Punya Banyak Masalah? Curhatlah di Buku Diary
Curhat di buku Diary sangat bermanfaat (Foto: Pexels/Ann H)
SAAT tertimpa masalah bawaannya memang pengin curhat. Namun, tidak semua orang bisa mengeluarkan seluruh keluh kesahnya. Lagipula, tidak baik setiap orang tahu semua masalahmu. Kecuali kalau orang tersebut memang kamu percaya.
Namun, daripada kamu membeberkan semua masalahmu ke orang lain, lebih baik tuangkan semuanya di buku harian atau buku diary. Kamu bebas 'mengadu' tentang masalahmu melalui sebuah tulisan. Kamu pun dapat jujur tanpa takut rahasiamu bocor.
Baca juga:
Menulis buku diary tak hanya melegakan. Menurut laman Alodokter, kamu juga bisa mendapatkan beragam manfaat kesehatan. Soalnya, secara tidak langsung, kamu sudah membuang beberapa masalah ke dalam buku diary. Itu akan mengurangi beban pikiranmu. Lalu, apa saja manfaatnya?
Kamu bisa meredakan stres dengan curhat di buku diary. Rutin menulis tentang kehidupanmu akan membuat pikiran lebih rileks. Bahkan, kegiatan ini juga bisa menyembuhkan berbagai gangguan mental seperti depresi, gangguan kecemasan, bipolar, gangguan makan, hingga skizofrenia.
Baca juga:
Milenial, Ini Dia Cara Ampuh Atasi Stres Akibat Permasalahan dalam Berteman
Menulis buku diary dapat membuat tidurmu lebih nyenyak. Masalah yang menumpuk dapat mengganggu pola tidurmu akan hilang. Cobalah untuk fokus menulis hal positif, karena dipercaya dapat membuat tubuh rileks. Contohnya seperti hal yang kamu syukuri.
Apakah selama ini kamu tidak mengenal dirimu? Buku diary akan membantumu menemukan jati diri. Karena kamu bebas mencurahkan seluruh isi hatimu di buku diary, kamu pun akan mulai mengenal seperti apa sosok dirimu. Prinsip apa yang ingin kamu tanamkan.
Yang paling penting, buku diary bisa menjadi solusi untuk setiap masalahmu. Ya, kamu dapat menyelesaikan masalah dengan baik tanpa harus bergantung dengan orang lain. Setiap tulisanmu, akan membuatmu menemukan jalan keluar dari masalah.
Jadi sahabat Merah Putih, coba ya untuk menulis buku diary jika ada masalah berat yang sedang menimpamu saat ini. (ikh)
Baca juga:
Bagikan
Berita Terkait
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya