Respons Keinginan Buruh, Sandiaga Bakal Siapkan Paket Belanja Murah
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno. (MP/Ponco Sulaksono)
MerahPutih.com - Untuk mengatasi rasa kecewa buruh terhadap kebijakan Upah Minimum Provinsi (UMP), Pemerintah DKI Jakarta berjanji akan membantu menekan biaya hidup para kelas kerja tersebut.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, pihaknya akan segera menyiapkan paket belanja untuk para buruh. "Kita akan berikan paket untuk belanja keseharian buruh di PD Pasar Jaya," kata Sandi di Balai Kota, Jakarta, Jumat (3/11).
Dengan diberlakukan kebijakan paket murah buruh, Sandi yakin mampu membantu menurunkan biaya hidup para buruh yang notabene cenderung tinggi.
Karena itu, pria yang gemar berlari itu berkomitmen untuk bekerja keras dalam menjunjung tinggi kesejahteraan kaum buruh. "Jadi, komitmen kami untuk meningkatkan kesejahteraan buruh, 100 persen kami junjung tinggi," tandasnya.
Seperti diketahui, kebijakan Pemprov DKI terkait penetapan UMP sebesar Rp 3.648.035, banyak ditentang para buruh.
Deputi Presiden KSPI M Rusdi menilai gubernur dan wakil gubernur Jakarta telah ingkar janji terkait penetapan itu.
"Pada masa kampanye Anies-Sandi telah menandatangani kontrak politik dengan buruh yang salah satu isinya adalah menetapkan UMP lebih tinggi dari ketentuan PP 78/2015," kata Rusdi di tempat berbeda.
Akibatnya, beberapa aliansi buruh berencana melakukan aksi besar nasional menolak PP 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan.
Rencananya, aksi akan digelar di depan Balai Kota DKI Jakarta dan Istana Negara. "Kenapa di Balai Kota Jakarta? karena Jakarta adalah barometer," katanya. (Asp)
Baca berita terkait buruh lainnya di: Tolak UMP Jakarta 2018, Puluhan Ribu Buruh Bakal Kepung Balai Kota
Bagikan
Asropih
Berita Terkait
Tingkat Pendapatan Kelas Menengah Bawah Terus Menurun
Upah Dinilai Tak Cukup untuk Hidup di Jakarta, Bos Buruh: Kami Kerja tapi Tetap Nombok
Buruh akan Demo Serentak Kamis (15/1), Tuntut Revisi UMP DKI dan RUU Ketenagakerjaan
Kalah Gede Ketimbang Buruh Panci di Karawang dan Pekerja di Vietnam, Presiden KSPI: Harusnya Gaji UMP Jakarta Rp 6 Juta per Bulan
Buruh Demo Depan Istana Negara Minta Penaikan UMP 2026, Polisi Ingatkan untuk tak Provokasi
Serikat Pekerja Solo Ancam Demo Kecewa UMK, Walkot Respati: Semua Berhak Menyampaikan Pendapat
Aksi Tolak UMP Jakarta 2026 Terus Berlanjut, Gubernur DKI Pramono Anung: Nominal Diputuskan dari Aspirasi Buruh dan Pengusaha
Tolak UMP Jakarta 2026 Naik Jadi Rp 5,7 Juta, Buruh Siap Tempuh Jalur Hukum
UMP Jakarta 2026 Dianggap Terlalu Kecil, Presiden Partai Buruh: Gaji di Sudirman Lebih Kecil dari Pabrik Panci Karawang
Hari Ini Buruh Turun ke Jalan Protes Hasil Ketusan Upah Minimum