MERAHPUTIH.COM — INDONESIA dan Takhta Suci Vatikan sepakat mendorong nilai-nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai landasan memperjuangkan perdamaian dunia, keadilan sosial, dan penghormatan terhadap martabat manusia.
Kesepakatan tersebut mengemuka dalam resepsi diplomatik di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Takhta Suci, Vatikan, Senin (26/10), untuk memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI sekaligus 76 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Takhta Suci.
Duta Besar RI untuk Takhta Suci Michael Trias Kuncahyono mengatakan Indonesia bersama Vatikan akan terus mempromosikan perdamaian dan penghormatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan.
“Berlandaskan nilai-nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika, Indonesia bersama dengan Takhta Suci akan terus berusaha mempromosikan dan memperjuangkan perdamaian, keadilan sosial dan saling menghormati bagi setiap manusia,” kata Trias dalam keterangannya, Rabu (28/10).
Baca juga:
Takhta Suci Tegaskan Hanya Akui 2 Ordo Kesatria di Luar Vatikan, Templar Tidak Termasuk
Ia menegaskan dukungan Indonesia terhadap penyelesaian konflik Israel-Palestina melalui solusi dua negara (two-state solution), penghentian tindakan yang melanggar martabat manusia, serta pembukaan akses bantuan kemanusiaan. Ia juga mendorong penyelesaian perang di Ukraina melalui perundingan damai sesuai Piagam PBB dan hukum internasional.
Menteri Hubungan Antarnegara dan Organisasi Internasional Vatikan Uskup Agung Paul Richard Gallagher menilai nilai-nilai Pancasila sejalan dengan ajaran sosial Gereja Katolik.
Gallagher juga menyinggung kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia pada September 2024.
Saat itu, Paus mengapresiasi Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai nilai yang mendukung kerukunan antarumat beragama, salah satunya melalui Terowongan Silaturahim yang menghubungkan Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Jakarta.
Kedua pihak turut menekankan pentingnya Deklarasi Istiqlal yang ditandatangani Paus Fransiskus dan Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar pada 5 September 2024 sebagai komitmen lintas agama untuk memperkuat perdamaian global.
Resepsi diplomatik tersebut juga menampilkan diplomasi budaya Indonesia melalui pertunjukan gamelan Jawa oleh kelompok Gong Wisnu Wara, tari Selendang Jawa, serta penampilan lagu Indonesia Raya oleh para biarawati. KBRI Takhta Suci mencatat sekitar 1.873 biarawan dan biarawati warga negara Indonesia tinggal di Italia dan Vatikan per September 2026.(knu)
Baca juga: