Kesehatan

Jika Mengalami Ini, Tandanya Kamu Stres Berat

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Jumat, 21 Juni 2019
Jika Mengalami Ini, Tandanya Kamu Stres Berat

Stres berat bisa mengganggu berbagai aktivitasmu (Foto: Pexels/Inzmam Khan)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

STRES berat bisa terjadi terhadap siapa saja. Penyebabnya bisa karena beban pekerjaan, kehilangan orang tersayang, bercerai, terlilit hutang, hingga kehilangan pekerjaan. Jika mengalami hal tersebut, seseorang bisa mengalami tekanan mental dan emosional yang berlebihan.

Kalau kamu sudah stres berat, berbagai aspek kehidupan kamu bisa terganggu. Seperti emosi, perilaku, kemampuan berpikir, bahkan kesehatan fisikmu sekalipun. Mengutip Alodokter, ada beberapa ciri seseorang mengalami stres.

Misalnya seperti mudah gelisah, terlihat murung, dan mudah tersinggung. Jika kamu mengalami stres berat, kamu pun bisa tertekan, karena merasa diri kamu enggak baik. Sulit juga untuk berpikir dengan tenang.

Ciri lain kamu mengalami stres berat kamu enggak merasa bergairah dalam menjalani aktivitas harian. Di malam hari kamu pun akan sulit tidur. Bisa-bisa kamu juga mengalami insomnia.

Nafsu makan akan berkurang saat stres (Foto: Pexels/Lisa Fotios)

Jangankan untuk beraktivitas, untuk makan saja kamu merasa enggak nafsu. Enggak mengherankan karena stres badan kamu akan kurus. Gara-gara enggak nafsu makan juga, kamu pun jadi mudah sakit. Yang biasanya diawali dengan sakit kepala.

Sistem perncernaan kamu pun terganggu saat mengalami stres berat. Hasilnya, perut kamu sering kembung. Lebih parahnya kamu juga bisa diare atau sembelit.

Baca juga:

Ibu Milenial Lebih Stres dari Ibu Zaman Dulu?

Jangan putus asa jika kamu mengalami stres berat. Banyak hal yang bisa kamu lakukan untuk menghilangkan rasa stres itu. Meskipun sulit, cobalah untuk berpikir positif terhadap masalah yang kamu hadapi. Beri motivasi pribadi terhadap dirimu dan syukuri hal positif yang ada di balik masalahmu itu.

Traveling dapat membuat pikiran kamu tenang (Foto: Pexels/Bhupendra Singh)

Enggak ada salahnya menuangkan keluh kesah dalam sebuah tulisan. Ya, tulis buku harian pribadimu yang berisi tentang segala keluh kesah yang kamu alami. Percaya deh, setelahnya kamu akan merasa lebih baik. Karena kamu sudah mulai bisa mengontrol emosi.

Jangan sungkan menceritakan masalahmu kepada orang terdekat. Jangan pendam masalahmu itu sendiri, itu malah akan menyakitimu. Tapi ingat ya, ceritakan pada orang terpercaya semisal anggota keluarga dan sahabat. Akan lebih baik jika kamu curhat langsung ke orangtua kamu.

Tidurlah yang cukup untuk mengatasi stres berat itu. Walaupun memang susah untuk terlelap saat memiliki banyak pikiran. Agar mudah terlelap. Kamu bisa mencoba mandi air hangat menjelang tidur.

Terakhir, coba deh pergi beribur. Ambil cuti beberapa hari dari kantor. Traveling akan membuat pikiran kamu fresh. Perlahan kamu pun bisa mendapatkan ketenangan pikiran. Bahkan ketenangan jiwa bisa kamu dapatkan saat kamu melancong ke suatu daerah. (ikh)

#Kesehatan #Tips Kesehatan #Stres #Gejala Stres #Mengatasi Stress
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Bagikan