Headline

PSI Ancam Panggil Anies Jika tak Patuhi Putusan MA

Andika PratamaAndika Pratama - Jumat, 30 Agustus 2019
PSI Ancam Panggil Anies Jika tak Patuhi Putusan MA

William Aditya Sarana (kedua kanan). ANTARA/Dokumen Pribadi/pri

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Anggota fraksi PSI DPRD DKI Jakarta, William Aditya Sarana mengancam Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan tak menjalankan putusan Mahkamah Agung (MA). Ancaman PSI itu berupa pemanggilan Anies ke DPRD DKI Jakarta.

MA telah memutuskan gugatan atas pasal 25 ayat (1) Peraturan Daerah (Perda) Nomor 8 tahun 2007 tentang Ketertiban Umum. Dalam putusan itu MA melarang trotoar Ibu Kota dijadikan lokasi berdagang para Pedagang Kaki Lima (PKL).

Baca Juga

Menang Gugatan di MA, PSI Ultimatum Anies Baswedan

"Kalau Pak Anies tidak segera mengeksekusi putusan MA. Maka kami fraksi PSI akan mendorong dewan memanggil Pak Anies ke DPRD," kata William saat dikonfirmasi, Jumat (30/8).

Anggota DPRD DKI Jakarta terpilih dari PSI, William Aditya Sarana (Kanan) (MP/Asropih)
Anggota DPRD DKI Jakarta terpilih dari PSI, William Aditya Sarana (Kanan) (MP/Asropih)

Putusan itu, menurut Wlliam, menjadi momentum PSI mendorong Gubernur Anies menertibkan PKL di seluruh Ibu Kita. Bukan hanya di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat yang menjadi kontroversi.

Baca Juga

Ngotot Masuk Pansus Wagub DKI, PSI Siap Bendung Cawagub Intoleran

"Tujuan kami memanggil pak anies ini memang rencananya bukan hanya mempertanyakan kenapa dia belum mengeksekusi putusan MA, tapi juga ingin mengetahui sudah sampai mana perkembangan pemprov dalam menertibkan PKL, anggarannya berapa yang mau dipakai, gimana ide kreatif diauntuk menyelesaikan masalah sesuai putusan MA," tuturnya.

Wiliam juga mengkalim bahwa Fraksi PDI Perjuangan setuju untuk melayangkan panggilan pada orang nomor satu di Jakarta itu lantaran tak menjalankan perintah MA.

Baca Juga

Usai Pelantikan, PSI Janji Langsung Turun ke Lapangan Tangani Masalah Warga

"Harus ada gabungan fraksi lain. Saya dengar bahwa PDIP juga setuju untuk rencana memanggil Anies karena belum melaksanakan putusan MA," jelasnya.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (Foto Ist)
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (Foto Ist)

William menuturkan pihaknya akan memanggil Anues setelah wakil rakyat DKI melengkapi alat kelengkapan dewan, seperti pengesahan pimpinan DPRD, ketua komisi, dan penunjukan ketua fraksi masing-masing partai.

Baca Juga

PSI Buka Posko Pengaduan, Anies: Tak Ada yang Istimewa

"Kita masih menunggu tatib dan pengesahan alat kelengkapan dewan, seperti pembentukan pimpinan DPRD, dll, sebagai legalitas jika kita kita mau memanggil Anies," tutupnya. (Asp)

#Anies Baswedan #PSI
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Sinyal Jokowi Gantikan Anaknya Jadi Ketum PSI
“Di PSI itu ada mekanisme partai yang harus dilalui semuanya. Jadi harus melalui mekanisme partai,” ujar Jokowi
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 01 Oktober 2026
Sinyal Jokowi Gantikan Anaknya Jadi Ketum PSI
Indonesia
Jokowi Buka Alasan Pamerkan KTA PSI, Singgung Momentum dalam Politik
Padahal, mantan Wali Kota Solo ini telah resmi login PSI pada 14 Oktober 2025.
Dwi Astarini - Senin, 28 September 2026
Jokowi Buka Alasan Pamerkan KTA PSI, Singgung Momentum dalam Politik
Indonesia
Jokowi Resmi Gabung PSI, Partai Lain Mulai Hitung Ulang Peta Politik 2029
Masuknya Jokowi ke PSI tidak semata-mata perlu dilihat dari sisi administratif sebagai bergabungnya seorang mantan presiden ke sebuah partai politik.
Dwi Astarini - Senin, 28 September 2026
Jokowi Resmi Gabung PSI, Partai Lain Mulai Hitung Ulang Peta Politik 2029
Indonesia
Gerindra Ogah Kometari Mendalam Soal Jokowi Pamer KTA PSI
setiap warga negara, termasuk mantan presiden, memiliki hak politik yang sama.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 September 2026
Gerindra Ogah Kometari Mendalam Soal Jokowi Pamer KTA PSI
Indonesia
Cerita Jokowi Kantongi Nomor Anggota PSI dan Jadi Pengurus Tertinggi
Jokowi mengatakan bergabungnya ke PSI sudah dari 14 Oktober 2025. Ia membuka hal tersebut lantaran masih banyak pihak yang mempertanyakan posisinya.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 September 2026
Cerita Jokowi Kantongi Nomor Anggota PSI dan Jadi Pengurus Tertinggi
Indonesia
Jokowi Pamer KTA PSI Bernomor Unik di Hadapan Sang Anak, Berhias Angka 7
Penasaran soal arah politik mantan presiden kita? Jokowi akhirnya pamer KTA dan ngasih bukti resmi gabung PSI. Simak cerita lengkap soal nomor uniknya di sini!
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 26 September 2026
Jokowi Pamer KTA PSI Bernomor Unik di Hadapan Sang Anak, Berhias Angka 7
Indonesia
PJLP DKI Menjerit Upah Masih Pakai UMP 2025, PSI Tuntut Tanggung Jawab Pemprov
Staf PJLP Pemprov DKI Jakarta mengeluhkan upah yang diterima masih menggunakan perhitungan UMP 2025, meski tahun 2026 sudah berjalan.
Wisnu Cipto - Sabtu, 05 September 2026
PJLP DKI Menjerit Upah Masih Pakai UMP 2025, PSI Tuntut Tanggung Jawab Pemprov
Indonesia
Anies Baswedan Soroti Bencana di Kalimantan dan NTT, Dorong Penguatan Koordinasi Lintas Sektor Serta Gotong Royong Masyarakat
Anies menilai masyarakat tidak boleh menganggap penderitaan akibat bencana sebagai sesuatu yang biasa.
Dwi Astarini - Sabtu, 22 Agustus 2026
Anies Baswedan Soroti Bencana di Kalimantan dan NTT, Dorong Penguatan Koordinasi Lintas Sektor Serta Gotong Royong Masyarakat
Indonesia
PSI Ngaku Heran, masih Banyak TPS Ilegal Besar di Jakarta
Seharusnya pemda sudah menertibkan TPS ilegal jauh-jauh hari.
Dwi Astarini - Kamis, 13 Agustus 2026
PSI Ngaku Heran, masih Banyak TPS Ilegal Besar di Jakarta
Indonesia
Kaesang Maju Pileg Dapil V Jateng, Ketua DPW PSI Jateng Ngaku Kaget
Ia menyebut ini menjadi hal yang positif bagi kerja-kerja politik di Dapil Jateng 5 khususnya di Solo dan Jawa Tengah
Dwi Astarini - Senin, 27 Juli 2026
Kaesang Maju Pileg Dapil V Jateng, Ketua DPW PSI Jateng Ngaku Kaget
Bagikan