Ribuan Karyawan Demo, Manajemen PT Pan Brothers Beberkan Alami Kendala Cash Flow
Demo buruh. (Foto: MP/Ismail).
MerahPutih.com - Manajemen PT Pan Brothers perusahaan garmen yang membuka cabang di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah angkat bicara terkait demo ribuan buruh pada Rabu (5/6).
Senior HRM Manager PT Pan Brothers Tbk, Yusi Hersanty mengungkapkan, pihaknya tetap berkomitmen melunasi gaji dan membayar Tunjangan Hari Raya (THR) pada karyawan.
Baca Juga:
Tak Terima Gaji dan THR Dicicil, Ribuan Buruh PT Pan Brothers Demo di Pabrik
"Kami tetap menyanggupi untuk melunasi gaji buruh segera sebelum tanggal 10 Mei 2021," ujar Yusi, Kamis (6/5).
Dikatakannya, pelunasan gaji para buruh dilakukan Jumat (7/5) ini. Pihaknya akan melunasi gaji para buruh secara penuh.
"Kami segera melunasi gaji buruh kami, Jumat. Jadi karyawan tidak perlu risau," katanya.
Ia mengatakan terkait pembayaran THR, pihaknya akan memberikan tahap pertama Kamis (6/5). Pembayaran THR dicicil karena dalam cash flow terjadi kendala.
"Pembayaran THR tahap pertama kami berikan sebesar 12,5 persen. Sisanya akan dibayarkan segera sampai lunas 100 persen," katanya.
Ribuan buruh PT Pan Brothers Tbk di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah melakukan aksi demo di pabrik, Rabu (5/5).
Aksi demo tersebut dipicu akibat ketidakpuasan atas keputusan manajemen perusahaan yang membayar gaji bulan Mei dan pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) dengan cara dicicil.
Seorang peserta aksi Kurniawan mengatakan keputusan perusahaan membayar gaji bulan Mei dan pembayaran THR dengan cara dicicil tidak berpihak pada buruh. Sebagai buruh sangat menanti THR untuk menyambung hidup.
"THR dicicil, gaji dicicil. Maksudnya gimana iki, kami tidak terima," kata Kurniawan. (Ismail/Jawa Tengah)
Baca Juga:
Ingat, Telat Beri THR Denda 5 Persen
Bagikan
Alwan Ridha Ramdani
Berita Terkait
BPS Laporkan Rata-Rata Upah Buruh Pada 2025 Sebesar Rp 3,33 Juta Rupiah
Kurator Sritex Segera Lelang Aset Tanah dan Mesin, Janji Duit Buat Bayar Pesangon Buruh
Rabu Lusa Buruh Geruduk Istana, Bawa 3 Isu Besar
Upah Dinilai Tak Cukup untuk Hidup di Jakarta, Bos Buruh: Kami Kerja tapi Tetap Nombok
Buruh akan Demo Serentak Kamis (15/1), Tuntut Revisi UMP DKI dan RUU Ketenagakerjaan
Gubernur Pramono Jawab Tuntutan Buruh soal Subsidi Upah Rp 200 Ribu
Buruh Demo Depan Istana Negara Minta Penaikan UMP 2026, Polisi Ingatkan untuk tak Provokasi
Aksi Tolak UMP Jakarta 2026 Terus Berlanjut, Gubernur DKI Pramono Anung: Nominal Diputuskan dari Aspirasi Buruh dan Pengusaha
Tolak UMP Jakarta 2026 Naik Jadi Rp 5,7 Juta, Buruh Siap Tempuh Jalur Hukum
Aksi Demo Buruh Tolak Kenaikan UMP DKI Jakarta Tahun 2026 Tak Sesuai KHL