Puluhan Pengusaha Ngadu ke DPRD DKI Terkait Penataan Jalan Sabang

Zulfikar SyZulfikar Sy - Rabu, 15 Januari 2020
Puluhan Pengusaha Ngadu ke DPRD DKI Terkait Penataan Jalan Sabang

Pengusaha yang tergabung dalam Paguyuban Pengusaha Jalan Sabang (PPS) beraudiensi dengan DPRD DKI Jakarta. (Foto: MP/Asropih)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Puluhan pengusaha Jalan Sabang yang tergabung dalam Paguyuban Pengusaha Jalan Sabang (PPS) mendatangi DPRD DKI, pada Rabu (15/1). Kehadiran mereka untuk mengadu adanya rencana penataan lokasi kuliner teramai di Jakarta Pusat itu.

Aduan PPS itu diterima oleh Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Zita Anjani, Ketua Komisi B DPRD DKI Abdul Azis, anggota Komisi B DPRD DKI Farazandi Fidinansyah, anggota Komisi C DPRD DKI Cinta Mega, dan anggota Komisi E DPRD DKI Wa Ode Herlina.

Baca Juga:

Korsleting Listrik Penyebab Kebakaran 5 Ruko di Jalan Sabang

Hadir pula Wakil Wali Kota Jakarta Pusat Irwandi dan jajarannya.

"PPS didirikan 27 Desember 2019. Didirikan karena ada permasalahan yang akan kita bahas," Ketua PPS Ganefo Dewi Sutan di gedung DPRD DKI.

Hingga saat ini, Genefo menuturkan, sudah ada sekitar 50 pengusaha yang tergabung dalam PPS tidak setuju dengan rencana revitalisasi itu.

"Ada 50 pengusaha yang tidak setuju dengan peraturan yang akan dibuat," ucap Ganefo.

Dalam kesempatan yang sama, anggota tim kuasa hukum PPS Nasyat mengungkapkan bahwa rencana itu dirasa bisa merugikan para pengusaha yang sudah mendirikan usaha dari tahun 1958. Dengan begitu, kata dia, PPS merasa keberatan dengan adanya rencana penataan kawasan tersebut.

"Pertama rencana tersebut tidak transparan karena sosialisasi tanggal 19 Desember 2019 sedangkan undangan 18 Desember dari kelurahan 2019. Dari paguyuban hanya sedikit yang menerima undangan. Kalau pun ada waktunya mepet kok mepet sekali," jelas dia.

Zita Anjani. (Foto: MP/Asropih)
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Zita Anjani. (Foto: MP/Asropih)

Nasyat menyampaikan, saat sosialisasi dari pihak Pemerintah Kota Jakarta Pusat pengusaha yang hadir pun mayoritas adalah pedagang kaki lima (PKL) dan bukan pedagang atau pengusaha asli Jalan Sabang.

"Apabila sudah digulirkan dari 2019 kenapa kami tidak dilibatkan? Kami justru tahuZita Anjaninya 19 Desember 2019. Pemkot Jakpus tidak transparan," cetusnya.

Baca Juga:

Ruko Ekspedisi JNE di Jalan Sabang Dilalap si Jago Merah

Nasyat menilai, bila penataan kawasan Sabang jadi dikerjakan yang ditakutkan pengusaha konsumen akan semakin sulit mencari tempat parkir. Hal itu akan berdampak pada jumlah pengunjung yang akan menurun.

"Lalu tidak memaparkan juga analisis lalu lintasnya. Jalan Sabang itu satu arah, premis yang dibangun karena lalin macet. Lalu sekarang mau dilebarkan trotoar apa akan tidak macet. Lalu kajian dan analisis macet tidak ada, tidak dipaparkan dalam kajian," ujar Nasyat.

Menanggapi aduan itu, Wakil Ketua DPRD DKI dari Fraksi PAN mendesak agar Pemkot Jakarta Pusat memperhatikan keluhan para pengusaha di Jalan KH Agus Salim tersebut.

"Pak Wakil penting dibantu karena mereka bayar pajak tolong diperhatikan penataannya. Mereka dari tahun 1958. Tolong PKL ditata agar tidak tertutup parkir motor juga diatur," kata Zita. (Asp)

Baca Juga:

5 Ruko di Jalan Sabang Ludes Terbakar

#DPRD DKI Jakarta
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
DPRD DKI Lobi DPR soal UU DKJ, Minta 106 Kursi Dipertahankan
Usul tersebut bukan untuk menambah jumlah anggota DPRD dari 106 menjadi 180–220 kursi, melainkan untuk memastikan 106 saat ini tetap dapat dipertahankan.
Dwi Astarini - Sabtu, 03 Oktober 2026
DPRD DKI Lobi DPR soal UU DKJ, Minta 106 Kursi Dipertahankan
Indonesia
Pemprov DKI Ajukan Dana Cadangan Daerah, Antisipasi Bayar Obligasi Daerah Jatuh Tempo
Jakarta mengajukan pembentukan dana cadangan daerah untuk memperkuat kapasitas fiskal sekaligus menjamin ketersediaan anggaran pembangunan Ibu Kota.
Dwi Astarini - Jumat, 02 Oktober 2026
Pemprov DKI Ajukan Dana Cadangan Daerah, Antisipasi Bayar Obligasi Daerah Jatuh Tempo
Indonesia
Banyak Warga Tak Lagi Terima Bansos, DPRD DKI Soroti Perubahan Data Desil
DPRD DKI Jakarta meminta pengelolaan data desil dikembalikan kepada Pemprov DKI setelah perubahan pemeringkatan berdampak pada bansos dan KJP.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 30 September 2026
Banyak Warga Tak Lagi Terima Bansos, DPRD DKI Soroti Perubahan Data Desil
Indonesia
Tarif Transjakarta dan Transjabodetabek Bakal Disesuaikan, DPRD DKI Buka Suara
Tarif Transjakarta dan Transjabodetabek akan disesuaikan mulai 1 Januari 2027. DPRD DKI masih mengkaji besaran tarif baru.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 30 September 2026
Tarif Transjakarta dan Transjabodetabek Bakal Disesuaikan, DPRD DKI Buka Suara
Indonesia
Pedagang Tradisional Jakarta Kesulitan Hadapi E-Commerce, DPRD Minta DPPKUKM dan Pasar Jaya Berkolaborasi
DPRD DKI menyoroti kesulitan pedagang tradisional Jakarta bersaing dengan e-commerce dan meminta DPPKUKM serta Pasar Jaya berkolaborasi.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 19 September 2026
Pedagang Tradisional Jakarta Kesulitan Hadapi E-Commerce, DPRD Minta DPPKUKM dan Pasar Jaya Berkolaborasi
Indonesia
DPRD DKI Jakarta Usul Pengembangan Desalinasi Olah Air Laut Jadi Air Bersih, Hadapi Kekeringan
Di Kepulauan Seribu sudah ada desalinasi, mengubah air laut jadi air bersih, air tawar.
Dwi Astarini - Kamis, 17 September 2026
DPRD DKI Jakarta Usul Pengembangan Desalinasi Olah Air Laut Jadi Air Bersih, Hadapi Kekeringan
Indonesia
Ketua DPRD Bela Gubernur Pramono Terbitkan Obligasi DKI meski Ditolak Menteri Purbaya
Kebutuhan pembiayaan pembangunan Jakarta tetap besar sehingga pemerintah daerah perlu mencari alternatif pendanaan.
Dwi Astarini - Kamis, 10 September 2026
Ketua DPRD Bela Gubernur Pramono Terbitkan Obligasi DKI meski Ditolak Menteri Purbaya
Indonesia
KPK Periksa Anggota DPRD Jakarta Bebizie terkait dengan Kasus Rita Widyasari
Bebizie diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan gratifikasi per metrik ton produksi batu bara di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur,
Dwi Astarini - Kamis, 13 Agustus 2026
KPK Periksa Anggota DPRD Jakarta Bebizie terkait dengan Kasus Rita Widyasari
Indonesia
Fraksi PKS DPRD DKI Kecam Challenge Hafalan Alqurab Berhadiah Miras, Desak Polisi Turun Tangan
Harus ada sanksi hukum untuk pihak-pihak yang sengaja membuat tantangan baca surah Alquran berhadian miras, agar ada efek jera.
Dwi Astarini - Rabu, 12 Agustus 2026
Fraksi PKS DPRD DKI Kecam Challenge Hafalan Alqurab Berhadiah Miras, Desak Polisi Turun Tangan
Indonesia
Ketua DPRD DKI Kecam Tantangan Hafalan Alquran Berhadiah Miras
Tindakan tersebut sudah menyakiti perasaan umat beragama khususnya umat Islam.
Dwi Astarini - Rabu, 12 Agustus 2026
Ketua DPRD DKI Kecam Tantangan Hafalan Alquran Berhadiah Miras
Bagikan