Headline

Rekahan Kawah Gunung Agung Meluas, Potensi Meletus?

Eddy FloEddy Flo - Kamis, 19 Oktober 2017
Rekahan Kawah Gunung Agung Meluas, Potensi Meletus?

Rekahan di kawah Gunung Agung (Foto: Twitter @Sutopo_BNPB)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Sudah 28 hari Gunung Agung dalam status awas. Prakiraan waktu meletusnya juga masih samar-samar. Berdasarkan laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) rekahan kawah Gunung Agung makin meluas.

Apakah ini tanda-tanda bakal meletus? Hasil pemotretan melalui drone yang dilakukan di atas kawah Gunung Agung justru menampakan rekahan di area kawah.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho melalui pesan aplikasi di Denpasar, Kamis (19/10), menjelaskan pemotretan udara menunjukkan rekahan kawah sudah lebih luas di sisi timur dan tenggara dalam kawah.

Sebelumnya dari citra satelit Planet Scope pada Rabu (11/10), rekahan kawah hanya terdapat di sisi timur di dalam kawah dengan asap solfatara keluar dari rekahan tersebut juga lebih tebal dari pada sebelumnya.

Meski demikian, Sutopo sebagaimana dilansir Antara belum merinci panjang dan lebar rekahan tersebut karena foto-foto kawah gunungapi itu akan dilakukan model tiga dimensi agar lebih akurat.

Tim pengendali "drone" dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dan BNPB menerbangkan drone sebanyak empat kali untuk memetakan puncak kawah dan lereng Gunung Agung di Kabupaten Karangasem.

Tim beranggotakan tiga orang dengan membawa dua unit drone jenis "Bufallo" FX79 untuk ketinggian 4.000 meter dengan waktu terbang selama satu jam.

Sebelumnya tim drone karya anak bamhsa itu melakukan orientasi terbang yang dilakukan di Desa Kubu, Karangasem dengan meluncurkan pesawat tanpa awak itu dari atas sepeda motor.

Drone produk UGM itu terbang hingga ketinggian 2.900 meter dan tidak mencapai puncak karena gagal mencapai target ketinggian yang ditentukan karena angin yang terlalu kencang atau turbulensi di lereng gunung.

Pada percobaan kedua, tim berpindah lokasi untuk lepas landas di lapangan Amlapura yang berhasil menerbangkan drone pada ketinggian 700 meter.

Kemudian tim pengendali mencoba penerbangan ketiga yang membuat drone terbang pada ketinggian 3.995 meter dan pada penerbangan keempat kalinya, drone terbang hingga ketinggian 4.000 meter.

"Drone berhasil melewati puncak Gunung Agung pada dua jalur penerbangan dengan lebar 600 meter," ucapnya.

Sutopo Purwo Nugroho menambahkan sebanyak 400 buah foto udara didapatkan dari dua jalur itu dan selanjutnya foto itu akan dilakukan pembuatan model tiga dimensi kawah Gunung Agung sehingga analisis morfologi dan spasial bisa dilakukan dengan akurat.(*)

#Gunung Agung #BNPB #Sutopo Purwo Nugroho
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Anggaran Bencana Bisa Ditambah Tanpa Batas, Purbaya Ungkap Dana BNPB Hampir Rp 1 Triliun
Pemerintah memastikan anggaran penanganan bencana dapat ditambah sesuai kebutuhan. BNPB saat ini memiliki dana hampir Rp 1 triliun.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 10 September 2026
Anggaran Bencana Bisa Ditambah Tanpa Batas, Purbaya Ungkap Dana BNPB Hampir Rp 1 Triliun
Indonesia
Abu Vulkanik Anak Krakatau Mengarah ke Laut Hindia, Lampung hingga Jakarta Lebih Kondusif
BNPB menyebut abu vulkanik Gunung Anak Krakatau cenderung bergerak ke Laut Hindia. Lampung, Banten, Jawa Barat hingga Jakarta lebih kondusif.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 08 September 2026
Abu Vulkanik Anak Krakatau Mengarah ke Laut Hindia, Lampung hingga Jakarta Lebih Kondusif
Indonesia
2026 Banyak Bencana, BNPB Minta Tambahan Dana Siap Pakai Rp 5,67 Triliun
BNPB minta tambahan Dana Siap Pakai Rp 5,67 triliun ke Kemenkeu untuk mempercepat penanganan bencana 2026. Anggaran rutin Rp 1,08 triliun dinilai tak cukup
Wisnu Cipto - Selasa, 08 September 2026
2026 Banyak Bencana, BNPB Minta Tambahan Dana Siap Pakai Rp 5,67 Triliun
Indonesia
OMC Dimulai, BMKG Berupaya Percepat Pembersihan Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau
BMKG bersama BNPB dan pihak terkait menggelar OMC sejak 7 September 2026 untuk mempercepat pembersihan atmosfer dari abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 08 September 2026
OMC Dimulai, BMKG Berupaya Percepat Pembersihan Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau
Indonesia
1.730 Bencana Alam Hantam Indonesia Sejak Januari, Terbanyak Masih Banjir
BNPB mencatat 1.730 bencana alam melanda Indonesia sejak Januari hingga 7 September 2026. Banjir dan karhutla mendominasi, 111 ribu rumah rusak, ribuan fasilitas publik terdampak.
Wisnu Cipto - Selasa, 08 September 2026
1.730 Bencana Alam Hantam Indonesia Sejak Januari, Terbanyak Masih Banjir
Indonesia
1.730 Bencana Landa Indonesia Sampai September 2026, Bencana Hidrometeorologi Mendoninasi
Kerusakan meluas ke sarana publik, mencakup 2.361 unit fasilitas pendidikan, 867 unit rumah ibadah, 230 unit fasilitas kesehatan dasar maupun rujukan, 751 unit perkantoran, serta 92 unit jembatan terputus.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 08 September 2026
1.730 Bencana Landa Indonesia Sampai September 2026, Bencana Hidrometeorologi Mendoninasi
Indonesia
BNPB Minta Tambahan Dana Siap Pakai Rp 5,67 Triliun Buat Tanggulangi Bencana di Berbagai Daerah
BNPB sebelumnya telah menerima kucuran Dana Siap Pakai (DSP) tahap awal tahun 2026 sebesar Rp 4,62 triliun untuk penanggulangan tanggap darurat di lapangan.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 08 September 2026
BNPB Minta Tambahan Dana Siap Pakai Rp 5,67 Triliun Buat Tanggulangi Bencana di Berbagai Daerah
Indonesia
Mengintip Kerennya Operasi Modifikasi Cuaca BNPB, Cara Canggih Padamkan Karhutla Jateng
Jateng dikepung api dan abu vulkanik? Santai, Operasi Modifikasi Cuaca BNPB resmi dimulai! Cek kecanggihan teknologi hujan buatan yang siap bersihkan langit Jawa Tengah di sini
Angga Yudha Pratama - Selasa, 08 September 2026
Mengintip Kerennya Operasi Modifikasi Cuaca BNPB, Cara Canggih Padamkan Karhutla Jateng
Indonesia
2 Langkah BNPB Kurangi Persebaran Abu Vulkanik Letusan Gunung Anak Krakatau
Saat ini, BNPB dan BMKG terus memantau perkembangan kondisi Gunung Anak Krakatau dan persebaran abu vulkanik di wilayah terdampak.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 07 September 2026
2 Langkah BNPB Kurangi Persebaran Abu Vulkanik Letusan Gunung Anak Krakatau
Indonesia
Abu Vulkanik Anak Krakatau Capai Jakarta, BNPB Siapkan Operasi Modifikasi Cuaca
BNPB menggencarkan operasi modifikasi cuaca hingga malam untuk membantu mengatasi sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau di Jakarta, Banten, dan Lampung.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 06 September 2026
Abu Vulkanik Anak Krakatau Capai Jakarta, BNPB Siapkan Operasi Modifikasi Cuaca
Bagikan