Puncak Matterhorn Di Swiss Menyala Saat Lockdown

Leonard Leonard - Rabu, 15 April 2020
Puncak Matterhorn Di Swiss Menyala Saat Lockdown

Menampilkan pesan-pesan inspirasif dan ketahanan (Foto: voa)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SWISS menerangi gunungnya yang paling terkenal dengan pesan-pesan inspirasif dan ketahanan selama lock down COVID-19. Di puncak salju Matterhorn, pesan seperti "Tinggal di Rumah" dan "Harapan" menghiasi Swiss.

Alat proyektor juga termasuk gambar bendera Swiss dan bendera Italia ketika Italia juga terlihat di gunung tersebut. Seperti diketahui Italia memiliki jumlah kematian tertinggi di negara mana pun karena COVID-19.

Baca juga:

Teater ini Menawarkan Pengalaman Menonton Film di Tempat Tidur

1
Menampilkan gambar bendera Swiss dan Italia lewat proyektor (Foto: internewscast)

Swiss, yang berbagi perbatasan dengan Italia, telah berupaya menahan penyebaran COVID-19. Saat ini ada lebih dari 15.475 kasus di negara ini dan 333 kematian.

Sudah empat minggu sejak Swiss melarang pertemuan besar dan menyarankan agar warganya tidak bepergian. Sekolah telah ditutup dan semua bisnis yang tidak penting ditutup hingga pemberitahuan lebih lanjut. Pada 16 Maret, pemerintah Swiss mengumumkan keadaan darurat yang akan berlangsung hingga 19 April, menurut The Local Switzerland.

Sebuah negara yang terkenal dengan acara mewahnya ini telah dipaksa untuk membatalkan agenda-agenda pada kalendernya, termasuk Geneva Motor Show dan Basel Watch Fair. Demikian BBC melaporkan.

Baca juga:

Ponsel Android Akan Mendapatkan Pelacak COVID-19 Lewat Google Play

Landmark Swiss lainnya juga merespon pandemi global. Penjaga malam kota Lausanne membunyikan lonceng peringatan abad ke-16 ketika jumlah kematian akibat COVID-19 Swiss meningkat. The Associated Foreign Press mengatakan lonceng baja raksasa di Katedral Lausanne, yang berasal dari tahun 1518, biasanya hanya dibunyikan ketika kota ini menghadapi bahaya.

Sekarang, setiap jam mulai jam 10 malam sampai jam 2 pagi, seorang penjaga malam membunyikan bel selama tiga menit penuh untuk mengingatkan orang-orang akan tindakan lockdown.

"Ada ketenangan nyata yang menyerupai apa yang akan terjadi di masa lalu, sebelum ada kebisingan lalu lintas ini," kata penjaga malam Renato Haeusler kepada AFP.

"Mungkin ada satu hal terakhir yang akan membawa kita kembali ke bagaimana semuanya ada di Abad Pertengahan, yaitu mematikan lampu, " tukasnya. (lgi)

Baca juga:

Gua Kaltbach untuk Mematangkan Keju

#Virus Corona #COVID-19 #Swiss
Bagikan
Ditulis Oleh

Leonard

Berita Terkait

Dunia
Agenda Prabowo Dalam Lawatan ke Inggris dan Swiss
Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan memberikan pidato kunci (keynote speech) dalam acara World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, pada Kamis, 22 Januari 2026.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 19 Januari 2026
Agenda Prabowo Dalam Lawatan ke Inggris dan Swiss
Dunia
Kebakaran Bar di Swiss, Pejabat Akui Kegagalan Inspeksi Sebabkan Insiden Mematikan
Inspeksi berkala tidak dilakukan antara 2020 dan 2025. Otoritas setempat sangat menyesalkan hal ini
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
Kebakaran Bar di Swiss, Pejabat Akui Kegagalan Inspeksi Sebabkan Insiden Mematikan
Dunia
Kebakaran di Resor Ski Swiss, Manajer Bar Resor Ski Diperiksa dalam Kasus Pidana
Para manajer Le Constellation diduga telah melakukan pembunuhan karena kelalaian, menyebabkan luka fisik karena kelalaian, serta pembakaran karena kelalaian.
Dwi Astarini - Minggu, 04 Januari 2026
 Kebakaran di Resor Ski Swiss, Manajer Bar Resor Ski Diperiksa dalam Kasus Pidana
Dunia
Kebakaran Mematikan di Bar Swiss, Kembang Api di Botol Sampanye Diduga Jadi Penyebab
Pihak berwenang menyebut botol-botol sampanye yang dipasangi kembang api tangan itu berada terlalu dekat dengan langit-langit.
Dwi Astarini - Sabtu, 03 Januari 2026
Kebakaran Mematikan di Bar Swiss, Kembang Api di Botol Sampanye Diduga Jadi Penyebab
Dunia
Kebakaran Bar di Alpen, Swiss, Saksi Sebut Ada Ledakan di Lokasi
Pejabat berwenang menyatakan insiden di bar Le Constellation di Crans-Montana diperlakukan sebagai kebakaran, bukan sebagai serangan teror.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Kebakaran Bar di Alpen, Swiss, Saksi Sebut Ada Ledakan di Lokasi
Dunia
Bar di Pegunungan Alpen, Swiss, Terbakar saat Perayaan Tahun Baru, Puluhan Orang Tewas dan Sekitar 100 Luka-Luka
Masih terlalu awal untuk menentukan penyebab kebakaran. Para ahli belum dapat masuk ke puing-puing bangunan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
 Bar di Pegunungan Alpen, Swiss, Terbakar saat Perayaan Tahun Baru, Puluhan Orang Tewas dan Sekitar 100 Luka-Luka
Indonesia
Penanganan Penyakit Tuberculosis Bakal Contoh Pola Pandemi COVID-19
Salah satu fokus dalam penanganan Tb adalah memperluas skrining atau deteksi dini. Masyarakat diimbau untuk tidak takut melakukan pemeriksaan, karena TBC dapat disembuhkan dengan pengobatan yang konsisten.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 17 Oktober 2025
Penanganan Penyakit Tuberculosis Bakal Contoh Pola Pandemi COVID-19
Indonesia
Kasus ISPA di Jakarta Naik Gara-Gara Cuaca, Warga Diminta Langsung ke Faskes Jika Ada Gejala
Gejala umum ISPA yang harus diwaspadai meliputi batuk, pilek, nyeri tenggorokan, dan demam
Angga Yudha Pratama - Kamis, 16 Oktober 2025
Kasus ISPA di Jakarta Naik Gara-Gara Cuaca, Warga Diminta Langsung ke Faskes Jika Ada Gejala
Lifestyle
Ciri-Ciri dan Risiko Warga Yang Alami Long COVID
Gejala long COVID tidak selalu sama pada setiap orang. Sebagian mengalami hanya satu keluhan, seperti sesak napas atau kelelahan (fatigue), sementara yang lain menghadapi kombinasi beberapa gangguan.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 12 Agustus 2025
Ciri-Ciri dan Risiko Warga Yang Alami Long COVID
Indonesia
Kemenkes Temukan 1 Kasus Positif COVID dari 32 Spesimen Pemeriksa
Kemenkes menjabarkan saat ini ada 179 kasus COVID-19, dengan 1 kasus positif dari 32 pemeriksaan yang ditemukan
Wisnu Cipto - Senin, 16 Juni 2025
Kemenkes Temukan 1 Kasus Positif COVID dari 32 Spesimen Pemeriksa
Bagikan