Headline

PSI Surati Anies Cari Lahan Baru Tampung Imigran Pencari Suaka

Eddy FloEddy Flo - Selasa, 06 Agustus 2019
 PSI Surati Anies Cari Lahan Baru Tampung Imigran Pencari Suaka

PSI DPW DKI Jakarta bersama para pencari suaka berdialog terkait nasibnya dengan perwakilan Pemprov DKI Jakarta (MP/Asropih)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) bakal menyurati Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk mengusulkan pemindahan lokasi penampungan para pencari suaka yang saat ini mengungsi di lahan eks Kodim Kalideres, Jakarta Barat.

Namun sayangnya anggota DPRD DKI Jakarta terpilih, William Aditya Sarana tak memberikan usulan lokasi yang layak untuk menampung imigran pencari suaka itu.

Baca Juga: Puluhan Pencari Suaka Afghanistan Datangi UNHCR Minta Keadilan

"PSI Jakarta berencana akan menyurati pemerintah provinsi DKI Jakarta untuk mempertimbangkan usulan pemindahan lokasi penampungan bagi para pencari suaka ke tempat yang lebih layak," kata William di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Selasa (6/8).

PSI Jakarta berdialog dengan Pemprov DKI Jakarta terkait nasib para pencari suaka di Kalideres, Jakarta Barat
PSI Jakarta berdialog dengan Pemprov DKI Jakarta terkait nasib para pencari suaka di Kalideres, Jakarta Barat (MP/Asropih)

William mengatakan, hari Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PSI DKI bersama perwakilan warga hadir memenuhi undangan audiensi dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) DKI terkait pembahasan nasib para pencari suaka itu.

Kedatangan ke Rumah Rakyat itu sebagai tindak lanjut dari hasil kunjungan PSI ke lokasi pemukiman warga sekitar Daan Mogot. Hasil dari kunjungan itu William menerima berbagai aduan yang datang dari warga Daan Mogot yang merasa resah dengan keberadaan pencari suaka yang jumlahnya tidak sedikit.

"Peran kami di sini untuk mengadvokasi dan menjebatani komunikasi antara warga dan pemerintah yang mungkin selama ini terlewat. Hingga akhirnya, pihak Kesbangpol dapat mengetahui apa yang dikeluhkan warga, dan masyarakat Daan Mogot juga bisa mengetahui sejauh mana penanganan para pencari suaka yang telah dilakukan hingga saat ini," jelas William.

Para pencari suaka yang ditampung di Kalideres, Jakarta Barat
Para pencari suaka yang ditampung di Daan Mogot, Jakarta Barat (MP/Kanu

Yudi selaku juru bicara warga Daan Mogot menjelaskan bahwa keputusan untuk menempatkan para pencari suaka di lokasi tersebut dinilai tidak layak karena dekat sekali dengan pemukiman padat penduduk.

Baca Juga: Pemprov DKI Setop Bantuan Logistik Pencari Suaka di Kalideres

Selain pemukiman warga, Sekolah Dian Harapan yang lokasinya tepat bersebelahan dengan gedung eks Kodim juga terkena dampaknya. Pihak sekolah juga berharap kondisi ini tidak mengganggu proses belajar mengajar.

"Tanpa mengesampingkan rasa kemanusiaan, penempatan para pencari suaka yang jumlahnya mencapai ribuan tersebut di tengah-tengah pemukiman kami nilai telah mengganggu kenyamanan warga sekitar," tutup Yudi.(Asp)

Baca Juga: Anies Limpahkan Masalah WNA Pencari Suaka ke Pemerintah Pusat

#Pemprov DKI #PSI #Pengungsi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
CFD Sudirman-Thamrin Minggu Besok Ditiadakan, Lokasi Digeser ke Kebayoran Lama
Kegiatan Car Free Day (CFD) Sudirman-Thamrin Minggu, 25 Oktober 2026 ditiadakan karena ada Jakarta Running Festival, dan dialihkan ke Jalan Sultan Iskandar Muda, Kebayoran Lama.
Wisnu Cipto - Kamis, 22 Oktober 2026
CFD Sudirman-Thamrin Minggu Besok Ditiadakan, Lokasi Digeser ke Kebayoran Lama
Berita Foto
Pemprov DKI Perluas Akses Hunian Layak lewat Pembiayaan Rumah
Suasana pemukiman padat penduduk di Kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (12/10/2026).
Didik Setiawan - Senin, 12 Oktober 2026
Pemprov DKI Perluas Akses Hunian Layak lewat Pembiayaan Rumah
Indonesia
Bank Jakarta dan PAM Jaya Bakal IPO, Pramono Tegaskan DKI Tetap Pemegang Saham Mayoritas
Bank Jakarta dan PAM Jaya bakal IPO. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menegaskan, Pemprov tetap memegang saham mayoritas.
Soffi Amira - Minggu, 11 Oktober 2026
Bank Jakarta dan PAM Jaya Bakal IPO, Pramono Tegaskan DKI Tetap Pemegang Saham Mayoritas
Indonesia
Sinyal Jokowi Gantikan Anaknya Jadi Ketum PSI
“Di PSI itu ada mekanisme partai yang harus dilalui semuanya. Jadi harus melalui mekanisme partai,” ujar Jokowi
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 01 Oktober 2026
Sinyal Jokowi Gantikan Anaknya Jadi Ketum PSI
Indonesia
Jokowi Buka Alasan Pamerkan KTA PSI, Singgung Momentum dalam Politik
Padahal, mantan Wali Kota Solo ini telah resmi login PSI pada 14 Oktober 2025.
Dwi Astarini - Senin, 28 September 2026
Jokowi Buka Alasan Pamerkan KTA PSI, Singgung Momentum dalam Politik
Indonesia
Jokowi Resmi Gabung PSI, Partai Lain Mulai Hitung Ulang Peta Politik 2029
Masuknya Jokowi ke PSI tidak semata-mata perlu dilihat dari sisi administratif sebagai bergabungnya seorang mantan presiden ke sebuah partai politik.
Dwi Astarini - Senin, 28 September 2026
Jokowi Resmi Gabung PSI, Partai Lain Mulai Hitung Ulang Peta Politik 2029
Indonesia
Gerindra Ogah Kometari Mendalam Soal Jokowi Pamer KTA PSI
setiap warga negara, termasuk mantan presiden, memiliki hak politik yang sama.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 September 2026
Gerindra Ogah Kometari Mendalam Soal Jokowi Pamer KTA PSI
Indonesia
Cerita Jokowi Kantongi Nomor Anggota PSI dan Jadi Pengurus Tertinggi
Jokowi mengatakan bergabungnya ke PSI sudah dari 14 Oktober 2025. Ia membuka hal tersebut lantaran masih banyak pihak yang mempertanyakan posisinya.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 September 2026
Cerita Jokowi Kantongi Nomor Anggota PSI dan Jadi Pengurus Tertinggi
Indonesia
Jokowi Pamer KTA PSI Bernomor Unik di Hadapan Sang Anak, Berhias Angka 7
Penasaran soal arah politik mantan presiden kita? Jokowi akhirnya pamer KTA dan ngasih bukti resmi gabung PSI. Simak cerita lengkap soal nomor uniknya di sini!
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 26 September 2026
Jokowi Pamer KTA PSI Bernomor Unik di Hadapan Sang Anak, Berhias Angka 7
Indonesia
94 Orang Meninggal di Pengungsian Gempa NTT, BNPB Ungkap Penyebabnya
BNPB mengungkap penyebab 94 orang meninggal dunia di pengungsian gempa NTT. Mayoritas merupakan kelompok rentan.
Soffi Amira - Kamis, 17 September 2026
94 Orang Meninggal di Pengungsian Gempa NTT, BNPB Ungkap Penyebabnya
Bagikan