlori bisa dibaca sebagai upaya menjaga soliditas NU pascamuktamar, apa pun hasil akhirnya nanti.

#Muktamar NU # Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama #PBNU #Pengurus PBNU #Ketua Umum PBNU #Rais Am PBNU
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Drama Muktamar NU: Idah Politik Ancam Gus Yusuf dan Gus Salam, Gus Yahya Turun Tangan
Muktamar Ke-35 NU memanas usai massa protes soal pencalonan Gus Yusuf Chudlori. Gus Yahya angkat bicara dan minta semua pihak tenang. Simak faktanya!
Angga Yudha Pratama - 1 jam, 5 menit lalu
Drama Muktamar NU: Idah Politik Ancam Gus Yusuf dan Gus Salam, Gus Yahya Turun Tangan
Indonesia
Calon Ketum PBNU Setujui Perubahan Pemilihan Ketum, Cabang Masih Miliki Kewenangan Ajukan 5 Calon
Demokrasi dalam tradisi NU tidak hanya dimaknai melalui pemilihan langsung, tetapi juga melalui musyawarah, mufakat, dan penghormatan terhadap keputusan forum tertinggi organisasi.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 30 Agustus 2026
Calon Ketum PBNU Setujui Perubahan Pemilihan Ketum, Cabang Masih Miliki Kewenangan Ajukan 5 Calon
Indonesia
Ketua Umum PBNU Dipilih AHWA Atas Persetujuan Tertulis Rois Aam Terpilih
Tahapan pemilihan akan diawali dengan tabulasi calon AHWA, yang akan dilakukan pada Minggu (30/8).
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 30 Agustus 2026
Ketua Umum PBNU Dipilih AHWA Atas Persetujuan Tertulis Rois Aam Terpilih
Indonesia
Muktamar NU Putuskan Rais Aam dan Ketua Umum Dilarang Rangkap Jabatan Politik
Rais Aam dan Ketua Umum PBNU, memiliki posisi sebagai simbol kepemimpinan organisasi sehingga harus menjaga fokus dalam menjalankan mandat muktamar.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 30 Agustus 2026
Muktamar NU Putuskan Rais Aam dan Ketua Umum Dilarang Rangkap Jabatan Politik
Indonesia
Dapat Dukungan Maju Ketum PBNU, Nasaruddin Umar Tegaskan Fokus sebagai Menteri Agama
Menteri Agama Nasaruddin Umar mendapat dukungan maju sebagai calon Ketum PBNU. Namun, ia tetap fokus menjalankan amanah sebagai Menag.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 28 Agustus 2026
Dapat Dukungan Maju Ketum PBNU, Nasaruddin Umar Tegaskan Fokus sebagai Menteri Agama
Indonesia
Pandangan Calon Ketum PBNU Gus Kikin Soal NU Tidak Bisa Lepas Dari Politik
NU harus mampu menjadi rumah bagi seluruh warganya. Rumah yang tidak hanya kuat secara kelembagaan dan intelektual, tetapi juga memiliki hati.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 28 Agustus 2026
Pandangan Calon Ketum PBNU Gus Kikin Soal NU Tidak Bisa Lepas Dari Politik
Indonesia
50.000 Rombongan Nahdliyin Ramaikan Muktamar Ke-35 NU
Sekitar 1.500 stan UMKM berdiri di sepanjang kawasan pesantren. Bazar yang berlangsung 20-31 Agustus 2026 tersebut dilengkapi panggung budaya dan pasar malam
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 28 Agustus 2026
50.000 Rombongan Nahdliyin Ramaikan Muktamar Ke-35 NU
Indonesia
Penentuan AHWA Muktamar NU Dikondisikan, Muktamirin Gelisah
Ada dugaan pengondisian terhadap paket-paket nama AHWA telah menimbulkan keresahan di kalangan pemilik suara.
Dwi Astarini - Kamis, 27 Agustus 2026
Penentuan AHWA Muktamar NU Dikondisikan, Muktamirin Gelisah
Indonesia
Ma'ruf Amin Harapkan Muktamar Hasilkan Pemimpin Terbaik Sesuai Harapan Nahdliyin
Seluruh peserta muktamar menggunakan hak pilihnya sesuai hati nurani dan tuntunan para ulama serta menjunjung tinggi akhlak dalam menentukan kepemimpinan NU ke depan.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 27 Agustus 2026
Ma'ruf Amin Harapkan Muktamar Hasilkan Pemimpin Terbaik Sesuai Harapan Nahdliyin
Indonesia
Jelang Kedatangan Prabowo, Area Helipad hingga Ruang VVIP Muktamar Ke-35 NU Steril
Panitia Muktamar Ke-35 NU memperketat pengamanan VVIP menjelang kedatangan Presiden Prabowo Subianto. Helipad, jalur kedatangan, dan ruang VVIP disterilkan.
Wisnu Cipto - Kamis, 27 Agustus 2026
Jelang Kedatangan Prabowo, Area Helipad hingga Ruang VVIP Muktamar Ke-35 NU Steril
Bagikan