Ribuan Ojol Bakal Turun di May Day 2026, Desak Prabowo Terbitkan Perpres Bagi Hasil 90:10

Soffi AmiraSoffi Amira - Kamis, 30 April 2026
Ribuan Ojol Bakal Turun di May Day 2026, Desak Prabowo Terbitkan Perpres Bagi Hasil 90:10

Ribuan ojol akan turun di May Day 2026. Foto: MerahPutih/Didik

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Asosiasi Pengemudi Ojol Garda Indonesia (Garda) akan ikut hadir dalam peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) yang digelar di kawasan Monas, Jakarta Pusat, pada Jumat (1/5).

Menurut jadwal, Presiden RI, Prabowo Subianto, akan hadir dalam peringatan Hari Buruh Internasional.

Garda memandang momentum May Day sebagai titik strategis bagi pemerintah, khususnya Presiden, untuk menyampaikan secara langsung komitmen keberpihakan kepada pengemudi ojek online (ojol) sebagai bagian dari pekerja sektor informal, yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi digital nasional.

Pada konteks tersebut, Garda mendorong lahirnya regulasi konkret berupa Peraturan Presiden (Perpres) Ojol yang mengatur skema bagi hasil 90:10, yakni potongan aplikasi maksimal sebesar 10 pesen.

Baca juga:

Prabowo Bakal Hadiri Hari Buruh 2026 di Monas, Pemerintah Tegaskan Berpihak ke Pekerja

Kebijakan ini dinilai sebagai fondasi utama dalam menciptakan keadilan ekonomi, kepastian hukum, serta perlindungan sosial bagi jutaan pengemudi ojol di Indonesia.

Sebagai bentuk konsolidasi kekuatan, Garda akan menurunkan kurang lebih 1.000 pengemudi ojol dalam aksi puncak May Day 2026 di Monas.

"Kehadiran ini tidak hanya bersifat simbolik, melainkan representasi dari perjuangan panjang yang telah berlangsung secara konsisten selama bertahun-tahun," ucap Ketua Umum Garda Indonesia, Raden Igun Wicaksono, Kamis (30/4).

Raden menegaskan, perjuangan untuk menurunkan potongan aplikasi menjadi 10 persen bukanlah agenda instan, melainkan hasil dari proses panjang yang telah dimulai sejak 2019.

Baca juga:

Ratusan Ribu Buruh Siap Turun di May Day 2026, Bawa 8 Tuntutan ke DPR

Selama lebih dari tujuh tahun, berbagai upaya advokasi, aksi lapangan, hingga tekanan publik telah dilakukan dengan pengorbanan besar, baik secara emosional maupun material.

"Jangan sampai ada kelompok ojol atau kelompok lain yang hanya menunggu di garis akhir, lalu tiba-tiba hadir dan mengklaim perjuangan ini sebagai miliknya. Jejak perjuangan kami jelas, terukur, dan konsisten sejak awal," tegasnya.

Lebih lanjut, Raden Igun menaruh harapan tertinggi agar Presiden dapat memanfaatkan panggung May Day sebagai momentum historis untuk mengumumkan, atau setidaknya memberikan kepastian progres terkait Perpres Ojol dengan skema bagi hasil 90:10.

Baca juga:

BPS Laporkan Rata-Rata Upah Buruh Pada 2025 Sebesar Rp 3,33 Juta Rupiah

Menurutnya, kebijakan ini bukan sekadar tuntutan sektoral, melainkan langkah strategis negara dalam menjaga keseimbangan ekosistem ekonomi digital, memperkuat daya beli pekerja, serta memastikan distribusi nilai yang lebih adil antara platform dan mitra pengemudi.

May Day 2026 diharapkan menjadi titik balik perjuangan ojol di Indonesia dari ketidakpastian menuju kepastian hukum, dari ketimpangan menuju keadilan ekonomi. (Asp)

#May Day #Hari Buruh Internasional #Prabowo Subianto #Ojol
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Istana Waspada usai Kasus Penyadapan Prabowo, Mensesneg Minta Polri Transparan
Kasus dugaan penyadapan Prabowo menjadi sorotan. Istana meminta Polri mengusut perkara tersebut secara transparan dan tidak menutupi fakta.
Soffi Amira - Jumat, 06 November 2026
Istana Waspada usai Kasus Penyadapan Prabowo, Mensesneg Minta Polri Transparan
Indonesia
Kepala BIN Herindra Temui Prabowo di Istana, Sebut Dugaan Penyadapan Mengarah pada Makar
Kepala BIN, Muhammad Herindra, menemui Presiden RI, Prabowo Subianto, di Istana. Hal itu di tengah dugaan penyadapan ilegal yang mengarah ke makar.
Soffi Amira - Jumat, 06 November 2026
Kepala BIN Herindra Temui Prabowo di Istana, Sebut Dugaan Penyadapan Mengarah pada Makar
Indonesia
Ariyo Windutomo Ditunjuk Jadi Plt Kepala KSP, ini Profil dan Rekam Jejaknya
Kasetpres, Letjen TNI Ariyo Windutomo, ditunjuk menjadi Plt Kepala KSP menggantikan Listyo Sigit. Berikut profil dan rekam jejaknya.
Soffi Amira - Rabu, 04 November 2026
Ariyo Windutomo Ditunjuk Jadi Plt Kepala KSP, ini Profil dan Rekam Jejaknya
Indonesia
Mensesneg Ungkap Pemerintah Pertanyakan Motif Penyadapan Prabowo, Sebut Bisa Bahayakan Negara
Mensesneg, Prasetyo Hadi, mempertanyakan motif penyadapan Presiden RI, Prabowo Subianto.
Soffi Amira - Rabu, 04 November 2026
Mensesneg Ungkap Pemerintah Pertanyakan Motif Penyadapan Prabowo, Sebut Bisa Bahayakan Negara
Indonesia
Listyo Sigit Dicopot dari KSP usai Jadi Tersangka Penyadapan Prabowo
Listyo Sigit Prabowo resmi dicopot dari KSP, setelah menjadi tersangka penyadapan Presiden RI, Prabowo Subianto.
Soffi Amira - Rabu, 04 November 2026
Listyo Sigit Dicopot dari KSP usai Jadi Tersangka Penyadapan Prabowo
Indonesia
LIMS: Saat Alat Negara Dipakai Intai Presiden Prabowo Subianto
Skandal penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo lewat server LIMS Polri bikin heboh. Apa itu LIMS dan gimana cara kerjanya? Cek faktanya di sini
Angga Yudha Pratama - Rabu, 04 November 2026
LIMS: Saat Alat Negara Dipakai Intai Presiden Prabowo Subianto
Indonesia
Bareskrim Tetapkan Jenderal LSP Tersangka Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Polri tetapkan KSP Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo (LSP) & 7 anggota polisi sebagai tersangka penyadapan Presiden Prabowo. Cek rincian kasusnya di sini!
Wisnu Cipto - Selasa, 03 November 2026
Bareskrim Tetapkan Jenderal LSP Tersangka Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Indonesia
Dicari Prabowo Tidak Ada, KDM Ternyata Ikut Padamkan Karhutla Ciremai: Juga Sudah Lapor ke Pak Seskab!
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi (KDM) buka suara alasan absen saat dicari Presiden Prabowo. KDM mengaku fokus memimpin pemadaman karhutla Gunung Ciremai.
Wisnu Cipto - Jumat, 23 Oktober 2026
Dicari Prabowo Tidak Ada, KDM Ternyata Ikut Padamkan Karhutla Ciremai: Juga Sudah Lapor ke Pak Seskab!
Indonesia
Pemerintah Siapkan Rp 1,28 Triliun untuk Program Satu Orang Satu Rekening, Bakal Dapat Saldo?
Pemerintah menyiapkan anggaran Rp 1,28 triliun untuk program Satu Orang Satu Rekening. Simak target dan kriteria penerimanya.
Soffi Amira - Jumat, 23 Oktober 2026
Pemerintah Siapkan Rp 1,28 Triliun untuk Program Satu Orang Satu Rekening, Bakal Dapat Saldo?
Indonesia
Momen Kocak Prabowo Cari Gubernur Jabar KDM yang Absen di 'Kandang Sendiri' Hingga Goda Pramono Anung
Presiden Prabowo Subianto curi perhatian publik saat mencari keberadaan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi (KDM) yang absen di acara Rakornas TPAKD. Simak momen uniknya di sini!
Angga Yudha Pratama - Kamis, 22 Oktober 2026
Momen Kocak Prabowo Cari Gubernur Jabar KDM yang Absen di 'Kandang Sendiri' Hingga Goda Pramono Anung
Bagikan