Raisa: Jika Omicron Lebih Kuat, Pemerintah Perlu Pertimbangkan Suntikan Vaksin Booster

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Senin, 29 November 2021
Raisa: Jika Omicron Lebih Kuat, Pemerintah Perlu Pertimbangkan Suntikan Vaksin Booster

Kedatangan vaksin di Indonesia. (Foto: Sekretariat Presiden)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Berkaca dari kasus penularan COVID-19 yang tinggi di Benua Eropa, Satuan Tugas COVID-19 melihat, kebanyakan disebabkan oleh masyarakat yang belum tervaksinasi. Termasuk, penularan varian Omicron atau B 1.1.529 yang berawal dari Afrika Selatan.

WHO dan Indonesia percaya, vaksin tetap penting untuk mengurangi penyakit parah dan risiko kematian dan saat ini. Selain itu, efektivitas vaksin COVID-19 yang saat ini tersedia terhadap varian baru Omicron masih dalam tahap penelitian.

Baca Juga:

Jokowi Perintahkan Antisipasi dan Mitigasi Dini Hadapi Varian Omicron

"Untuk efektivitas vaksin, Badan Kesehatan Dunia (WHO) bekerja dengan banyak ilmuwan untuk memahami dampak varian ini pada vaksin COVID-19. Sejauh ini belum ada data yang konklusif," kata Juru Bicara Pemerintah untuk COVID-19 dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru Reisa Broto Asmoro dalam Siaran Sehat Bersama Dokter Reisa bertajuk Apakah Vaksin COVID-19 Tetap Ampuh di 2022 di Jakarta, Senin (29/11).

Reisa menjelaskan, saat ini WHO bersama para pihak terkait sedang melakukan kajian lebih lanjut mengenai varian Omicron atau B 1.1.529 kaitannya dengan vaksinasi yang sedang digencarkan saat ini.

"Apabila varian baru itu dinyatakan lemah, maka vaksin yang tersedia kini masih sangat efektif dan berguna untuk mencegah terjadinya perburukan gejala akibat berbagai macam varian COVID-19," ujarnya.

Namun, lanjut ia, bila kajian dari varian Omicron menyatakan varian itu lebih kuat, maka pemerintah perlu mempertimbangkan pemberian vaksin booster kepada masyarakat maupun memperbarui segala macam vaksin yang ada.

Reisa mengatakan, vaksin yang ada saat ini akan lebih dikembangkan lagi oleh para ahli sehingga menjadi efektif sambil melihat terjadinya mutasi virus terkini.

 Juru Bicara Pemerintah untuk COVID-19 dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru Reisa Broto Asmoro. (Foto: MP/Ismail)
Juru Bicara Pemerintah untuk COVID-19 dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru Reisa Broto Asmoro. (Foto: MP/Ismail)

"Ilmuwan di Oxford, Carina Joe dan Indra Rudiansyah juga sudah mengingatkan bahwa vaksin yang saat ini akan dikembangkan lagi agar jadi lebih efektif sambil melihat mutasi virus terkini. Kita tunggu hasil kajian lebih lanjut tentang Omicron ini,” kata dia.

Dari data, Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 melaporkan vaksinasi COVID-19 dengan dosis lengkap di Indonesia mencapai sebanyak 94.755.660 orang atau bertambah sebanyak 415.923 orang pada Senin.

Tercatat, sebanyak 138.908.862 warga di Indonesia mendapatkan dosis pertama vaksin COVID-19, atau penerima dosis pertama bertambah sebanyak 378.631 orang pada hari ini. Sementara hingga saat ini vaksinasi dengan dosis ketiga sudah mencapai 1.223.805 orang. Pemerintah menargetkan sebanyak 208.265.720 orang divaksinasi dengan vaksin COVID-19. (Asp)

Baca Juga:

Kemenkes Duga Omicron Berkaitan Dengan Infeksi HIV

#Vaksinasi #Vaksin Covid-19 #COVID-19
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Olahraga
Aib Saat di Arsenal Terbongkar, Karier Kapten Timnas Swiss Granit Xhaka di Ujung Tanduk
Terjerat skandal sertifikat COVID-19 palsu, Kapten Swiss Granit Xhaka akui kesalahannya dan mundur dari Timnas. Simak kronologi dan ancaman hukumannya di sini!
Wisnu Cipto - Selasa, 22 September 2026
Aib Saat di Arsenal Terbongkar, Karier Kapten Timnas Swiss Granit Xhaka di Ujung Tanduk
Lifestyle
Vaksin HPV Mulai Menyasar Siswa Laki-Laki, Ini 3 Manfaatnya Bagi Kesehatan
HPV merupakan kelompok virus yang dapat menginfeksi kulit dan selaput lendir
Angga Yudha Pratama - Senin, 10 Agustus 2026
Vaksin HPV Mulai Menyasar Siswa Laki-Laki, Ini 3 Manfaatnya Bagi Kesehatan
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] :Bayi di Bekasi Alami Radang Orak karena Disuntik Vaksin Petugas Kesehatan
Kondisi radang otak yang dialami bayi tersebut tidak berkaitan dengan vaksin yang diberikan.
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
[HOAKS atau FAKTA] :Bayi di Bekasi Alami Radang Orak karena Disuntik Vaksin Petugas Kesehatan
Indonesia
Waspada Ledakan COVID-19 Cicada, Varian Baru Incar Anak Tanpa Vaksin di 25 Negara Dunia
Nurhadi mengingatkan pemerintah agar tidak hanya fokus pada masuknya varian ke tanah air, tetapi lebih menekankan pada kekuatan kapasitas deteksi dini
Angga Yudha Pratama - Rabu, 08 April 2026
Waspada Ledakan COVID-19 Cicada, Varian Baru Incar Anak Tanpa Vaksin di 25 Negara Dunia
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Video Perencanaan Pandemi COVID-19 dari Epstein Files Viral di Media Sosial
Konten itu ternyata merupakan bagian dari materi promosi rumah sakit yang berlokasi di Be’er Ya’akov, Israel.
Dwi Astarini - Kamis, 19 Februari 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Video Perencanaan Pandemi COVID-19 dari Epstein Files Viral di Media Sosial
Indonesia
DKI Jakarta Masih Aman dari Super Flu, Vaksinasi Influenza Disiapkan
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan belum ada kasus Super Flu di Jakarta. Pemprov menyiapkan langkah pencegahan dan layanan vaksinasi influenza.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 09 Januari 2026
DKI Jakarta Masih Aman dari Super Flu, Vaksinasi Influenza Disiapkan
Berita Foto
Melihat Penyuntikan Vaksinasi Influenza Flubio untuk Cegah Super flu bagi Warga di Jakarta
Dokter memberikan vaksin influenza Flubio kepada warga di Klinik Pratama Aisyah, Taman Sari, Jakarta, Rabu (7/1/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Januari 2026
Melihat Penyuntikan Vaksinasi Influenza Flubio untuk Cegah Super flu bagi Warga di Jakarta
Dunia
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Perubahan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump meminta Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) meninjau bagaimana negara-negara sejawat merekomendasikan vaksin.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
  AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Lifestyle
PDPI Beberkan Dosa-Dosa Gaya Hidup Pemicu ISPA dan Cara Menghindarinya Tanpa Ribet
Secara umum, kalau makanan cukup bergizi maka sudah baik
Angga Yudha Pratama - Rabu, 22 Oktober 2025
PDPI Beberkan Dosa-Dosa Gaya Hidup Pemicu ISPA dan Cara Menghindarinya Tanpa Ribet
Indonesia
Penanganan Penyakit Tuberculosis Bakal Contoh Pola Pandemi COVID-19
Salah satu fokus dalam penanganan Tb adalah memperluas skrining atau deteksi dini. Masyarakat diimbau untuk tidak takut melakukan pemeriksaan, karena TBC dapat disembuhkan dengan pengobatan yang konsisten.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 17 Oktober 2025
Penanganan Penyakit Tuberculosis Bakal Contoh Pola Pandemi COVID-19
Bagikan