Ribuan Guru Honorer Madrasah Swasta Demo di Monas, Tuntut Kesetaraan Pengangkatan PPPK

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Kamis, 30 Oktober 2025
Ribuan Guru Honorer Madrasah Swasta Demo di Monas, Tuntut Kesetaraan Pengangkatan PPPK

Demo Guru di Jakarta Pusat. (Foto: media sosial)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Ribuan guru honorer madrasah swasta dari berbagai wilayah di Indonesia menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Monas, Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (30/10).

Mereka menuntut pemerintah memberikan hak yang sama dalam pengangkatan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).

Para guru menilai selama ini terdapat perbedaan perlakuan dalam proses pengangkatan PPPK antara guru sekolah swasta dan negeri. Hal tersebut, menurut mereka, membuat guru madrasah swasta dirugikan dan perlu segera mendapatkan kesetaraan hak.

Massa aksi membawa berbagai spanduk dan poster berisi tuntutan agar tenaga pendidik di madrasah swasta tidak lagi diperlakukan berbeda dengan guru di sekolah negeri. Mereka juga menyerukan agar pemerintah menghapus diskriminasi dalam kebijakan rekrutmen guru PPPK.

“Kami sama-sama memiliki tanggung jawab mencerdaskan anak bangsa,” ujar koordinator aksi, M. Zein, di sela-sela unjuk rasa.

Baca juga:

TransJakarta Arah Monas Dialihkan Imbas Demo Guru Madrasah, Halte Balai Kota & Gambir Tutup

Zein menambahkan, madrasah swasta telah lama berperan penting dalam mencerdaskan anak-anak bangsa di seluruh Indonesia.

“Karena itu, kami berharap Presiden Prabowo dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa benar-benar menepati komitmen untuk memberikan afirmasi yang sama bagi guru madrasah swasta pada tahun 2026,” lanjutnya.

Sebagian besar peserta aksi mengenakan pakaian bernuansa putih, beberapa dengan kopiah atau penutup kepala tradisional yang menegaskan identitas mereka sebagai guru madrasah. Ada pula kelompok yang mengenakan seragam oranye atau jaket organisasi.

Beberapa peserta terlihat duduk di jalan dan trotoar sambil menggunakan payung untuk berteduh dari terik matahari.

Baca juga:

Usulan PPPK Diangkat Jadi PNS Dapat Dukungan dari DPR: Demi Kesejahteraan dan Karier yang Pasti

Aksi tersebut menyebabkan Jalan Medan Merdeka Selatan ditutup sementara. Arus lalu lintas dialihkan dari Patung Kuda menuju Jalan H. Agus Salim. Kondisi lalu lintas di sekitar lokasi terpantau padat merayap, lantaran massa memenuhi ruas jalan, trotoar, dan area taman.

Polres Metro Jakarta Pusat menurunkan 1.597 personel untuk mengamankan jalannya aksi. Petugas memasang pembatas jalan besi di sepanjang lokasi, dan sejumlah mobil rantis disiagakan sebagai langkah antisipasi. (Knu)

#Demonstrasi #Demo Guru Honorer #PPPK
Bagikan

Berita Terkait

Dunia
Negara-Negara Eropa Perintahkan Warganya Secepatnya Tinggalkan Iran
Human Rights Activists News Agency yang berbasis di Amerika Serikat melaporkan jumlah korban tewas akibat aksi protes nasional di Iran telah melampaui 2.500 orang
Wisnu Cipto - Kamis, 15 Januari 2026
Negara-Negara Eropa Perintahkan Warganya Secepatnya Tinggalkan Iran
Indonesia
Ancaman Invasi AS dan Kerusuhan Iran, DPR Soroti Keselamatan WNI
Situasi Iran kian memanas usai ancaman invasi AS dan kerusuhan meluas. Komisi I DPR RI meminta Kemlu menyiapkan evakuasi demi keselamatan WNI.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Januari 2026
Ancaman Invasi AS dan Kerusuhan Iran, DPR Soroti Keselamatan WNI
Indonesia
Ancaman Invasi AS ke Iran, Pemerintah RI Keluarkan Imbauan untuk WNI
Situasi keamanan Iran memanas usai ancaman invasi Amerika Serikat. Kemlu RI mengimbau WNI menunda perjalanan dan meningkatkan kewaspadaan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Januari 2026
Ancaman Invasi AS ke Iran, Pemerintah RI Keluarkan Imbauan untuk WNI
Dunia
Korban Tewas di Iran Bertambah Jadi 2.500, Jumlah Terbesar dalam Beberapa Dekade Terakhir
Besarnya jumlah korban mengingatkan pada kekacauan yang menyertai Revolusi Islam 1979.
Dwi Astarini - Rabu, 14 Januari 2026
Korban Tewas di Iran Bertambah Jadi 2.500, Jumlah Terbesar dalam Beberapa Dekade Terakhir
Dunia
Iran Bergolak, Demo Ekonomi Berubah Ricuh hingga 2.000 Orang Tewas
Kedubes Iran di Jakarta mengungkap penyebab kerusuhan massal di Iran yang menewaskan ribuan orang. Demo ekonomi disebut disusupi aksi kekerasan dan intervensi asing.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 14 Januari 2026
Iran Bergolak, Demo Ekonomi Berubah Ricuh hingga 2.000 Orang Tewas
Indonesia
Demo Ojol Hari Ini, Polisi Turunkan 1.541 Aparat dan Imbau Warga Jauhi Ring 1 Monas
Pengemudi ojek online menggelar demo di Monas, Jakarta Pusat, Rabu (14/2). Mereka menuntut potongan aplikator maksimal 10 persen dan audit tarif.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 14 Januari 2026
Demo Ojol Hari Ini, Polisi Turunkan 1.541 Aparat dan Imbau Warga Jauhi Ring 1 Monas
Dunia
Kelompok HAM Sebut Sedikitnya 648 Pengunjuk Rasa Tewas dalam Penindakan di Iran, Khawatirkan Jumlahnya Bisa saja Lebih Banyak
Sayangnya, pemadaman internet selama hampir empat hari yang diberlakukan otoritas Iran membuat sangat sulit untuk memverifikasi laporan secara independen.
Dwi Astarini - Selasa, 13 Januari 2026
Kelompok HAM Sebut Sedikitnya 648 Pengunjuk Rasa Tewas dalam Penindakan di Iran, Khawatirkan Jumlahnya Bisa saja Lebih Banyak
Indonesia
Nanik S. Deyang Tegaskan Relawan SPPG Tidak Masuk Skema Pengangkatan PPPK BGN
Petugas SPPG yang bisa diangkat menjadi PPPK BGN hanya mereka yang memiliki fungsi teknis dan administratif strategis, yaitu kepala SPPG, ahli gizi, dan akuntan
Wisnu Cipto - Selasa, 13 Januari 2026
Nanik S. Deyang Tegaskan Relawan SPPG Tidak Masuk Skema Pengangkatan PPPK BGN
Indonesia
Demo di Iran Tewaskan Sekitar 500 Orang, DPR: Siapkan Rencana Evakuasi WNI, Jangan Tunggu Situasi Memburuk
Menurut anggota Komisi I DPR, keamanan dan keselamatan WNI harus menjadi prioritas utama pemerintah Indonesia.
Frengky Aruan - Senin, 12 Januari 2026
Demo di Iran Tewaskan Sekitar 500 Orang, DPR: Siapkan Rencana Evakuasi WNI, Jangan Tunggu Situasi Memburuk
Indonesia
Hakim Tolak Eksepsi, Perkara Penghasutan Demo Delpedro Marhaen Cs Masuk Pokok Perkara
Majelis Hakim Tipikor Jakarta menolak eksepsi Delpedro Marhaen Cs dalam kasus dugaan penghasutan demonstrasi Agustus 2025. Sidang dilanjutkan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 08 Januari 2026
Hakim Tolak Eksepsi, Perkara Penghasutan Demo Delpedro Marhaen Cs Masuk Pokok Perkara
Bagikan