Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Program BINA Lebaran 2026 Resmi Diluncurkan, Targetkan Transaksi Rp 53 Triliun

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Selasa, 10 Maret 2026
Program BINA Lebaran 2026 Resmi Diluncurkan, Targetkan Transaksi Rp 53 Triliun

ilustrasi diskon belanja. (Foto: MerahPutih.com/Didik)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Program Belanja di Indonesia Aja Diluncurkan Jelang Ramadan 2026, Target Transaksi Rp53 Triliun

Pemerintah bersama pelaku usaha pusat perbelanjaan dan ritel meluncurkan program Belanja di Indonesia Aja (BINA) sebagai upaya mendorong konsumsi domestik menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026.

Program ini merupakan kolaborasi antara pemerintah, pengelola mal, serta pelaku industri ritel yang menghadirkan berbagai promo dan diskon bagi masyarakat.

Peluncuran program tersebut berlangsung pada 6 Maret 2026 di Jakarta dan dihadiri sejumlah pejabat pemerintah serta perwakilan pelaku industri ritel. Melalui program BINA, pemerintah berharap aktivitas belanja masyarakat selama Ramadan dapat menjadi salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi nasional di awal tahun.

Program BINA Lebaran 2026 digelar selama sekitar 25 hari, yakni mulai 6 hingga 30 Maret 2026. Selama periode tersebut, berbagai pusat perbelanjaan dan ritel di seluruh Indonesia menawarkan beragam promo, termasuk potongan harga besar di berbagai kategori produk guna menarik minat belanja masyarakat.

Baca juga:

Pramono Dorong Warga Lebaran di Jakarta, Janjikan Diskon Belanja hingga 50 Persen

Secara nasional, program ini melibatkan lebih dari 800 peritel dan sekitar 414 pusat perbelanjaan di berbagai daerah. Pemerintah menargetkan total transaksi dari kegiatan ini dapat mencapai sekitar Rp53 triliun, meningkat dibandingkan periode serupa pada tahun sebelumnya.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif yang terus digelar pada berbagai momentum hari besar keagamaan.

Menurutnya, program seperti BINA memiliki peran penting dalam menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Baca juga:

THR Cair dan Banyak Promo Diskon Menarik, Pusat Perbelanjaan Diprediksi Tetap Ramai meski Sebagian Warga Ibu Kota Mudik Lebaran 2026

Sementara itu, pelaku usaha ritel juga melihat Ramadan dan Idulfitri sebagai periode penting bagi industri perdagangan karena biasanya terjadi peningkatan kebutuhan masyarakat.

Melalui program BINA, berbagai pihak berharap konsumsi masyarakat tetap bergerak positif meskipun di tengah dinamika ekonomi global.

Dengan hadirnya program Belanja di Indonesia Aja, pemerintah dan pelaku usaha berharap masyarakat dapat memanfaatkan berbagai penawaran menarik selama Ramadan, sekaligus memperkuat perputaran ekonomi dalam negeri melalui aktivitas belanja di sektor ritel dan pusat perbelanjaan. (Far)

#Belanja #Ekonomi #Lebaran 2026 #Idul Fitri 2026 #Ramadan 2026
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Defisit Neraca Perdagangan Mei 2026 Bikin Jantungan, Purbaya Yudhi Sadewa Salahkan Harga Minyak Dunia
Purbaya mengimbau masyarakat menghindari kekhawatiran berlebih
Angga Yudha Pratama - Rabu, 01 Juli 2026
Defisit Neraca Perdagangan Mei 2026 Bikin Jantungan, Purbaya Yudhi Sadewa Salahkan Harga Minyak Dunia
Olahraga
Stadion Sepak Bola Bertaraf Internasional Direncanakan Hadir di Kalimantan Selatan
Satu lagi, stadion baru dengan taraf internasional direncanakan hadir di Kalimantan Selatan
Frengky Aruan - Rabu, 01 Juli 2026
Stadion Sepak Bola Bertaraf Internasional Direncanakan Hadir di Kalimantan Selatan
Indonesia
Pemerintah Kembali Tempatkan Dana Rp 281 Triliun di Bank BUMN, Likuiditas Dijaga hingga Akhir 2026
Pemerintah kembali menempatkan dana Rp 281 triliun di bank BUMN hingga Desember 2026 untuk menjaga likuiditas perbankan. Tambahan dana siaga Rp 100 triliun juga disiapkan.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 29 Juni 2026
Pemerintah Kembali Tempatkan Dana Rp 281 Triliun di Bank BUMN, Likuiditas Dijaga hingga Akhir 2026
Indonesia
Wamenkeu Juda Agung: Fiskal Indonesia Tetap Sehat, Defisit APBN Masih di Bawah 3 Persen
Wamenkeu Juda Agung memastikan kondisi fiskal Indonesia tetap sehat. Defisit APBN baru mencapai 0,7 persen, penerimaan pajak tumbuh 19,1 persen, dan pemerintah menjaga likuiditas perbankan.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 29 Juni 2026
Wamenkeu Juda Agung: Fiskal Indonesia Tetap Sehat, Defisit APBN Masih di Bawah 3 Persen
Indonesia
Kemiskinan Naik di Tengah Pertumbuhan Ekonomi, Luhut: Bisa Jadi karena Kenaikan Harga
Ketua DEN, Luhut Binsar Pandjaitan, mengungkapkan penyebab ekonomi turun hingga penduduk miskin bertambah. Hal itu disebabkan kenaikan harga.
Soffi Amira - Rabu, 24 Juni 2026
Kemiskinan Naik di Tengah Pertumbuhan Ekonomi, Luhut: Bisa Jadi karena Kenaikan Harga
Indonesia
Ekonomi Tertekan Situasi Global, INDEF Minta Pemerintah Perbaiki Kebijakan Domestik
Fleksibilitas fiskal dan stabilitas nilai tukar rupiah dinilai terus tergerus akibat respons kebijakan dalam negeri yang kurang kredibel dan minim sinkronisasi teknokrasi antarkementerian.
Dwi Astarini - Jumat, 19 Juni 2026
Ekonomi Tertekan Situasi Global, INDEF Minta Pemerintah Perbaiki Kebijakan Domestik
Indonesia
Nilai Tukar Rupiah terhadap Dollar Menguat, Tembus Rp 17.725 pada Senin (15/6) Pagi
Nilai tukar rupiah hari ini dibuka menguat signifikan 82 poin (0,46 persen) ke level Rp 17.725 per dolar AS.
Dwi Astarini - Senin, 15 Juni 2026
Nilai Tukar Rupiah terhadap Dollar Menguat, Tembus Rp 17.725 pada Senin (15/6) Pagi
Dunia
Hong Kong Rebut Takhta Swiss, Jadi Pusat Pengelolaan Kekayaan Lintas Negara Terbesar Dunia
Hong Kong resmi menggeser Swiss sebagai pusat pengelolaan kekayaan lintas negara terbesar dunia. Aset naik 10,7% jadi 2,95 triliun dolar AS, didorong IPO dan family office.
Wisnu Cipto - Sabtu, 13 Juni 2026
Hong Kong Rebut Takhta Swiss, Jadi Pusat Pengelolaan Kekayaan Lintas Negara Terbesar Dunia
Indonesia
Mensesneg Minta Masyarakat tak Mudah Terpengaruh Narasi Menyesatkan Terkait Kondisi Ekonomi
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan pemerintah terus bekerja keras menangani berbagai persoalan ekonomi melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga.
Dwi Astarini - Jumat, 12 Juni 2026
Mensesneg Minta Masyarakat tak Mudah Terpengaruh Narasi Menyesatkan Terkait Kondisi Ekonomi
Lifestyle
Nahan Jajan, Ngejar Cuan: Cara Gen Z Kreatif Bertahan in This Economy
Tekanan ekonomi membuat Gen Z harus lebih selektif dalam mengatur keuangan.
Dwi Astarini - Kamis, 11 Juni 2026
Nahan Jajan, Ngejar Cuan: Cara Gen Z Kreatif Bertahan in This Economy
Bagikan