Protes Raker Persiapan Asian Games 2018 dengan Kapolri, Fraksi Gerindra Walk Out
Kapolri Jendral Pol Tito Karnavian (kiri) didampingi Wakapolri Komjen Pol Syafruddin (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)
MerahPutih.Com - Rapat kerja Komisi III DPR dengan Kapolri Jenderal Tito Karnavian terkait persiapan Asian Games 2018 diwarnai aksi walk out (WO) dari Fraksi Gerindra.
Rapat kerja (Raker) yang membahas persiapan dan isu-isu keamanan jelang Asian Games di Kompleks Senayan, Jakarta itu mendapat protes dari Fraksi Gerindra karena berlangsung terbuka.
Dalam raker yang dipimpin oleh Ketua Komisi III Kahar Muzakir serta Wakil Ketua Komisi III Trimedya Panjaitan dan Erma Suryani Ranik itu, Kapolri memaparkan tantangan serta program untuk pengamanan Asian Games.
Setelah itu, anggota Komisi III Sufmi Dasco Ahmad dari Fraksi Gerindra meminta agar raker berjalan secara tertutup, tidak ada batasan waktu dan tidak ada jawaban Kapolri yang dilakukan tertulis, meski pada awal telah diputuskan rapat dilangsungkan terbuka.
"Waktu tadi diputuskan terbuka saya belum, ada dan sekarang saya usulkan rapat dilakukan tertutup," ujar Sufmi Dasco kepada pimpinan rapat.
Sejumlah fraksi lain menyatakan ketidaksetujuannya dan mengusulkan rapat yang berlangsung Kamis (19/7) itu tetap dijalankan secara terbuka, beberapa mengusulkan waktu dibatasi hingga pukul 16.00 WIB.
Menanggapi badai intrupsi anggota Komisi III kepada pimpinan rapat yang tidak kunjung usai, Kapolri pun angkat bicara dan mengusulkan rapat dilakukan secara terbuka, apabila Fraksi Gerindra ingin menyampaikan hal yang bersifat tertutup akan dilakukan di akhir raker.
Kapolri juga mengatakan tidak dapat menjawab segala pertanyaan langsung, khususnya hal yang sangat teknis karena terdapat kemungkinan tidak memegang data pada saat itu.
Pimpinan rapat sebagaimana dilansir Antara memutuskan rapat tetap dilakukan secara terbuka dan mempersilakan Fraksi PDIP untuk menyampaikan pertanyaan dan pendapatnya.
Namun, Dasco tidak puas dengan keputusan tersebut dan menyatakan pihaknya tidak akan mengikuti raker karena merasa pendapatnya tidak diakomodasi.
"Kalau begitu Fraksi Gerindra memutuskan untuk tidak ikut raker hari ini. Kami akan ikut raker kalau diakomodasi oleh pimpinan atau saat Komisi III sudah memiliki pimpinan yang baru," ucap Dasco yang kemudian meninggalkan ruangan dan disusul rekan-rekan sefraksinya.(*)
Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Banyak Artis Jadi Bacaleg, KPU: Itu Wewenang Partai Politik
Bagikan
Berita Terkait
Kasus DSI Mengemuka, Anggota DPR Minta PPATK Ungkap Aliran Dana ke Kolega Manajemen
Gerindra Bantah Prabowo Usulkan Thomas Djiwandono Jadi Deputi Gubernur BI
Bupati Pati Sudewo Jadi Tersangka KPK, Gerindra Proses Status Keanggotaan
Ketua Komisi III DPR Sebut Restorative Justice Kasus Ijazah Jokowi, Bukti Implementasi KUHP Baru
Bareskrim Naikkan Status Perkara Gagal Bayar PT Dana Syariah Indonesia ke Penyidikan
Isu Krusial RUU Perampasan Aset: Sidang Maksimal 60 Hari Kerja, Harta Bisa Disita Sebelum Vonis
DPR Mulai Kejar Harta Haram Koruptor Lewat RUU Perampasan Aset
KUHP dan KUHAP Baru Digugat, DPR Ingatkan Mekanisme Konstitusional
Korban Bencana Sumatera Dapat Uang Kompensasi Rumah Rp 15-60 Juta, Tergantung Kerusakan
DPR Jamin Polri tak ‘Turun Kasta’ Jadi Kementerian, Tetap Langsung di Bawah Presiden