MerahPutih.com - Setelah Pilpre dan Pileg usai, berbagai daerah yang akan melaksanakan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak tahun 2024 sebanyak 545 daerah dengan rincian 37 provinsi (Gubernur), 415 kabupaten (Bupati), dan 93 kota (Wali Kota), termasuk Jakarta.
Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta, memberi pandangan kriteria sosok yang layak sebagai Gubernur DKI Jakarta berikutnya pada periode 2024-2029.
Baca juga:
Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta KH Samsul Ma'arif mengatakan, sosok Gubernur Jakarta mempunyai pengetahuan yang luas terkait wawasan kebangsaan.
Tapi yang paling penting lagi, sebagi calon pemimpin Jakarta harus orang yang bersih dan juga bisa membersihkan. Namun Kiyai Samsul Ma'arif tidak jelaskan secara gamblang pengertian bersihkan.
"Tapi bahasa saya, rasa rasanya yang lebih spesifik misalnya seorang calon gubernur itu dia memang kalau meminjam kajian fiqih thaharah itu harus thahirun muthahirun orang yang bersih dan bisa membersihkan," kata Samsul Ma'arif saat dihubungi MerahPutih.com, Sabtu (9/3).
"Jadi dia (sosok cagub) memang ya jangan bersih saja, tapi tidak bisa membersihkan apalagi najis kotor gitu yah," sambung dia.
Samsul Ma'arif menegaskan, sosok gubernur selanjutnya juga harus pandai dalam berkomunikasi dengan semua kalangan, terkhusus untuk masyarakat DKI Jakarta.
"Tapi begini kedepan pemimpin itu punya komunikasi yang baik kepada masyarakat ya karena penduduk Jakarta itu sangat plural dari aspek suku budaya agama maka harus punya pengetahuan yang luas dan punya komunikasi yang baik," urainya.
Ia mengingatkan, jika sudah duduk di bangku empuk orang nomor satu di Jakarta jangan hanya mementingkan pribadi, tapi pengabdiannya untuk rakyat Jakarta.
"Di samping tentu sudah tidak mementingkan pribadinya betul betul untuk kepentingan masyarakat," katanya.
Pilkada serentak 2024 akan jatuh pada November 2024. Tahapan Pilkada akan dimulai pada April 2024. (Asp)
Baca juga:

