Drama Muktamar NU: Idah Politik Ancam Gus Yusuf dan Gus Salam, Gus Yahya Turun Tangan

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Minggu, 30 Agustus 2026
Drama Muktamar NU: Idah Politik Ancam Gus Yusuf dan Gus Salam, Gus Yahya Turun Tangan

Ilustrasi PBNU. (MP/Didik Setiawan)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Ketegangan di Muktamar Ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, sempat memuncak ketika massa aksi turun ke lokasi persidangan untuk menolak penggunaan Peraturan Perkumpulan (Perkum) sebagai alat menjegal pencalonan Gus Yusuf Chudlori.

Menanggapi situasi ini, Ketua Umum PBNU Gus Yahya langsung turun tangan dan meminta massa tetap tenang, sembari berjanji ikut mencari jalan tengah yang bijaksana agar suasana muktamar kembali kondusif.

Gus Yahya bahkan menegaskan bahwa Gus Yusuf Chudlori adalah kader unggul yang layak diperhitungkan serius dalam bursa Ketua Umum PBNU periode mendatang.

Baca juga:

Calon Ketum PBNU Setujui Perubahan Pemilihan Ketum, Cabang Masih Miliki Kewenangan Ajukan 5 Calon

Pesan itu disampaikan Gus Yahya langsung kepada massa aksi pada Sabtu, di tengah desakan agar panitia dan jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama tidak memakai aturan idah politik maupun sanksi organisasi untuk mengeliminasi kader potensial menjelang pemilihan lewat mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA).

Gejolak ini mencuat setelah sejumlah Nahdliyyin Muda menilai jalannya persidangan sarat kepentingan kelompok tertentu, sehingga nama-nama seperti Gus Yusuf Chudlori dan Gus Salam Sohib berpotensi tersingkir dari bursa calon Ketua Umum PBNU.

Gus Yahya tidak tinggal diam melihat suasana yang mulai memanas. Ia memilih menyapa langsung massa aksi lewat pesan yang isinya lebih menenangkan ketimbang membela satu pihak.

Saya mohon agar lebih tenang. Saya pribadi, berjanji akan berusaha ikut mencari jalan keluar yang bijaksana dari ini yang bisa membuat tenang semua,

ujarnya.

Nada bicaranya terkesan hati-hati, bukan menutup persoalan, melainkan membuka ruang dialog agar situasi tidak makin memanas menjelang penentuan Ketua Umum PBNU.

Gus Yusuf Chudlori Diakui Sebagai Kader Unggul

Pengasuh

Menariknya, Gus Yahya tidak menutup mata soal kapasitas sosok yang jadi pusat polemik ini. Ia justru secara terbuka mengakui rekam jejak Gus Yusuf.

"Terkait dengan Gus Yusuf Chudlori, sebetulnya saya mengakui bahwa beliau adalah kader yang unggul dan aktif, termasuk yang unggul dibanding yang lain," katanya.

Pengakuan ini penting dicatat karena datang langsung dari Ketua Umum PBNU yang tengah menjabat, bukan sekadar komentar pihak luar.

Semua Ingin Diakomodasi, Tapi Keputusan Sudah di Tangan Muktamirin

Gus Yahya juga blak-blakan soal posisinya yang serba dilematis. Secara personal ia berharap tidak ada kader yang tersisih, namun keputusan akhir tetap berada di tangan peserta sidang.

"Seandainya tergantung saya pribadi, saya ingin semua bisa diakomodasi, semua mendapat kesempatan. Tapi para muktamirin sudah membuat keputusan," tuturnya.

Jangan Lupakan Gus Yusuf

Tak berhenti di situ, Gus Yahya turut menitip pesan khusus untuk siapa pun yang bakal terpilih lewat mekanisme AHWA sebagai Ketua Umum PBNU periode berikutnya.

"Apa pun, siapa pun yang akan dipilih oleh Ahlul Halli Wal Aqdi, yang nanti diputuskan untuk menjadi ketua umum periode mendatang, tidak boleh melupakan Gus Yusuf Chudlori sebagai potensi besar yang harus bisa diunduh manfaatnya untuk jam'iyyah ini," tegasnya.

Pesan ini seolah jadi sinyal bahwa siapa pun pemenangnya, ruang kontribusi bagi Gus Yusuf tetap harus dijaga demi keutuhan organisasi.

Akar Masalah: Perkum Dituding Jadi Alat untuk Menjegal Pencalonan

Petugas

Di balik aksi protes ini, ada kegelisahan yang lebih mendasar soal aturan main di tubuh PBNU. Koordinator aksi, Fathoni, menilai dinamika persidangan muktamar sarat kepentingan kelompok tertentu, bukan murni penegakan aturan organisasi.

"Pengesahan penggunaan Perkum yang memuat syarat ketua umum dimainkan sedemikian rupa. Ketentuan masa idah politik satu tahun dan sanksi organisasi dibahas kembali sehingga mengeliminasi beberapa kader terbaik menjadi calon ketua umum PBNU, baik itu Gus Yusuf Chudlori maupun Gus Salam Sohib," ungkap Fathoni.

Menurutnya, ketentuan idah politik dan sanksi organisasi yang tiba-tiba dibahas ulang di tengah persidangan itulah yang memicu kecurigaan bahwa aturan sedang "diarahkan" untuk menyingkirkan calon-calon tertentu.

Baca juga:

50.000 Rombongan Nahdliyin Ramaikan Muktamar Ke-35 NU

Tuntutan Nahdliyyin Muda dalam Aksi Muktamar NU

Aksi yang digelar kelompok yang menamakan diri Nahdliyyin Muda ini membawa tujuh tuntutan resmi. Dari poin-poin yang disampaikan di lapangan, berikut beberapa yang paling disorot:

  • Menolak penggunaan Perkum secara sepihak dan diskriminatif untuk menghalangi pencalonan Gus Yusuf Chudlori dan Gus Salam Sohib.
  • Menegaskan Perkum semestinya menjadi instrumen penataan organisasi, bukan alat politik untuk menyingkirkan calon tertentu.
  • Mendesak panitia dan seluruh jajaran PBNU menerapkan aturan secara adil, terbuka, dan konsisten, tanpa berlaku surut atau ditafsirkan sesuai kepentingan kelompok tertentu.
  • Meminta penjelasan resmi serta ruang klarifikasi yang setara bagi Gus Yusuf sebelum keputusan soal kelayakan pencalonannya diambil.

Ke Mana Arah Muktamar NU Selanjutnya?

Situasi di Tambakberas menunjukkan bahwa perhelatan Muktamar Ke-35 NU bukan sekadar ajang seremonial pergantian kepengurusan, melainkan arena tarik-menarik kepentingan yang cukup tajam.

Sikap Gus Yahya yang memilih jalan menenangkan sekaligus mengakui kapasitas Gus Yusuf Chudlori bisa dibaca sebagai upaya menjaga soliditas NU pascamuktamar, apa pun hasil akhirnya nanti.

#Muktamar NU # Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama #PBNU #Pengurus PBNU #Ketua Umum PBNU #Rais Am PBNU
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
PBNU Umumkan Kepengurusan, Gudfan Arif Jadi Sekjen Geser Saifullah Yusuf
Struktur kepengurusan baru tersebut selanjutnya akan menjalankan mandat organisasi serta keputusan-keputusan yang dihasilkan dalam forum Muktamar Ke-35 NU.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 30 September 2026
PBNU Umumkan Kepengurusan, Gudfan Arif Jadi Sekjen Geser Saifullah Yusuf
Indonesia
Gus Kikin Pimpin PBNU, Cak Imin Ucapkan Selamat Berjuang dan Semoga Istiqamah
Cak Imin mendoakan agar Gus Kikin diberikan kekuatan dan kemudahan dalam menjalankan amanah memimpin PBNU selama lima tahun mendatang.
Dwi Astarini - Selasa, 01 September 2026
Gus Kikin Pimpin PBNU, Cak Imin Ucapkan Selamat Berjuang dan Semoga Istiqamah
Indonesia
Presiden Prabowo Terima Kartu Tanda Anggota NU, Berlaku Seumur Hidup
Prabowo terkesan karena kartu tersebut memiliki masa berlaku seumur hidup.
Dwi Astarini - Senin, 31 Agustus 2026
Presiden Prabowo Terima Kartu Tanda Anggota NU, Berlaku Seumur Hidup
Indonesia
Tutup Muktamar ke-35 NU, Prabowo Sampaikan Pesan untuk Gus Kikin dan Kiai Miftach
Prabowo Subianto menutup Muktamar ke-35 NU di Jombang. Ia memberi selamat kepada Gus Kikin dan Kiai Miftach serta berpesan soal pengabdian bagi bangsa.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 31 Agustus 2026
Tutup Muktamar ke-35 NU, Prabowo Sampaikan Pesan untuk Gus Kikin dan Kiai Miftach
Indonesia
Prabowo Hadiri Penutupan Muktamar ke-35 NU, Terima Kartanu dari PBNU
Presiden Prabowo Subianto menghadiri penutupan Muktamar ke-35 NU di Jombang. Prabowo menerima Kartanu dari PBNU yang tertulis sebagai anggota seumur hidup.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 31 Agustus 2026
Prabowo Hadiri Penutupan Muktamar ke-35 NU, Terima Kartanu dari PBNU
Indonesia
Profil Gus Kikin, Ketum PBNU yang Juga Mantan Pelaut
Meski tumbuh besar di lingkungan pesantren Sunan Ampel Jombang, Gus Kikin memiliki rekam jejak yang terbilang unik.
Yusuf Abdillah - Senin, 31 Agustus 2026
Profil Gus Kikin, Ketum PBNU yang Juga Mantan Pelaut
Indonesia
Gus Kikin Peroleh 472 Suara dalam Pemilihan di Muktamar Ke-35 NU
KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmat 2026-2031.
Frengky Aruan - Senin, 31 Agustus 2026
Gus Kikin Peroleh 472 Suara dalam Pemilihan di Muktamar Ke-35 NU
Indonesia
Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketua Umum PBNU 2026-2031
KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmat 2026-2031.
Yusuf Abdillah - Senin, 31 Agustus 2026
Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketua Umum PBNU 2026-2031
Indonesia
Miftachul Akhyar Terpilih Jadi Rais Aam PBNU 2026-2031
Kiai Haji Miftachul Akhyar kembali dipercaya menduduki posisi Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk masa khidmat 2026-2031.
Yusuf Abdillah - Senin, 31 Agustus 2026
Miftachul Akhyar Terpilih Jadi Rais Aam PBNU 2026-2031
Indonesia
Drama Muktamar NU: Idah Politik Ancam Gus Yusuf dan Gus Salam, Gus Yahya Turun Tangan
Muktamar Ke-35 NU memanas usai massa protes soal pencalonan Gus Yusuf Chudlori. Gus Yahya angkat bicara dan minta semua pihak tenang. Simak faktanya!
Angga Yudha Pratama - Minggu, 30 Agustus 2026
Drama Muktamar NU: Idah Politik Ancam Gus Yusuf dan Gus Salam, Gus Yahya Turun Tangan
Bagikan