Kesehatan

Jangan Dipikirin Terus, Stres Bisa Bikin Kamu Sakit Perut

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Senin, 26 Agustus 2019
Jangan Dipikirin Terus, Stres Bisa Bikin Kamu Sakit Perut

Stres menyebabkan sakit perut yang hilang kambuh (Foto: Pexels/Tim Gouw)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

JANGAN sepelekan jika kamu memiliki banyak pikirian di otak kamu. Karena kalau banyak pikirian kamu bisa jadi stres. Dari stres bukan cuma mental kamu yang terganggu. Fisikmu pun bisa ikut terganggu. Stres bisa bikin kamu sakit perut.

Melansir Alodokter, sakit perut bisa dibebakan oleh stres atau masalah psikologis. Sakit perut yang muncul karena stres ini bisa jadi disebabkan oleh sindrom iritasi usus (irritable bowel syndrome/IBS).

Baca juga:

Awas Melancong Sendirian Bisa Bikin Stres

Sebanyak 60% pasien IBS mengalami gangguan secara psikologis. Meskipun belum ada penyebab pasti dari penyakit ini. Yang pasti, penderita memiliki usus besar yang sensitif terhadap stres dan makanan tertentu.

Penderita juga mengalami gangguan pencernaan semisal diare, sembelit, dan perut kembung (Foto: Pixabay/Derneumann)

Dengan begitu, penderita sindrom ini sering mengalami sakit perut ketika dilanda rasa stres dan cemas. Pada beberapa kasus, penderita juga mengalami gangguan pencernaan semisal diare, sembelit, dan perut kembung.

Oleh karena itu, untuk mengatasi keluhan sakit perut ini kamu harus bisa mengelola stres dengan baik. Jangan pernah mengatasi stres dengan cara negatif seperti mengonsumsi minuman alkohol. Apalagi kalau sampai menggunakan narkoba.

Ada banyak cara positif untuk menatasi stres. Paling mudahnya ceritakan masalahmu kepada orang terpercaya. Seperti keluarga atau sahabat. Jangan pernah memendam masalahmu terlalu lama. Kondisi jiwa kamu bisa terganggu hingga merasakan keluhan fisik berupa sakit perut yang hilang kambuh.

Baca juga:

Jika Mengalami Ini, Tandanya Kamu Stres Berat

Kemudian, kamu bisa meluangkan waktu untuk mengerjakan hal positif yang kamu suka. Latih juga teknik pernapasan untuk membuat tubuh kamu rileks. Enggak ada salahnya juga untuk ambil cuti beberapa hari dari kantor. Pergilah berlibur untuk melepas kepenatan.

Atasi stres dengan cara positif seperti pergi berlibur (Foto: Pexels/vjapratama)

Intinya, setiap orang punya cara masing-masing untuk menghilangkan stres. Cara apapun sah-sah saja asal bukan cara yang negatif. Jadi semuanya kembali lagi ke kamu sendiri. Mau stres kamu benar-benar hilang dengan kegiatan positif. Atau hanya hilang sementara karena perbuatan negatif.

Jika stres kamu tak kunjung hilang. Jalan terakhir yang bisa kamu lakukan ialah berkonsultasi ke psikolog atau psikiater. Biasanya, jika terbukti penyebab sakit perutmu karena gangguan kecemasan, dokter akan memberikan kamu obat-obatan.

Di samping itu, dokter akan memberikan bantuan lewat psikoterapi agar memudahkan kamu melepas rasa stres itu. Jadi, jika kamu pernah merasakan sakit perut yang hilang timbul. Coba atasi dulu masalah stres yang kamu alami. Karena kemungkinan besaranya sakit perut yang kamu rasakan disebebkan oleh masalah mental kamu sendiri. (ikh)

Baca juga:

Ibu-Ibu Butuh Komunitas untuk Menghilangkan Stres

#Info Kesehatan #Kesehatan #Kesehatan Mental #Gangguan Kesehatan
Bagikan
Ditulis Oleh

Ikhsan Aryo Digdo

Learner.

Berita Terkait

Berita Foto
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Ketua Tim Bidang Penyusunan Rencana Prioritas Pemanfaatan Dana Desa, Sappe M. P. Sirait saat Program Keluarga Sigap di Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 15 Januari 2026
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Indonesia
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Ratusan pengungsi pascabanjir bandang di Aceh Tamiang mengalami berbagai penyakit seperti ISPA hingga diare. Tim Dokkes Polri turun beri layanan kesehatan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Januari 2026
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Dunia
Kemenkes: 4 dari 1.000 Orang Mengalami Skizofrenia
Sekitar 2 persen orang dewasa di Indonesia mengalami masalah kesehatan mental.
Wisnu Cipto - Kamis, 08 Januari 2026
Kemenkes: 4 dari 1.000 Orang Mengalami Skizofrenia
Dunia
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Perubahan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump meminta Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) meninjau bagaimana negara-negara sejawat merekomendasikan vaksin.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
  AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Indonesia
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Pemerintah DKI telah berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin ihwal Super Flu ini.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Indonesia
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Dikhawatirkan, penyakit ini berdampak pada beban layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Indonesia
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Subclade K telah terdeteksi di Indonesia sejak Agustus 2025 melalui sistem surveilans sentinel ILI-SARI di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Indonesia
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Indonesia menjadi salah satu negara yang terpapar jenis virus ini.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Lifestyle
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Siloam Hospitals Kebon Jeruk memiliki dan mengoperasikan tiga sistem robotik, yakni Da Vinci Xi (urologi, ginekologi, bedah digestif, dan bedah umum), Biobot MonaLisa (khusus diagnostik kanker prostat presisi tinggi), dan ROSA (ortopedi total knee replacement).
Dwi Astarini - Jumat, 19 Desember 2025
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Olahraga
Raphael Varane Ngaku Alami Depresi saat Masih di Real Madrid, Paling Parah setelah Piala Dunia 2018!
Raphael Varane mengaku dirinya mengalami depresi saat masih membela Real Madrid. Ia menceritakan itu saat wawancara bersama Le Monde.
Soffi Amira - Rabu, 03 Desember 2025
Raphael Varane Ngaku Alami Depresi saat Masih di Real Madrid, Paling Parah setelah Piala Dunia 2018!
Bagikan