Redam Radikalisme, Tokoh Agama Diminta Hilangkan Narasi Kebencian

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Rabu, 29 Juli 2020
Redam Radikalisme, Tokoh Agama Diminta Hilangkan Narasi Kebencian

Kepala BNPT Komjen Boy Rafli Amar melakukan kunjungan kerja ke Tasikmalaya dan Garut Jawa Barat pada Selasa(28/7), dengan agenda bersilaturahmi dengan beberapa pemuka agama dan tokoh masyarakat (Humas

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Teroisme (BNPT) Boy Rafli Amar mengajak tokoh agama khususnya para Ulama yang diyakini memegang peranan yang sangat penting untuk memberikan kesejukan. Terlebih radikalisme kerap mengatasnamakan agama sebagai dasar ideologi sehingga menuntut serta peran dari segenap tokoh agama dan para ulama.

''Termasuk pemikiran agama yang lurus sehingga buah pikiran provokasi, narasi kebencian dan kekerasan dapat teredam dengan baik," jelas Boy dalam keteranganya, Rabu (29/7).

Baca Juga

Segera Uji Klinis Vaksin COVID-19 Fase Tiga, Pemerintah Prioritaskan 8 Provinsi

Boy melakukan kunjungan kerja ke Tasikmalaya dan Garut Jawa Barat pada Selasa(28/7), dengan agenda bersilaturahmi dengan beberapa pemuka agama dan tokoh masyarakat Tasikmalaya dan Garut serta mengunjungi sejumlah Pondok Pesantren di daerah tersebut.

Beberapa Ulama yang disambangi Kepala BNPT antara lain K.H. A. Bunyamin Ruhiat pimpinan Pondok Pesantren Cipasung, Tasikmalaya, dan K,H. Zainal Mutaqin Pimpinan Pondok Pesantren An-Nur Garut.

Kepala BNPT Komjen Boy Rafli Amar melakukan kunjungan kerja ke Tasikmalaya dan Garut Jawa Barat pada Selasa(28/7), dengan agenda bersilaturahmi dengan beberapa pemuka agama dan tokoh masyarakat (Humas BNPT)

Melalui pertemuan dengan kedua pemuka agama tersebut Boy membicarakan keseimbangan bernegara dan beragama yang merupakan amalan dari nilai-nilai Pancasila.

"Kesesatan dan gencarnya narasi yang beredar di tengah masyarakat apabila tanpa peran role model dalam hal ini tokoh agama yang baik dan benar dapat menjadi bibit perpecahan kesatuan bangsa," jelas mantan Kapolda Papua dan Banten ini.

Baca Juga

PP Korban Terorisme Sudah Diteken, LPSK Ambil Langkah Cepat

Boy yakin, para ulama memiliki keinginan yang sama yaitu perdamaian masyarakat beragama yang dapat hidup dengan harmonis antar satu sama lain khususnya di tengah kemajemukan masyarakat Indonesia yang kaya kultur, ras, dan agama.

"Untuk mewujudkannya, bahaya dan ancaman radikal terorisme dari seluruh pihak dalam hal ini tokoh agama perlu merapatkan barisan sehingga penanggulangannya semakin kuat," sebut Jenderal Polisi berbintang tiga ini. (Knu)

#BNPT #Kepala BNPT #Irjen Pol. Boy Rafli Amar #Radikalisme #Kaum Radikal
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Lifestyle
8 Cara Keluarga Cegah Anak Terpapar Pemahaman Kekerasan dan Radikalisme
Regulasi penggunaan sosial media pada anak di Indonesia belum seketat negara maju lainnya.
Dwi Astarini - Senin, 07 September 2026
8 Cara Keluarga Cegah Anak Terpapar Pemahaman Kekerasan dan Radikalisme
Indonesia
Kemendikdasmen Perkuat Peran Sekolah Cegah Anak Terpapar Radikalisme di Media Sosial
Kekerasan yang perlu dicegah tidak hanya terjadi secara fisik, tetapi juga dalam bentuk nonfisik, baik di dunia nyata maupun ruang digital.
Dwi Astarini - Kamis, 03 September 2026
Kemendikdasmen Perkuat Peran Sekolah Cegah Anak Terpapar Radikalisme di Media Sosial
Indonesia
620 Anak Terhubung Terorisme, BNPT Soroti Bahaya Paparan Radikalisme di Media Sosial
BNPT mengungkap 620 anak usia 11-18 tahun terpapar kekerasan dan radikalisme. 6 anak di Jakarta diarahkan menjalani rehabilitasi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 03 September 2026
620 Anak Terhubung Terorisme, BNPT Soroti Bahaya Paparan Radikalisme di Media Sosial
Berita Foto
Hari Internasional untuk Korban Terorisme 2026, Kolaborasi Perkuat Perlindungan Korban
Silence momen dan doa dalam acara Peringatan Hari Internasional untuk Peringatan dan Penghormatan bagi Korban Terorisme 2026 di Jakarta, Jum'at (21/8/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 21 Agustus 2026
Hari Internasional untuk Korban Terorisme 2026, Kolaborasi Perkuat Perlindungan Korban
Indonesia
BNPT Siapkan 111 Pencegahan Terorime Sejak Dini, 250 Anak Telah Berhasil Direhabilitasi
Ancaman terorisme saat ini sudah mulai bergeser. Kini, internet dijadikan sarana untuk melakukan rekrutmen, kontrapropaganda, hingga pendanaan terorisme
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 27 Juli 2026
BNPT Siapkan 111 Pencegahan Terorime Sejak Dini, 250 Anak Telah Berhasil Direhabilitasi
Indonesia
Paham Radikal Menyebar Cepat, Kadensus 88 Minta Orangtua Lindungi Anak di Ruang Digital
Pendekatan terhadap anak yang terpapar persoalan di ruang digital mengedepankan perlindungan, rehabilitasi, dan pendampingan.
Dwi Astarini - Kamis, 21 Mei 2026
Paham Radikal Menyebar Cepat, Kadensus 88 Minta Orangtua Lindungi Anak di Ruang Digital
Indonesia
Densus 88 Ungkap Pola Baru Terorisme Digital, Anak Muda Jadi Target Rentan
Kadensus 88 AT Polri mengungkap pola baru terorisme digital yang menyasar generasi muda melalui algoritma, komunitas virtual, dan kerentanan psikologis.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 21 Mei 2026
Densus 88 Ungkap Pola Baru Terorisme Digital, Anak Muda Jadi Target Rentan
Indonesia
Waspada! Paham Ekstremisme dan Terorisme Kini Menyebar Lewat Algoritma Digital
Wakapolri mengungkap pola baru terorisme dan ekstremisme yang kini berkembang melalui ruang digital. Polri juga menyoroti ratusan anak terpapar radikalisme di Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 21 Mei 2026
Waspada! Paham Ekstremisme dan Terorisme Kini Menyebar Lewat Algoritma Digital
Indonesia
Interaksi Sosial di Platform Gim Daring Jadi Wadah Sebarkan Paham Radikalisme
BNPT mencatat sepanjang tahun 2025 terdapat sekitar 112 anak di 26 provinsi yang teridentifikasi terpapar paham radikalisme melalui ruang digital, baik melalui media sosial maupun gim daring.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 08 Januari 2026
Interaksi Sosial di Platform Gim Daring Jadi Wadah Sebarkan Paham Radikalisme
Indonesia
BNPT Pantau Roblox, Takut Jadi Media Penyebaran Radikalisasi Pada Anak
Pemilik platform permainan daring dituntut untuk memberikan verifikasi dan keamanan terhadap siapa yang mengakses.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 31 Desember 2025
BNPT Pantau Roblox, Takut Jadi Media Penyebaran Radikalisasi Pada Anak
Bagikan