Revisi UU Haji Bakal Bikin Wajah Baru Layanan Haji Indonesia, Akhiri Antrean 47 Tahun yang Bikin Pusing Tujuh Keliling
Ilustrasi ibadah haji. (Kemenag)
Merahputih.com - Revisi Undang-Undang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah (UU PIHU) yang sedang dibahas di DPR akan difokuskan untuk meningkatkan kualitas layanan dan pengelolaan ibadah haji. Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Abidin Fikri.
“RUU Haji sudah (masuk dalam pembahasan) di DPR karena pemerintah sudah menyampaikan tim. Tinggal menunggu proses pembahasan. Prinsipnya revisi ini harus memberi kemaslahatan bagi jemaah, di antaranya penyelenggara haji harus setingkat menteri serta sinergis dengan visi Arab Saudi 2030,” kata Abidin dalam keterangannya, Rabu (20/8).
Baca juga:
DPR Desak Revisi UU Haji Rampung Cepat, Nasib Calon Jemaah di Ujung Tanduk
Menurut Abidin, pembahasan RUU ini akan melibatkan berbagai pihak, seperti ormas Islam, asosiasi penyelenggara haji dan umrah, dan lembaga pengawas. Komisi VIII DPR saat ini tengah menyusun jadwal pembahasan untuk masa sidang mendatang.
Salah satu tantangan utama yang dihadapi adalah antrean haji yang sangat panjang, bisa mencapai 11 hingga 47 tahun. Sementara itu, Arab Saudi melalui program Vision 2030 menargetkan peningkatan kapasitas jemaah haji dan umrah, yang menuntut Indonesia untuk menyesuaikan tata kelola, sistem digitalisasi, dan layanan lainnya.
Baca juga:
Pemerintah Serahkan DIM RUU Haji dan Umrah, Ada 700 Poin Yang Bakal Dibahas
Menanggapi hal ini, Ketua Komnas Haji, Mustolih Siradj, menilai revisi UU perlu memperjelas fungsi pengawasan dan transparansi dana haji. Ketua Tim 13 Asosiasi Haji Umrah, Muhammad Firman Taufik, juga menekankan pentingnya peran penyelenggara swasta untuk meningkatkan profesionalisme layanan.
“Revisi UU ini diharapkan bukan hanya menjawab dinamika kebijakan Arab Saudi, tetapi juga memberi kepastian pelayanan bagi jamaah sejak pendaftaran, keberangkatan, hingga kepulangan,” pungkas Abidin.
Bagikan
Angga Yudha Pratama
Berita Terkait
Siswa Aceh Utara Belajar di Lumpur, DPR Desak Bantuan Perabotan
DPR Curiga Program Magang Cuma Akal-akalan Perusahaan Cari Upah Murah, Buruh Tetap Terancam
Komisi I DPR Minta Pemerintah Mainkan Peran Diplomasi Internasional, Cegah Perang Dunia III
Dugaan Siswa Fiktif Terima MBG Gegerkan Sampang, Legislator Tegaskan Wajib Diusut
Haji Indonesia Pakai Skema Murur & Tanazul di Mina, Lebih Ramah Lansia
Masa Transisi KUHP Baru Dinilai Rawan, DPR Wanti-Wanti Kekosongan Hukum
Indonesia Kalah Saing dengan Negara Tetangga dalam Urusan Pariwisata, DPR 'Semprot' Pemerintah
Nasib Hakim Luar Jawa Dianaktirikan, DPR Desak Aturan Karier Segera Disahkan
DPR Tegaskan Dana Haji Harus Steril Korupsi dan Dikelola Profesional
DPR Bongkar Keanehan Rute Pesawat ATR 42-500 yang Jatuh di Maros