Renang Gaya Bebas Punya Manfaat Kesehatan Lebih
Olahraga ini memang dikenal baik untuk kesehatan jantung. (Unsplash/Todd Quackenbush)
RENANG salah satau aktivitas olahraga yang memiliki banyak penggemarnya. Selain kesehatan raga, jiwa menjadi gembira, karena aktivitas ini termasuk dalam kegiatan rekreasi.
Gaya renang yang umumnya dikuasai orang adalah renang gaya bebas. Tekniknya sederhana hanya mengkoordinasikan gerakan tangan dan kaki.
Manfaat berenang bagi kesehatan tidak perlu diragukan lagi. Jenis olahraga ini memang dikenal baik untuk kesehatan jantung. Tak hanya itu, masih banyak manfaat lain yang bisa kamu peroleh dengan rutin berenang.
Baca Juga:
Banyak teknik untuk melakukan renang. Alodokter menuliskan bahwa renang gaya bebas atau dikenal dengan teknik front crawl, adalah salah satu teknik berenang yang mudah untuk dilakukan. Oleh karena itu, renang gaya bebas biasanya menjadi teknik yang digunakan oleh orang-orang yang baru mulai belajar renang. Ternyata teknik ini memiliki berbagai manfaat untuk kesehatan.
Pertama, renang gaya bebas baik untuk kesehatan jantung. Renang gaya bebas mendorong tubuh menggunakan oksigen yang meningkat karena sering menyelam ke dalam air.
Kedua, dengan rutin berenang dengan gaya bebas selama 30 menit dapat membakar kurang lebih 300 kalori. Namun dengan catatan kamu lakukan dengan rutin dan diimbangi pola makan yang baik.
Baca Juga:
Ketiga, dengan melakukan renang gaya bebas baik untuk melatih otot tubuh. Khususnya otot tangan dan otot kaki. Ini karena saat melakukan renang gaya bebas, kamu akan menggunakan sebagian besar otot di dalam tubuh, terutama tangan dan kaki, untuk terus bergerak dan menjaga keseimbangan di dalam air.
Keempat, renang gaya bebas dipercaya dapat menghilangkan stres. Penelitian mengatakan dengan melakukan renang gaya bebas tubuh akan menjadi lebih rileks, sehingga dapat memperbaiki suasana hati dan membuat tidur kamu lebih nyenyak.
Agar bisa merasakan secara optimal, kamu dianjurkan untuk mengkombinasikan renang gaya bebas dengan konsumsi makanan yang memiliki gizi seimbang, dan tak lupa istirahat yang cukup.Namun jika kamu memiliki kondisi medis yang memengaruhi gerak tubuh, terutama pada bagian lengan, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter. (zv)
Baca Juga:
Bagikan
Berita Terkait
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya